Nenek Siapa ini ?

Ditulis pada, 18 Februari 2010. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

dewi-salebu
SUKABUMI KOTA – Hampir setiap pagi mudah dijumpai seorang Nenek tua renta mengaku Dewi (79) datang tertatih-tatih ke perkantoran di Kota Sukabumi, Sungguh malang nasib nenek Dewi yang mengaku tinggal di Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Sudah puluhan tahun nenek dewi pulang pergi dari Sukaraja menuju perkantoran, tetapi bukan sebagai pegawai kantoran, melainkan minta belas kasihan alias minta-minta kepada siapa saja yang lewat dihadapannya, “ Salebu “ maksudnya seribu katanya. Tahun 2000an nenek dewi masih kuat ke Cianjur, Palabuhanratu dan Bogor, namun kini nenek dewi yang fasih berbahasa Jepang dan nyanyi ala jepun tidak bisa pergi jauh-jauh, cukup di kota Sukabumi saja, katanya sudah tua dan penglihatannya sudah rabun.

Bagi warga masyarakat yang merasa kehilangan atau barangkali tahu dimana tempat tinggalnya, kiranya nenek dewi ini dapat dikasih tau jangan kemana-mana apalagi ke kota, karena dihawatirkan akan terjadi apa-apa, ini nenek siapa ? mudah-mudahan bukan korban facebook.

Timgab Sita Abon yang Diduga Daging Babi

Ditulis pada, 13 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA - Tim gabungan (timgab) Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperidagko) Kota Sukabumi, Jumat (12/6), kembali mengamankan puluhan bungkus abon merek “DD” yang diduga memakai bahan campuran daging babi. Barang bukti disita dari sejumlah swalayan dan pasar tradisional di Kota Sukabumi.

Kepala Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi, Teti Widiharti Jumat (12/6), mengatakan, memang agak sulit untuk mengidentifikasi mana abon sapi dan mana abon yang mengandung babi.

”Sepintas agak sulit menemukan ciri-ciri abon daging babi, namun jika dilihat secara saksama, kemasan bungkusan abon yang dijual di pasar swalayan dan pasar tradisional bisa diidentifikasi,” katanya

Kini, lanjutnya, semua barang bukti abon yang diduga memakai bahan baku daging babi telah berhasil kami amankan. Puluhan abon tersebut telah disegel tidak boleh diperjualbelikan kepada masyarakat. Abon tersebut masih diamankan dan akan kami musnahkan.

Menurut Teti, kendati daging dendeng atau abon sapi spesial produk DD telah resmi terdaftar di Departemen Kesehatan (Depkes) RI SP bernomor 0365/10/01/95, namun sejauh ini daging abon tersebut belum memiliki sertifikat halal. Guna mencegah makin meluasnya peredaran abon yang diduga memakai bahan daging babi tersebut, seluruh Balai Besar POM RI di seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk tersebut.

“Pengamanan abon yang diduga memakai bahan baku daging babi itu sebagai upaya untuk melindungi keresahan dan keraguan masyarakat, terkait peredaran daging haram tersebut. Guna menindaklanjuti temuan ini, kami akan terus melakukan pembinaan dengan mendatangi seluruh kios, baik di swalayan maupun pasar tradisonal,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Disperidagkop Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad menegaskan, pihaknya akan menelusuri sejumlah pasar swalayan dan tradisional di Kota Sukabumi untuk memastikan Sukabumi terbebas dari abon babi.

“Guna mengantisipasi kemungkinan makin meluasnya pemasaran daging abon dan dendeng yang diduga memiliki kandungan daging babi di masyarakat, kami telah menurunkan tim khusus, ” katanya. (B.12) sumber Galamedia

GUBERNUR JAWA BARAT AKAN SEGERA KUCURKAN BANTUAN KEPADA 30 KELOMPOK TANI

Ditulis pada, 9 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA - Gubernur Jawa Barat, H. Achmad Heryawan, akan segera mengucurkan bantuan sebesar 40 juta rupiah, untuk budidaya dan pasca panen kepada 30 kelompok tani yang tersebar di 3 kecamatan se Kota Sukabumi, yakni Kecamatan Lembursitu, Kecamatan Citamiang, dan Kecamatan Gunung Puyuh, tepatnya pada bulan Juli 2009 mendatang. Maksud dan tujuan dikucurkannya bantuan tersebut, untuk memperbaiki sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kota Sukabumi.

