100 PERWIRA POLISI IKUTI PEMAPARAN KOMUNIKASI AQUA

Ditulis pada, 12 Maret 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

aqua
SUKABUMI KOTA (12/3) - Sekitar 100 Perwira Polisi yang bertugas di Jajaran Polwil Bogor, mengikuti pemaparan komunikasi, bertempat di Mapolres Kota Sukabumi dan hotel Augusta, hari Selasa, 10 Maret 2009.

Pemaparan komunikasi tersebut, disampaikan Dosen Komunikasi Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Aqua Dwipayana, selain diikuti para Perwira Pertama juga diikuti oleh para Perwira Menengah, acara tersebut juga dihadiri oleh Kapolwil Bogor Kombes Drs. Agung Sabar Santoso, Waka Polwil Bogor, Kapolres Kota Bogor, Kapolres Kota Sukabumi, Kapolres Bogor, Kapolres Sukabumi dan Kapolres Cianjur.

Ditandaskannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam melaksanakan seluruh program Polri, khususnya program Quick Wins, seluruh anggota Polri harus meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kemampuan dalam melakukan komunikasi. Apabila hal tersebut berhasil dilaksanakan dengan baik, masyarakat yang menjadi stake holders dapat memahami sekaligus memberi dukungan positif terhadap seluruh program Polri yang digulirkan. Karena seluruh program Polri, apabila diperhatikan secara seksama, dalam pelaksanaannya senantiasa berkaitan dan membutuhkan komunikasi dengan baik. Untuk itu, seluruh anggota Polri agar senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan kemampuan dalam melakukan komunikasi dengan baik.

Dikatakannya, berbagai hal yang berkaitan dengan komunikasi, dapat dilaksanakan oleh seluruh anggota Polri dengan baik dan benar. Dengan catatan, seluruh anggota Polri sungguh-sungguh mempelajari dan mendalaminya bidang tersebut.

Dikatakan pula, khusus untuk anggota Polri di jajaran Polwil Bogor, memiliki potensi yang sangat besar, dalam meningkatkan kemampuan dan keberhasilan di bidang komunikasi. Hal tersebut dapat dilihat dari kepedulian dan keseriusan seluruh Perwira Polri, termasuk Kapolwil Bogor, Kombes Agung Sabar Santoso.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolwil Bogor menandaskan, sejak pertama kali melaksanakan tugas di Polwil Bogor, Kombes Agung Sabar Santoso senantiasa memperhatikan sekaligus ber-upaya optimal melakukan komunikasi dengan sungguh-sungguh, baik secara internal maupun secara eksternal. Dengan demikian, berbagai program yang digulirkan Polri, dapat dilaksanakan dengan baik dan berjalan lancar. Selain itu, juga kehadirannya di Polwil Bogor, mendapat sambutan dan dukungan positif dari berbagai kalangan. ( B.12 )

KAPOLWIL BOGOR DAN CIREBON DIGANTI

Ditulis pada, 21 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

Sabtu, 21 Feb 2009

BANDUNG - Dua jabatan utama di Polda Jabar dan dua Kapolwil di Jabar diserahterimakan dari pejabat lama kepada pejabat baru, Jumat (20/2) di Aula Muryono Mapolda Jabar.

Jabatan yang diserahterimakan adalah, Kepala Biro Operasi dari Kombes Pol. Drs. Sudarmanto kepada Kombes Pol. Drs. Muktiono, Kepala Biro Personel dari Kombes Pol. Drs. Neddy Yuriadi kepada Kombes Pol. Drs. Djoko Marsono. Sedangkan dua jabatan Kapolwil yang diserahterimakan adalah Kapolwil Bogor dari Kombes Pol. Drs. Andayono kepada Kombes Pol. Drs. Agung Sabar Santoso, S.H., M.H. dan Kapolwil Cirebon dari Kombes Pol. Drs. Mochamad Nasser Amir kepada Kombes Pol. Drs. Tugas Dwi Apriyanto, S.H.

Kapolda Jabar, Irjen Pol. Drs. Timur Pradopo dalam sambutannya mengatakan, pergantian jabatan yang terjadi di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa dilakukan.

