7 Pelajar SMK Bawa Sajam, Karena terlibat Tawuran
Ditulis pada, 14 Mei 2010. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi, Berita Umum, Seputar Kota Sukabumi
Sukabumi, 14 Mei 2010
7 (tujuh) pelajar sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kota Sukabumi terjaring dalam razia pelajar salah satu dari pelajar ini kedapatan membawa senjata tajam berupa Parang berukuran kurang lebih 60 cm, pelajar tersebut diduga akan melakukan tawuran, karena pada saat ditangkap pelajar ini mengaku akan diserang oleh SMK swasta yang lain. Tawuran pelajar SMK memang sudah sering terjadi di Kota Sukabumi bahkan kerap kali memakan korban, beberapa waktu sebelumnya Tawuran Pelajar ini memakan korban dengan luka bacok yang sangat parah, hal yang sangat ironis dikala sulitnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak, oknum dari pelajar ini justru menyia-nyiakan pendidikan yang telah diperjuangkan orang tuanya. Pelajar tersebut kemudian diberikan pembinaan oleh Bagian Binamitra Polres Kota Sukabumi. Polres Kota Sukabumi selalu berusaha untuk dapat menekan permasalahan ini dan berusaha untuk mendamaikan pertikaian antara Pelajar SMK ini, melalui Intergrasi SMK yang diadakan di Polres Kota Sukabumi dengan mempertemukan Pelajar SMK se-Kota Sukabumi dan kemuadian diadakan mediasi antara pihak yang bertikai.
Densus 88 Tangkap 12 Orang Diduga Teroris
Ditulis pada, 11 Mei 2010. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi, Berita Umum, Seputar Kota Sukabumi, Seputar Polri
Sabtu, 8 Mei 2010, 10:24 WIB
sumber: www.vivanews.com
Detasemen Khusus 88 Anti Teror menangkap 12 orang yang diduga teroris di empat tempat berbeda.
Dari 16 SMA, Hanya 5 SMA di Kota Sukabumi yang Lulus 100%
Ditulis pada, 26 April 2010. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi, Berita Umum, Seputar Kota Sukabumi
>>Radar Sukabumi, 26 April 2010
Di Kota Sukabumi, persentase kelulusan UN tingkat SLTA mencapai 99 persen. sedang SMK 97 persen. Kadisdik Kota SukabumiSanusi Harjadireja mengatakan dari 35 sekolah penyelenggara UN, hanya 11 sekolah yang pesertanya dinyatakan lulus 100 persen.
“Berdasarkan data hasil kelulusan UN yang kami terima dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). Dari 16 SMA yang menyelenggarakan UN di Kota Sukabumi, hanya 5 Sekolah yang lulus 100 persen. Sedangkan dari 19 SMK yang lulus 100 persen hanya 16 sekolah saja,” terangnya.
Namun, sayangnya sanusi tidak mau menyebutkan berapa jumlah pelajar yang tidak lulus UN. Menurutnya UN SMA/MA dan SMK yang diselenggarakan selama lima hari mulai senin 22 Maret 2010 hingga 26 Maret 2010 lalu tersebut, diikuti 5.749 peserta. terdiri dari peserta SMA 2.543 orang, MA 414 orang dan SMK 2.837 orang.
“saya berharap bagi pelajar yang tidak lulus supaya segera mendaftarkan diri mengikuti ujian ulangan yang akan diselenggarakan 10-14 Mei 2010,” katanya.
Saat ditanya apabila tidak juga lulus di ujian ulangan, bagaimana nasib peserta UN yang tidak lulus ini? Uci (panggilan akrab Sanusi Harjadireja, red) menjelaskan, jika mereka tetap tidak lulus dalam ujian ulangan, maka dalam ujian ulangan, maka disarankan untuk mengikuti ujian paket C kesekolah masing-masing atau mendaftar langsung ke pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
“karena ujian paket C itu hasilnya setara dengan SMA/MA/SMK,” Ulasnya.
Pihaknya menghimbau bagi siswa/siswi yang tidak lulus agar memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti Paket C dan B, dan bagi yang telah lulus sekolah diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya juga berpesan kepada siswa/siswi yang lulus agar pada saat pengumuman nanti tidak mencoret-coret pakaian sekolahnya. dan tidak melakukan konvoi kendaraan di jalan raya pungkasnya.(veg/sri)
PENERIMAAN PENDAFTARAN TARUNA AKPOL TA. 2010
Ditulis pada, 5 April 2010. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi, Berita Umum, Seputar Kota Sukabumi, Seputar Polri

Bagi putra-putri garis penerus bangsa yang berminat untuk di didik untuk menjadi Perwira Polri, kini telah dibuka PENERIMAAN PENDAFTARAN TARUNA AKPOL TA. 2010 untuk persyaratan klik link dibawah ini :
PERSYARATAN PENDAFTARAN TARUNA AKPOL TA. 2010
Nenek Siapa ini ?