Seperti dijelaskan Koordinator Perhimpunan Petani dan Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Cabang Sukabumi, Endang Abdurrahman, bantuan tersebut akan diberdayakan ke berbagai sektor, diantaranya untuk pengembangan budidaya pertanian, peternakan, perikanan, pertanian multi guna dan sebagainya. Adapun yang dimaksud dengan pertanian multi guna, yakni membudidayakan ternak domba atau kelinci, yang kotorannya diolah dan dimanfaatkan menjadi pupuk organic, sehingga dapat menyuburkan padi dan tanaman lainnya tanpa bahan kimia.

Dikatakannya, masing-masing kelompok tani yang mengajukan ingin mengikuti program tersebut, harus memiliki keinginan yang kuat dalam mengembangkan prospek pertaniannya. Yang penting, dari kegiatan tersebut dapat mendukung terhadap program pemerintah, yakni untuk menjadikan sektor pangan sebagai sektor riil andalan, khususnya di Kota Sukabumi umumnya di Indonesia.

Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan para petani dalam menggunakan bantuan tersebut, setiap tiga kelompok tani akan didampingi oleh seorang fasilitator, sekaligus menyemangati para kelompok tani, khususnya dalam membudidayakan produk pertaniannya. Dengan demikian, pemberian bantuan tersebut, selain dapat memenuhi kebutuhan para petani, juga dalam menggunakan bantuan tersebut tepat sasaran. Diharapkannya, dengan adanya bantuan tersebut, dapat meningkatkan perekonomian para petani, khususnya di Kota Sukabumi umumnya di Indonesia, sehingga para petani di Indonesia bisa hidup mandiri dan ber-swasembada. B.12 – Sumber Infokom Kota Sukabumi.

DINSOSTEK PB KOTA SUKABUMI TERIMA PENDAFTARAN CALON TRANSMIGRAN

Ditulis pada, 9 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA - Dalam rangka upaya memenuhi Program Pemindahan dan Penempatan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, menerima pendaftaran calon transmigran, untuk ditempatkan di Daerah Penempatan Transmigrasi UPT FIDA SP-6 Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.

Adapun persyaratan pendaftaran bagi warga masyarakat Kota Sukabumi yang berminat menjadi calon transmigran tersebut, seperti dikatakan Kerpala Dinsostek PB Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah, M.Si., yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berdomisili di Kota Sukabumi, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku, sudah berkeluarga yang dibuktikan dengan dengan Surat Nikah dan Kartu Keluarga, kecuali memiliki keakhlian khusus seperti tenaga akhli, guru, paramedis, dan rokhaniawan, serta bagi janda harus mengikutsertakan anak laki-laki dewasa.

Selanjutnya ber-usia 18 sampai dengan 45 tahun sesuai KTP, pendidikan minimal SD atau sederajat, sehat jasmani dan rokhani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter, tidak pernah terlibat tindak pidana yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian, serta belum pernah bertransmigrasi yang dibuktikan dengan Surat dari Lurah masing-masing calon transmigran, kecuali bagi transmigran yang meninggalkan tempat transmigrasi akibat terjadi kerusuhan sosial dan bencana alam.

Kemudian memiliki keterampilan sesuai yang dibutuhkan, seperti dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kerajinan dan pertukangan, memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi untuk bekerja keras demi memperbaiki ekonomi keluarga dan masyarakat, menandatangani Surat Pernyataan tentang Kesanggupan Melaksanakan Kewajiban Sebagai Transmigran, serta lulus seleksi yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus dari Panitia Seleksi.

Kepada warga masyarakat Kota Sukabumi yang berminat menjadi transmigran, agar segera mendaftar ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, melalui Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jalan Pabuaran Nomor 41 Kota Sukabumi, pada setiap hari dan jam kerja.

Sedangkan pelaksanaan seleksi, pelatihan dan pengumuman lainnya akan diiformasikan kemudian. Sementara pelaksanaan penempatan transmigran, menurut rencana pada bulan Oktober atau Nopember 2009 mendatang. B-12 – Sumber Infokom Kota Sukabumi.

AIDS, Balita Meninggal

Ditulis pada, 9 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA - Penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi terus meningkat. Data di Kantor Dinkes Kota Sukabumi hingga awal Juni 2009 ini, tercatat jumlah penderita virus mematikan ini sudah mencapai 317 orang.