“Pergantian jabatan ini dimaksudkan sebagai penyegaran dalam suatu kesatuan untuk meningkatkan performance kinerja satuan. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh anggotanya ataupun memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kaitannya dengan pengamanan pemilu, para pejabat yang baru ini tidak akan ada kesulitan karena pengamanan pemilu sudah direncanakan lama dan terkoordinasi dengan lintas sektoral,” ungkapnya.

Selain itu, Timur mengatakan, dalam pelaksanaan tugas di bidang operasi, kepolisian juga mengharapkan dapat mengevaluasi setiap perkembangan gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hal tersebut dilakukan agar dapat menentukan penyelenggaraan operasi dalam mengantisipasi maupun menyelesaikan masalah-masalah yang timbul.

“Kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta pun harus terus dikembangkan dan direalisasikan agar dapat memberi arah kewilayahan dalam mengamankan wilayahnya masing-masing sesuai dengan apa yang terjadi dan juga memberikan harapan masyarakat dalam setiap langkah untuk memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan tugas tiap personel kepolisian, Timur mengharapkan tiap personel mampu mengisi setiap struktural dengan kompetensi yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. (B.12- Kaurtelm - sumber:galamedia)

Puluhan Saksi Diperiksa Seputar Kematian Mahasiswa ITB

Ditulis pada, 13 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

itb
sumber : www.polri.go.id
Rabu, 13 Februari 2009 5:12 WIB

Bandung: Jumlah saksi yang diperiksa terkait kematian Dwiyanto Wisnugroho, mahasiswa Fakultas Geodesi Institut Teknologi Bandung, bertambah enam menjadi 23 orang. Namun belum ada dari mereka yang ditetapkan menjadi tersangka.

Satu dari enam saksi baru yang diperiksa adalah Widiyanto Kuncoro, bekas Ketua Program Studi Geodesi dan Geomatika ITB. Widiyanto diperiksa sebagai penanggung jawab Opspek. Sementara lima saksi lainnya adalah warga Pasir Wangi dan Lembang.

Di sisi lain, usai olah tempat kejadian perkara, Kapolres Cimahi Ajun Komisaris Besar Polisi Purwo Lelono memastikan penyebab kematian Dwiyanto adalah akibat kelelahan fisik.

Tim Forensik Mabes Polri akan melakukan Otopsi terhadap Jenazah Pastor yang Tewas 4 Bulan Lalu

Ditulis pada, 13 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

otopsi
sumber : www.polri.go.id
KUPANG, JUMAT — Tim forensik dari Mabes Polri akan melakukan otopsi jenazah Pastor Faustin Fega Pr yang ditemukan tewas di padang ternak Benakile, Kecamatan Boawae, Kabupaten Ngada, 13 Oktober 2008. Sampai hari ini Polres Ngada masih kesulitan untuk mengungkap penyebab kematian Faustin.

Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur Komisaris Polisi Okto George Riwu di Kupang, Jumat (13/2), mengatakan, kedatangan tim Mabes Polri bersama anggota forensik dari Universitas Indonesia itu atas permintaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).

Tim Mabes Polri tiba di Kupang pada Kamis dan sesuai rencana akan bergerak ke Ngada pada Jumat. Dengan kehadiran tim Mabes Polri tersebut, penyelidikan atas penyebab kematian Pastor Faustin dialihkan dari Polres Ngada ke Polda NTT.

Pastor Faustin ditemukan tewas oleh warga di padang ternak Benakili, Kecamatan Boawae, dalam keadaan badan sudah membengkak dan wajah lebam. Ia diduga meninggal lima hari sebelum ditemukan. Tempat itu jarang dikunjungi Faustin.

PENGUMUMAN PENERIMAAN BINTARA POLRI

Ditulis pada, 12 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

* PENGUMUMAN PENERIMAAN BRIGADIR POLISI Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol : SKEP/49/II/2009 tanggal:4 Pebruari 2009 akan di buka penerimaan Brigadir Polisi TA.2009 dari pendidikan SMU Sederajat, SMU/Madrasah aliyah, SLTA lainnya yang sederajat,D-III/D-IV/SI, DIII Keperawatan, SMK Pelayaran jurusanNautika/Teknika atau SMK Perkapalan Jur.Teknik Elektro dan Sarjana Hukum. WAKTU dan TANGGAL PEMBUKAAN akan diberi tahukan lebih lanjut setelah ada pemberitahuan dari SDM Polri.