Ditulis pada, 18 Februari 2010. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi

SUKABUMI KOTA – Hampir setiap pagi mudah dijumpai seorang Nenek tua renta mengaku Dewi (79) datang tertatih-tatih ke perkantoran di Kota Sukabumi, Sungguh malang nasib nenek Dewi yang mengaku tinggal di Sukaraja Kabupaten Sukabumi.
Sudah puluhan tahun nenek dewi pulang pergi dari Sukaraja menuju perkantoran, tetapi bukan sebagai pegawai kantoran, melainkan minta belas kasihan alias minta-minta kepada siapa saja yang lewat dihadapannya, “ Salebu “ maksudnya seribu katanya. Tahun 2000an nenek dewi masih kuat ke Cianjur, Palabuhanratu dan Bogor, namun kini nenek dewi yang fasih berbahasa Jepang dan nyanyi ala jepun tidak bisa pergi jauh-jauh, cukup di kota Sukabumi saja, katanya sudah tua dan penglihatannya sudah rabun.
Bagi warga masyarakat yang merasa kehilangan atau barangkali tahu dimana tempat tinggalnya, kiranya nenek dewi ini dapat dikasih tau jangan kemana-mana apalagi ke kota, karena dihawatirkan akan terjadi apa-apa, ini nenek siapa ? mudah-mudahan bukan korban facebook.
Timgab Sita Abon yang Diduga Daging Babi
Ditulis pada, 13 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA - Tim gabungan (timgab) Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperidagko) Kota Sukabumi, Jumat (12/6), kembali mengamankan puluhan bungkus abon merek “DD” yang diduga memakai bahan campuran daging babi. Barang bukti disita dari sejumlah swalayan dan pasar tradisional di Kota Sukabumi.
Kepala Bidang Promosi dan Sarana Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi, Teti Widiharti Jumat (12/6), mengatakan, memang agak sulit untuk mengidentifikasi mana abon sapi dan mana abon yang mengandung babi.
”Sepintas agak sulit menemukan ciri-ciri abon daging babi, namun jika dilihat secara saksama, kemasan bungkusan abon yang dijual di pasar swalayan dan pasar tradisional bisa diidentifikasi,” katanya
Kini, lanjutnya, semua barang bukti abon yang diduga memakai bahan baku daging babi telah berhasil kami amankan. Puluhan abon tersebut telah disegel tidak boleh diperjualbelikan kepada masyarakat. Abon tersebut masih diamankan dan akan kami musnahkan.
Menurut Teti, kendati daging dendeng atau abon sapi spesial produk DD telah resmi terdaftar di Departemen Kesehatan (Depkes) RI SP bernomor 0365/10/01/95, namun sejauh ini daging abon tersebut belum memiliki sertifikat halal. Guna mencegah makin meluasnya peredaran abon yang diduga memakai bahan daging babi tersebut, seluruh Balai Besar POM RI di seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk tersebut.
“Pengamanan abon yang diduga memakai bahan baku daging babi itu sebagai upaya untuk melindungi keresahan dan keraguan masyarakat, terkait peredaran daging haram tersebut. Guna menindaklanjuti temuan ini, kami akan terus melakukan pembinaan dengan mendatangi seluruh kios, baik di swalayan maupun pasar tradisonal,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Disperidagkop Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad menegaskan, pihaknya akan menelusuri sejumlah pasar swalayan dan tradisional di Kota Sukabumi untuk memastikan Sukabumi terbebas dari abon babi.
“Guna mengantisipasi kemungkinan makin meluasnya pemasaran daging abon dan dendeng yang diduga memiliki kandungan daging babi di masyarakat, kami telah menurunkan tim khusus, ” katanya. (B.12) sumber Galamedia
GUBERNUR JAWA BARAT AKAN SEGERA KUCURKAN BANTUAN KEPADA 30 KELOMPOK TANI
Ditulis pada, 9 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA - Gubernur Jawa Barat, H. Achmad Heryawan, akan segera mengucurkan bantuan sebesar 40 juta rupiah, untuk budidaya dan pasca panen kepada 30 kelompok tani yang tersebar di 3 kecamatan se Kota Sukabumi, yakni Kecamatan Lembursitu, Kecamatan Citamiang, dan Kecamatan Gunung Puyuh, tepatnya pada bulan Juli 2009 mendatang. Maksud dan tujuan dikucurkannya bantuan tersebut, untuk memperbaiki sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kota Sukabumi.