Dari jumlah penderita sebanyak itu, terdata 187 orang penderita AIDS. Bahkan ada di antaranya yang masih berusia di bawah lima tahun (balita) dan satu balita belum lama ini dinyatakan meninggal karena menderita AIDS.

“Balita malang yang diduga kuat tertular AIDS dari kedua orangtuanya itu meninggal seminggu lalu. Pasca kematian bayi laki-laki itu, kini petugas masih terus melakukan pemantauan terhadap ibu dan ayahnya. Pasalnya tidak menutup kemungkinan penyakit yang diderita pasangan suami istri tersebut dapat menular pada keluarga lainnya, ” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit, Menular (P2M) Dinkes Kota Sukabumi, dr. Rita Fitrianingsih ketika dihubungi “GM”, Sabtu (6/6).

Peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi membawanya pada urutan ketiga se-Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat sendiri menduduki ranking pertama untuk jumlah penderita HIV/AIDS se-Indonesia. Diperkirakan hingga Apri 2009, jumlah penderita AIDS mencapai 2.682 orang. Sementara jumlah penderita yang terinfeksi HIV mencapai 1.838 orang.

“Kondisi ini, sangat perlu untuk segera disikapi secara saksama. Artinya penanganan masalah ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara menyeluruh dalam penanganannya,” katanya.

Apalagi rata-rata usia penderita relatif muda, 19-24 tahun. Walaupun ada sebagian kecil yang berusia di atas 40 tahun. Namun diperkirakan hanya 5%. “Bila melihat data penderita HIV/AIDS yang ada, sebagian besar didominasi kalangan usia muda,” katanya.

Diungkapkan, berdasarkan hasil analisis petugas khusus P2M Dinkes Kota Sukabumi, sebagian besar penderita HIV/AIDS disebabkan suntikan. Karena itu, upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan Badan Narkotika Kota (BNK). Keterlibatan BNK untuk menyosialisasikan bahaya narkoba

Lakukan penyisiran

Sementara itu, jumlah penderita HIV/AIDS di Kab. Sukabumi mencapai 141 orang. Padahal setahun sebelumnya hanya 97 orang. Terjadi kenaikan 40%. “Kami sangat mencemaskan kenaikan jumlah penderita HIV/AIDS ini,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinkes Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta.

Untuk mengantisipasi peningkatan penderita virus mematikan ini, Dadang mengungkapkan, pihaknya terus melakukan penyisiran. Langkah tersebut diharapkan mampu mendata jumlah penderita, terutama di kalangan umum. “Pemantauan dan pendataan secara terus-menerus diharapkan mampu memberi angka akurat. Langkah ini untuk memudahkan pembinaan dan pelayanan bagi penderita AIDS/HIV,” katanya. B.12 - Sumber GM.

ISTERI PRESIDEN RI MENURUT RENCANA AKAN RESMIKAN PENGGUNAAN RUMAH PINTAR

Ditulis pada, 30 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (30/05) - Pembangunan Rumah Pintar yang berlokasi di jalan Cijangkar, tepatnya di Gang Setuju RW 6 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, menurut rencana penggunaannya akan diresmikan oleh Isteri Presiden RI, Hajah Ani Yudhoyono, pada tanggal 11 juni 2009 mendatang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., pada hari Selasa, 26 Mei 2009, mengikuti rapat persiapan dan pertemuan di Jakarta, dengan para Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Adapun maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, yakni membahas rencana kunjungan Ibu Negara ke Kota Sukabumi, yang akan meresmikan penggunaan Rumah Pintar dan berbagai kegiatan lainnya. Diantaranya peletakan batu pertama pembangunan MCK Plus, penyerahan Motor Sehat, sarana kesehatan dan sebagainya.

Sedangkan kegiatan lainnya yang akan digelar dalam rangka rangkaian kunjungan isteri Presiden RI ke Kota Sukabumi tersebut, diantaranya seminar pendidikan yang akan diikuti oleh guru PAUD, TK dan SD se Kota Sukabumi. Seminar yang dijadualkan berlangsung pada tanggal 10 Juni 2009 mendatang ini, menurut rencana akan menghadirkan nara sumber, Ratna Megawangi.