PRESIDEN SBY MENDUKUNG UPAYA KEPOLISIAN UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DENGAN PROGRAM QUICK WINS

Ditulis pada, 3 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

PRESIDEN SBY MENDUKUNG UPAYA KEPOLISIAN UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DENGAN PROGRAM QUICK WINSPresiden SBY mendukung upaya kepolisian untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan meluncurkan program yang benama quick wins. Namun karena dianggap terlalu susah, SBY meminta agar dicari nama padanan quick wins dalam bahasa Indonesia.”Saya mendukung upaya kepolisian untuk meningkatkan pelayanan yang disebut dengan quick wins. Bahasa Indonesianya kira-kira apa ya yang mudah diketahui oleh masyarakat? Apakah itu program jangka pendek atau program unggulan cari yang bagus,” ujar SBY.SBY mengatakan itu saat memberikan sambutan dalam peluncuran quick wins di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2009).Bahkan, SBY juga meminta Polri untuk mencari ahli bahasa agar program itu mudah diingat oleh masyarakat.”Kalau perlu konsultasi dengan ahli bahasa. Temukan istilah yang cespleng, yang jos, bahasa Indonesia,” imbuh SBY.SBY menjelaskan, yang dimaksud quick wins yakni polisi harus merespons dengan cepat terhadap tindakan kejahatan dan keluhan masyarakat serta pelayanan terhadap masyarakat.Dalam kesempatan ini SBY juga meminta kepolisian untuk transparan terutama dalam penyidikan suatu kasus.adapun tempat yang dikunjungi presiden : sarana pelayanan SIM dan STNK on-line, INAFIS, TNCC dan Bom Cetre.

PROGRAM-PROGRAM POLMAS POLRI

Ditulis pada, 3 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

PROGRAM-PROGRAM POLMAS POLRI Pada hakekatnya konsepsi community policing secara tradisionil melembaga dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Kita mengembangkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling), bahkan lebih efektif dibandingkan dengan program yang disebut neighborhood watch di negara-negara maju. Mekanisme penyelesaian perkara secara non yustisiil melembaga dalam kehidupan terutama masyarakat rural. Persoalannya kita mempraktekannya dengan cara yang tradisionil. Atas dasar itulah kita tidak serta merta mengadopsi konsep community policing yang dikembangkan di negara-negara maju, melainkan mengembangkan pranata yang telah kita miliki yang disesuaikan dengan kebutuhan kekinian. Model community policing ala Indonesia dimaksud kita sebut “Perpolisian Masyarakat” (Polmas) sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No.Pol.: Skep/737/X/2005 tanggal 13 Oktober 2005 tentang Kebijakan dan Strategi Penerapan Model Perpolisian Masyarakat dalam Penyelenggaraan Tugas Polri.
Tujuan dan Sasaran

Tujuan Penerapan Polmas adalah terwujudnya kerjasama polisi dan masyarakat lokal (komunitas) untuk menanggulangi kejahatan dan ketidak-tertiban sosial dalam rangka menciptakan ketrenteraman umum dalam kehidupan masyarakat setempat, tidak hanya mencegah timbulnya tetapi juga mencari jalan keluar pemecahan permasalahan yang dapat menimbulkan gangguan dan berimplikasi terhadap keamanan dan ketertiban yang bersumber dari komunitas itu sendiri..
Sedangkan sasaran penerapan Polmas adalah untuk membangun Polri yang dapat dipercaya oleh warga setempat dan membangun komunitas yang siap bekerjasama dengan Polri dalam meniadakan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban serta menciptakan ketenteraman warga setempat. Komunitas yang siap bekerjasama yang memahami dan menyadari bahwa kepentingan penciptaan situasi keamanan dan ketertiban umum merupakan tanggungjawab bersama antar warga dan antara warga dengan polisi.