Seperti dijelaskan Koordinator Perhimpunan Petani dan Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Cabang Sukabumi, Endang Abdurrahman, bantuan tersebut akan diberdayakan ke berbagai sektor, diantaranya untuk pengembangan budidaya pertanian, peternakan, perikanan, pertanian multi guna dan sebagainya. Adapun yang dimaksud dengan pertanian multi guna, yakni membudidayakan ternak domba atau kelinci, yang kotorannya diolah dan dimanfaatkan menjadi pupuk organic, sehingga dapat menyuburkan padi dan tanaman lainnya tanpa bahan kimia.
Dikatakannya, masing-masing kelompok tani yang mengajukan ingin mengikuti program tersebut, harus memiliki keinginan yang kuat dalam mengembangkan prospek pertaniannya. Yang penting, dari kegiatan tersebut dapat mendukung terhadap program pemerintah, yakni untuk menjadikan sektor pangan sebagai sektor riil andalan, khususnya di Kota Sukabumi umumnya di Indonesia.
Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan para petani dalam menggunakan bantuan tersebut, setiap tiga kelompok tani akan didampingi oleh seorang fasilitator, sekaligus menyemangati para kelompok tani, khususnya dalam membudidayakan produk pertaniannya. Dengan demikian, pemberian bantuan tersebut, selain dapat memenuhi kebutuhan para petani, juga dalam menggunakan bantuan tersebut tepat sasaran. Diharapkannya, dengan adanya bantuan tersebut, dapat meningkatkan perekonomian para petani, khususnya di Kota Sukabumi umumnya di Indonesia, sehingga para petani di Indonesia bisa hidup mandiri dan ber-swasembada. B.12 – Sumber Infokom Kota Sukabumi.
DINSOSTEK PB KOTA SUKABUMI TERIMA PENDAFTARAN CALON TRANSMIGRAN
Ditulis pada, 9 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA - Dalam rangka upaya memenuhi Program Pemindahan dan Penempatan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, menerima pendaftaran calon transmigran, untuk ditempatkan di Daerah Penempatan Transmigrasi UPT FIDA SP-6 Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.
Adapun persyaratan pendaftaran bagi warga masyarakat Kota Sukabumi yang berminat menjadi calon transmigran tersebut, seperti dikatakan Kerpala Dinsostek PB Kota Sukabumi, Drs. H. Saleh Makbullah, M.Si., yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berdomisili di Kota Sukabumi, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku, sudah berkeluarga yang dibuktikan dengan dengan Surat Nikah dan Kartu Keluarga, kecuali memiliki keakhlian khusus seperti tenaga akhli, guru, paramedis, dan rokhaniawan, serta bagi janda harus mengikutsertakan anak laki-laki dewasa.
Selanjutnya ber-usia 18 sampai dengan 45 tahun sesuai KTP, pendidikan minimal SD atau sederajat, sehat jasmani dan rokhani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter, tidak pernah terlibat tindak pidana yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian, serta belum pernah bertransmigrasi yang dibuktikan dengan Surat dari Lurah masing-masing calon transmigran, kecuali bagi transmigran yang meninggalkan tempat transmigrasi akibat terjadi kerusuhan sosial dan bencana alam.
Kemudian memiliki keterampilan sesuai yang dibutuhkan, seperti dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kerajinan dan pertukangan, memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi untuk bekerja keras demi memperbaiki ekonomi keluarga dan masyarakat, menandatangani Surat Pernyataan tentang Kesanggupan Melaksanakan Kewajiban Sebagai Transmigran, serta lulus seleksi yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus dari Panitia Seleksi.
Kepada warga masyarakat Kota Sukabumi yang berminat menjadi transmigran, agar segera mendaftar ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi, melalui Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jalan Pabuaran Nomor 41 Kota Sukabumi, pada setiap hari dan jam kerja.
Sedangkan pelaksanaan seleksi, pelatihan dan pengumuman lainnya akan diiformasikan kemudian. Sementara pelaksanaan penempatan transmigran, menurut rencana pada bulan Oktober atau Nopember 2009 mendatang. B-12 – Sumber Infokom Kota Sukabumi.
AIDS, Balita Meninggal
Ditulis pada, 9 Juni 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA - Penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi terus meningkat. Data di Kantor Dinkes Kota Sukabumi hingga awal Juni 2009 ini, tercatat jumlah penderita virus mematikan ini sudah mencapai 317 orang.
Dari jumlah penderita sebanyak itu, terdata 187 orang penderita AIDS. Bahkan ada di antaranya yang masih berusia di bawah lima tahun (balita) dan satu balita belum lama ini dinyatakan meninggal karena menderita AIDS.