Selain itu, juga akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan umum dan gigi gratis, penyuluhan pembuatan biopori dan praktik membuat pupuk kompos, serta penanaman bibit pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan Otista, jalan Cijangkar dan Hutan Kota.

Dikatakannya, pembangunan Rumah Pintar diatas tanah hibah seluas 100 meter persegi dari salah seorang warga masyarakat, Ahmad Jaenudin tersebut, menghabiskan dana sebesar 80 juta rupiah, sumbangan dari para Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Wakil Walikota Sukabumi menghimbau segenap aparat dan masyarakat, agar senantiasa pro aktif mendukung dan membantu, dengan senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, supaya pelaksanaan kunjungan Ibu Negara ke Kota Sukabumi tersebut, berjalan lancar sesuai harapan semua pihak. B b.12 ) Sumber Infokom

UPACARA PERINGATAN KE-101 HARKITNAS TINGKAT KOTA SUKABUMI

Ditulis pada, 21 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (21/05) - Upacara peringatan ke-101 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tingkat Kota Sukabumi, berlangsung hari Rabu pagi, 20 Mei 2009, di lapangan Merdeka.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Perwira Upacara, Kompol H. Agus Subandi, S.H., Komandan Upacara, AKP Nanang Rahmat Subarna, Korsik, Pemda Kota Sukabumi, Pengibar Bendera Merah Putih, Pokibra Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Paduan Suara, Merah Putih Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Pembaca Teks Pancasila, Inspektur Upacara, dan Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Rio Meriztus, dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Sukabumi. Sedangkan peserta upacara, terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Korpri, OKP, Pelajar SMA, SMK, SMP dan Pramuka.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, diantaranya menjelaskan, peringatan Harkitnas tahun 2009, telah ber-usia 1 abad lebih, tepatnya 101 tahun. Berkaitan dengan hal tersebut, sudah selayaknya bangsa Indonesia bersyukur, atas nikmat dan karunia yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa.

Dikatakannya, sebagai sebuah tonggak perjalanan bangsa, peringatan Harkitnas harus terus menerus dikumandangkan dan dilakukan rekontekstualisasi, sesuai dengan masanya. Untuk itu, tidaklah berlebihan apabila momentum Harkitnas ini, harus memberikan makna lebih, yakni tidak hanya sebatas pada memperingati secara seremonial saja.

Dikatakan pula, di tengah kondisi krisis perekonomian saat ini akibat krisis perekonomian global, sangat tepat untuk menyuarakan kembali dan meng-aktualisasikan peringatan Harkitnas ini, menjadi sebuah pemicu dan modal untuk memajukan bangsa, agar dengan kondisi tersebut tidak menjadikan bangsa Indonesia terpuruk, melainkan harus dijadikan sebagai sebuah peluang dalam membangun dan membesarkan bangsa. Itulah makna lain dari peringatan Harkitnas tahun ini, yakni seluruh bangsa Indonesia harus terus menerus membangkitkan rasa optimisme, dan percaya diri sambil terus ber-usaha, sebagai cikal bakal bangsa Indonesia dibangun. Karena sebuah bangsa tidak pernah lahir dan jadi begitu saja, akan tetapi membutuhkan proses, baik proses sosial dan politik, maupun proses dan dukungan ekonomi yang memadai. Kesadaran itulah yang harus senantiasa ditanamkan oleh seluruh bangsa Indonesia, khususnya dalam setiap memperingati Harkitnas.

Menteri Komunikasi dan Informatika menandaskan, setelah 100 tahun lebih Kebangkitan Nasional disuarakan, persatuan dan kesatuan sudah terwujud dalam sebuah kemerdekaan. Oleh karenanya, seluruh bangsa Indonesia harus memberikan makna dan strategi yang lebih luas lagi, terkait dengan peringatan Harkitnas, yakni kebangkitan untuk membangun bangsa yang maju, demokratis, adil dan sejahtera.

Pada bagian lain sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informatika mengucapkan terima kasih kepada segenap lapisan masyarakat termasuk kepada seluruh partai politik, yang telah mengantarkan dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009, dengan kondisi yang amat kondusif.

Keberhasilan tersebut agar senantiasa dijaga dan ditingkatkan, khususnya dalam pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), yang dijadualkan berlangsung tanggal 8 Juli 2009 mendatang, dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun dan disemaikan oleh para pendiri bangsa, dan oleh para penggagas nilai-nilai Kebangkitan Nasional.