Kebijakan dan Strategi
Pengembangan Polmas sebagai suatu filosofi termasuk kebijakan internal lainnya dilakukan oleh masing-masing satuan fungsi operasional dan pembinaan yang menekankan hubungan yang menjunjung nilai-nilai sosial kemanusiaan dan menampilkan sikap santun dan saling menghargai antara polisi dan warga dalam rangka menciptakan kondisi yang menunjang kelancaran penyelenggaraan fungsi kepolisian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pengembangan Polmas sebagai suatu strategi/program harus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan perkembangan sumber daya manusia Polri dan pembentukan Polmas berikut sarana/prasarana pada desa/kelurahan sesuai kebutuhan operasional sehingga pada tahun 2010 kebutuhan penempatan petugas Polmas secara menyeluruh mencakup seluruh desa/kelurahan di Indonesia

Strategi Pengembangan Polmas.
Untuk mencapai tujuan penerapan Polmas, maka strategi yang ditempuh adalah:

  1. Mengadakan kerjasama dengan pemerintah daerah, DPRD dan instansi terkait lainnya.
  2. Membangun dan membina kemitraan dengan tokoh-tokoh sosial termasuk pengusaha, mediamassa dan lembaga swadaya masyarakat dalam rangka memberikan dukungan bagi kelancaran dan keberhasilan program-program Polmas.
  3. Membentuk Forum Kemitraan Polisi – Masyarakat (FKPM) sebagai wadah kerjasama antara polisi dengan masyarakat yang meng-operasionalisasikan Polmas dalam lingkungannya.
  4. Membentuk Pusat Studi Polmas di lingkungan PTIK.

POLRI AKAN BERSIFAT NETRAL DALAM PEMILU 2009

Ditulis pada, 3 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

POLRI AKAN BERSIFAT NETRAL DALAM PEMILU 2009 Polri menjamin anggotanya pada pemilu 2009 akan bersikap netral. Namun hal ini disangsikan dapat terwujud pada saat pesta demokrasi tersebut digelar.

“Sangat mungkin polisi sangat terpengaruh dengan permainan politik praktis, karena posisi polisi di bawah presiden,” ujar pengamat kepolisian, Kamis malam (29/1/2009).

Menurut Bambang, Polri bersikap tidak netral bisa terlihat pada pemilu 2004. Kala itu Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar ada kecenderungan untuk mendukung calon presiden Megawati.

Bambang menambahkan, bahkan kapolwil di Banjarnegara mengadakan semacam kampanye untuk mensukseskannya. Selain itu peristiwa pelaporan Bimantara ke DPR atas pencopotan dirinya oleh Gus Dur, menunjukkan Polri tidak lepas dari permainan politik.

“Peristiwa tersebut menunjukkan ke arah sana. Seharusnya tidak boleh polisi terjebak pada politik praktis,” tambah Bambang.

Bambang menerangkan tidak ada kontrol dari pihak luar polri merupakan salah satu faktor yang menyebabkan nantinya polri dapat bersikap tidak netral.

“Kontrol eksternal polisi di luar struktur pemerintahan tidak ada. kalau Kompolnas itu diisi pejabat negara yang juga inherent pada polisi,” terangnya.

Mengenai kemungkinan campur tangan jenderal purnawiran polisi untuk mempengaruhi kenetralan Polri, terutama mereka yang berada dalam pemerintahan SBY. Bambang menyarankan Kapolri dapat bersikap tegas.

“Polri salah kalau dipengaruhi oleh seniornya. Tetap Kapolri harus teguh meski presiden sebagai atasan dia,” tandas mantan perwira Polisi tersebut.

PENILAIAN PRESIDEN TERHADAP POLRI

Ditulis pada, 3 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Polri 

PENILAIAN PRESIDEN TERHADAP POLRI Presiden SB Yudhoyono mengevaluasi kinerja Polri sepanjang 2008 dalam pengarahan rapat koordinasi Polri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/1).

Terhadap prestasi yang diukir, Presiden memberi selamat dan minta dilanjutkan. Untuk penanganan premanisme dan kejahatan jalanan yang sangat meresahkan masyarakat, Presiden menilai Polri belum cukup membanggakan.

Premanisme dan kejahatan jalanan, masih dirasakan sebagai sesuatu yang meresahkan dan ini menimbulkan ekonomi biaya tinggi di dunia usaha.

Kinerja Polri lain yang belum memuaskan antara lain penegakan hukum terhadap pencurian kekayaan laut dan kejahatan narkotika. Hal baik yang diapresiasi Presiden adalah penanganan terorisme, penyelamatan kekayaan negara, dan pembalakan liar.

“Intensifkan penanganan untuk yang belum sepenuhnya berhasil. Lakukan secara intensif penindakan kejahatan premanisme dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Jadikan itu prioritas tahun ini,” ujar Presiden.

« Halaman Sebelumnya