“Balita malang yang diduga kuat tertular AIDS dari kedua orangtuanya itu meninggal seminggu lalu. Pasca kematian bayi laki-laki itu, kini petugas masih terus melakukan pemantauan terhadap ibu dan ayahnya. Pasalnya tidak menutup kemungkinan penyakit yang diderita pasangan suami istri tersebut dapat menular pada keluarga lainnya, ” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit, Menular (P2M) Dinkes Kota Sukabumi, dr. Rita Fitrianingsih ketika dihubungi “GM”, Sabtu (6/6).
Peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi membawanya pada urutan ketiga se-Jawa Barat. Provinsi Jawa Barat sendiri menduduki ranking pertama untuk jumlah penderita HIV/AIDS se-Indonesia. Diperkirakan hingga Apri 2009, jumlah penderita AIDS mencapai 2.682 orang. Sementara jumlah penderita yang terinfeksi HIV mencapai 1.838 orang.
“Kondisi ini, sangat perlu untuk segera disikapi secara saksama. Artinya penanganan masalah ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara menyeluruh dalam penanganannya,” katanya.
Apalagi rata-rata usia penderita relatif muda, 19-24 tahun. Walaupun ada sebagian kecil yang berusia di atas 40 tahun. Namun diperkirakan hanya 5%. “Bila melihat data penderita HIV/AIDS yang ada, sebagian besar didominasi kalangan usia muda,” katanya.
Diungkapkan, berdasarkan hasil analisis petugas khusus P2M Dinkes Kota Sukabumi, sebagian besar penderita HIV/AIDS disebabkan suntikan. Karena itu, upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan Badan Narkotika Kota (BNK). Keterlibatan BNK untuk menyosialisasikan bahaya narkoba
Lakukan penyisiran
Sementara itu, jumlah penderita HIV/AIDS di Kab. Sukabumi mencapai 141 orang. Padahal setahun sebelumnya hanya 97 orang. Terjadi kenaikan 40%. “Kami sangat mencemaskan kenaikan jumlah penderita HIV/AIDS ini,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinkes Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta.
Untuk mengantisipasi peningkatan penderita virus mematikan ini, Dadang mengungkapkan, pihaknya terus melakukan penyisiran. Langkah tersebut diharapkan mampu mendata jumlah penderita, terutama di kalangan umum. “Pemantauan dan pendataan secara terus-menerus diharapkan mampu memberi angka akurat. Langkah ini untuk memudahkan pembinaan dan pelayanan bagi penderita AIDS/HIV,” katanya. B.12 - Sumber GM.
ISTERI PRESIDEN RI MENURUT RENCANA AKAN RESMIKAN PENGGUNAAN RUMAH PINTAR
Ditulis pada, 30 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA (30/05) - Pembangunan Rumah Pintar yang berlokasi di jalan Cijangkar, tepatnya di Gang Setuju RW 6 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, menurut rencana penggunaannya akan diresmikan oleh Isteri Presiden RI, Hajah Ani Yudhoyono, pada tanggal 11 juni 2009 mendatang.
Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., pada hari Selasa, 26 Mei 2009, mengikuti rapat persiapan dan pertemuan di Jakarta, dengan para Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Adapun maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, yakni membahas rencana kunjungan Ibu Negara ke Kota Sukabumi, yang akan meresmikan penggunaan Rumah Pintar dan berbagai kegiatan lainnya. Diantaranya peletakan batu pertama pembangunan MCK Plus, penyerahan Motor Sehat, sarana kesehatan dan sebagainya.
Sedangkan kegiatan lainnya yang akan digelar dalam rangka rangkaian kunjungan isteri Presiden RI ke Kota Sukabumi tersebut, diantaranya seminar pendidikan yang akan diikuti oleh guru PAUD, TK dan SD se Kota Sukabumi. Seminar yang dijadualkan berlangsung pada tanggal 10 Juni 2009 mendatang ini, menurut rencana akan menghadirkan nara sumber, Ratna Megawangi.
Selain itu, juga akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan umum dan gigi gratis, penyuluhan pembuatan biopori dan praktik membuat pupuk kompos, serta penanaman bibit pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan Otista, jalan Cijangkar dan Hutan Kota.
Dikatakannya, pembangunan Rumah Pintar diatas tanah hibah seluas 100 meter persegi dari salah seorang warga masyarakat, Ahmad Jaenudin tersebut, menghabiskan dana sebesar 80 juta rupiah, sumbangan dari para Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Wakil Walikota Sukabumi menghimbau segenap aparat dan masyarakat, agar senantiasa pro aktif mendukung dan membantu, dengan senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, supaya pelaksanaan kunjungan Ibu Negara ke Kota Sukabumi tersebut, berjalan lancar sesuai harapan semua pihak. B b.12 ) Sumber Infokom