Menteri Komunikasi dan Informatika juga mengajak kepada segenap lapisan masyarakat, untuk menyiapkan diri dalam pelaksanaan Pilpres yang lebih berkualitas, serta memenuhi beberapa indikator. Antara lain berlangsung secara jujur dan adil, adanya persaingan yang fair diantara aktor-aktor calon yang terlibat dalam Pilpres, adanya partisipasi masyarakat dalam Pilpres, dan adanya jaminan hak-hak politik warga, khususnya hak untuk memilih dan untuk dipilih. Indikator-indikator tersebut, terkait dengan kegiatan sebelum dan setelah pelaksanaan Pilpres, yakni situasi politik berlangsung normal kembali, terbentuknya sistem pemerintahan presidensial yang efektif atau adanya pemerintahan yang relatif otonom, khususnya dalam merumuskan dan memutuskan kebijakan Negara, serta adanya pemerintahan yang responsif dan akuntabel. Diharapkannya, kekurang sempurnaan masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu Legislatif beberapa waktu yang lalu, hendaknya dijadikan pelajaran ber-arti, bukan saja bagi KPU, akan tetapi juga bagi masyarakat dan partai politik peserta Pemilu.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi menerima Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) ke-6 kali dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yang selanjutnya diserahkan kembali kepada Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, sebagai lambang supremasi tertinggi dalam bidang tertib lalu-lintas. Sedangkan Walikota Sukabumi, menyerahkan Trophy dan Piagam Penghargaan kepada siswa SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, sebagai Juara Harapan Lomba Pemuda Pinilih Bidang Koperasi Tingkat Provinsi Jawa Barat, dalam rangka Pemberdayaan Koperasi Siswa. ( B.12 - mrf sumber infokom kota )

PULUHAN GEPENG DAN BELASAN PENGAMEN BERHASIL DIRAZIA

Ditulis pada, 21 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (21/05) - Puluhan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), serta belasan Pengamen atau Anak Jalanan (Anjal) yang biasa mangkal di sejumlah persimpangan jalan di Kota Sukabumi, baru-baru ini berhasil dirazia oleh aparat Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penaggulangan Bencana Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi.

Kepala Seksi Pemulihan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penaggulangan Bencana Kota Sukabumi, Jamhur menjelaskan, sebagian besar Gepeng dan Pengamen tersebut, merupakan muka lama yang biasa ber-operasi di sejumlah persimpangan jalan di pusat keramaian Kota Sukabumi.

Para Gepeng dan Pengamen tersebut, sebagian besar sudah ber-usia lanjut, serta sering menjadi langganan razia. Selain itu, sebagian Gepeng dan Pengamen tersebut, bukan warga Kota Sukabumi, akan tetapi dari luar Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, para Gepeng dan Pengamen yang terjaring dalam razia tersebut, langsung diberi pengarahan dan pembinaan, di Aula Kantor Satpol PP Kota Sukabumi. Adapun para Gepeng dan Pengamen yang terjaring dalam razia tersebut, seluruhnya berjumlah 43 orang. Antara lain, 25 orang Gepeng dan 18 Pengamen atau Anjal.

Ditandaskan pula, pelaksanaan razia tersebut merupakan agenda rutin Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penaggulangan Bencana Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk membersihkan pusat keramaian kota dari Gepeng dan Pengamen. Sebab keberadaan mereka, sangat mengganggu terhadap ketertiban dan kelancaran arus lalu-lintas. Disamping itu, juga untuk menekan populasi Gepeng dan Pengamen, khususnya di Kota Sukabumi.

Diharapkannya, dengan dilaksanakan razia serta pengarahan dan pembinaan tersebut, bisa menekan sekaligus mengurangi jumlah Gepeng dan Pengamen di Kota Sukabumi. ( B.12 - mrf Sumber Infokom Kota )

SOAL UAS BN SISWA SD DAN MI DIKAWAL SECARA KETAT OLEH APARAT KEPOLISIAN

Ditulis pada, 13 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (13/05) - Soal Ujian Akhir Semester Berstandar Nasional (UAS BN) siswa SD dan MI, di Kota Sukabumi dikawal secara ketat oleh aparat kepolisian Resor Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.

Sedangkan untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan UAS BN siswa SD dan MI tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, pada hari Sabtu, 9 Mei 2009, telah mendistribusikan soal-soal UAS BN kepada Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi, yang selanjutnya didistribusikan ke setiap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TK-SD Kecamatan, disaksikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, serta aparat dari kepolisian dan Satpol PP Kota Sukabumi.

Soal-soal UAS BN yang didistribusikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut, menggunakan Truk warna kuning muda, dengan Nomor Polisi D 8579 BP, serta diterima oleh Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi, di Aula Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

Adapun soal-soal UAS BN yang diterima oleh Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut, sebanyak 273 soal dan lembar jawabannya, yang terbungkus dalam 273 amplop besar dan 66 amplop kecil.

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. mengharapkan, pelaksanaan UAS BN siswa SD dan MI di Kota Sukabumi, dapat berjalan lancar. Selain itu, seluruh siswa SD dan MI Kota Sukabumi yang mengikuti UAS BN, bisa lulus 100 persen, sesuai harapan semua pihak.

Sementara Ketua Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi, Dra. Ika Sartika, M.Si. menjelaskan, siswa SD yang mengikuti UAS BN tahun ini, seluruhnya berjumlah 4 ribu 958 siswa, dari 119 SD. Sedangkan siswa MI yang mengikuti UAS BN tahun ini, seluruhnya berjumlah 566 siswa, dari 18 MI se Kota Sukabumi. Seluruh siswa SD dan MI tersebut, ditempatkan di 339 ruangan, serta diawasi oleh 678 orang pengawas.

MASYARAKAT YANG BERUSIA 17 TAHUN PER 8 JULI 2009 BERHAK IKUT PEMILIHAN PRESIDEN

Ditulis pada, 7 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (07/05) - Warga masyarakat yang ber-usia 17 tahun per 8 Juli 2009, berhak mengikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI. Demikian disampaikan Lurah Lembursitu, Drs. Dodi Supriadi, M.M., saat bersilaturahmi dengan warga masyarakat RW 20 Tegallega, hari Senin baru-baru ini.

Untuk itu, Lurah Lembursitu menghimbau segenap warga masyarakat yang ber-usia 17 tahun per 8 Juli 2009, agar segera mendaftar kepada Ketua RT dan RW masing-masing atau langsung ke kelurahan, untuk dicatat sebagai pemilih. Adapun waktu pendaftaran bagi warga masyarakat tersebut, paling lambat pada tanggal 10 Mei 2009, sebelum Daftar Pemilih Sementara (DPS) diumumkan.

Menyinggung kegiatan lainnya yang dilaksanakan belum lama ini, menurut Lurah Lembursitu, diantaranya Pelatihan Penangkal Penyakit Menular, bertempat di Aula Kelurahan Lembursitu, tepatnya pada hari Selasa dan Rabu. Adapun yang bertindak sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Rita Fitrianingsih, M.Kes. Hadir dalam pelatihan tersebut, Kepala Puskesmas Lembursitu dan unsur instansi terkait lainnya.

Lurah Lembursitu, Drs. Dodi Supriadi, M.M., mengharapkan kepada segenap masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut, agar seluruh materi yang didapat dalam pelatihan tersebut, disampaikan kembali kepada masyarakat lainnya. Dengan demikian, segenap lapisan masyarakat Kelurahan Lembursitu, mengetahui dan memahami cara menangkal suatu penyakit menular.

Sedangkan kegiatan lainnya yang dilaksanakan di Kelurahan Lembursitu, yakni sosialisasi Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah (Larasita) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi, tepatnya pada hari Kamis, di Aula Kelurahan Lembursitu.

Salah seorang nara sumber dari BPN Kota Sukabumi, Burhannudin menjelaskan, program Larasita yang dilaksanakan BPN Kota Sukabumi ini, untuk memberi pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat, khususnya dalam membuat Sertifikat Tanah dengan cara jemput bola, yakni mendatangi masyarakat melalui koordinasi dengan pihak kelurahan.

Sementara Lurah Lembursitu, menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar memanfaatkan program Larasita secara optimal, khususnya dalam membuat Sertifikat Tanah. Karena melalui program Larasita, selain prosesnya lebih mudah, juga biayanya terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat. ( B.12 - Sumber Infokom Kota Sukabumi)

Halaman Berikutnya »