Polisi Bekuk Pelaku Penggandaan Uang
Ditulis pada, 28 April 2010. dalam kategori: Berita Umum


SUKABUMI KOTA - Tiga pelaku penggandaan uang babak belur dihakimi massa di Kampung Tegal Tengah Desa Karang Jaya Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/4) siang. Mereka sempat dikejar warga karena dicurigai sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor. Dalam kondisi babak belur, tiga pelaku masing-masing Ab (40), As (35) dan Ce (35) sempat diamankan petugas Mapolsek Gegerbitung Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya membatah sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor. Tetapi jeratan hukum telah menanti menyusul pengakuan mereka yang telah membawa kabur uang sebesar Rp 30 juta. Uang sebesar itu mereka dapatkan dari hasil penipuan terhadap seorang warga di Kecamatan Sukaraja.
Tertangkapnya tiga pelaku penggandaan uang ini berawal dari aksi kebut-kebutan mobil Toyota Avanza warna silver yang ditumpanginya. Mobil ini sempat beberapa kali menyenggol motor ojek yang sedang mangkal di Kampung Cipari Cireunghas dan Puncak Sayang Kecamatan Gegerbitung. Pasalnya, mobil yang ditumpangi para pelaku seperti kesetanan akibat dikejar sebuah mobil lainnya yang menguntit dari belakang.
Aksi kejar-kejaran dua kendaraan itu seperti dalam sebuah adegan film. Akibat sempat menyenggol beberapa motor milik warga, beberapa tukang ojek ikut melakukan pengejaran. Bahkan beberapa diantaranya sempat melaporkan aksi kejar-kejaran dua kendaraan itu kepada aparat Polsek Gegerbitung.
Karena lintasan yang dilaluinya penuh lubang, mobil yang ditumpangi para pelaku akhirnya terjebak. Sejumlah anggota Polsek Gegerbitung tanpa basa-basi langsung menyergap ketiganya tanpa ada perlawanan. Sedangkan massa yang turut dalam aksi pengejaran sudah tampak emosi.
Tanpa dikomando, mereka menghajar ketiga pelaku saat ditangkap polisi. Pelampiasan emosi warga kembali ditumpahkan saat pelaku tiba di Polsek Gegerbitung. Sejumlah massa sempat memberikan hadiah bogem mentah tepat mengenai wajah ketiga pelaku.
2
Untuk penyidikan lebih lanjut, ketika pelaku akhirnya diserahkan ke Mapolsek Sukaraja. Kepala Polsek Sukaraja, AKP Suhendar mengaku perkara tiga pelaku yang ditangkap masih dalam penyelidikan dan penyidikan. ”Ketiganya masih dimintai keterangan, begitu juga dengan korban dugaan penipuannya,” kata Suhendar.
Hasil Pengembangan penyidikan sementara ketiga pelaku baru saja melakukan Tindak Pidana Penipuan di Sukaraja terhadap korban H. Bambang warga Komp Baleendah Kab. Bandung, Modus pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp. 50 jt untuk menyempurnakan uang miliknya sebesar Rp. 3,2 miliyar, korban dijanjikan akan dapat bagian Rp. 300 jt, namun setelah pelaku pergi yang didapat oleh korban hanya sebuah Tas yang didalamnya berisi uang mainan ( uang Palsu) dan Dus berisi air mineral.
Polisi pun bergerak cepat, selain mengamankan petiga pelaku, petugas berhasil mengamankan upal pecahan Rp 100.000 sebanyak 7.000 lembar atau senilai Rp 700 juta palsu, polisi juga mengamankan uang asli senilai Rp 20 juta dari para pelaku yang diduga merupakan sindikat jaringan penggandaan uang.
“Upal ratusan juta rupiah milik para tersangka itu sempat dibuang ke jurang di kawasan Gegerbitung, Kab. Sukabumi. Sedangkan uang asli sebesar Rp 20 juta milik korban, diamankan di Hotel ‘WS’ di Kec. Sukaraja,” ungkap Kapolsek Sukaraja, AKP Suhendar didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Ferry Pustiawan di Mapolsek Sukaraja, Rabu (21/4) siang kemarin.
Dikatakan Suhendar, upal ratusan juta itu diduga dipergunakan oleh tersangka untuk menipu calon korbannya. Upal yang telah dikepak satu gepoknya rata-rata Rp 10 juta sepintas seperti asli, diperoleh para pelaku dari Jakarta. Kini ketiga tersangka, yaitu Yed (46), warga Otista, Gang Lebak Pasir, Kota Bogor; Rah (45), warga Kp. Pisangan, Desa Cibaregbeg, Kec. Caringin; dan Hen (32), warga Kp. Banua, Desa Neglasari, Kec. Nyalindung, terpaksa menginap di Hotel Tahanan Sektor Sukaraja. ( H. Ma’ruf)
KAKEK HIB PERKOSA ABG
Ditulis pada, 26 April 2010. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA – Kakek bau tanah HIB, perkosa ABG. Kisah edan ini terjadi di Ds. Sasagaran Kec. Kebonpedes Kab. Sukabumi, seorang kakek HIB (60) ditangkap polisi, karena telah memperkosa dan mencabuli seorang ABG berusia 15 tahun yang masih tetangganya sendiri, September 2009 lalu, pengakuan kakek kepada polisi nekad melakukan pemerkosaan karena tergiur oleh kemolekan tubuh korban , aksi asusila tersebut dilakukan di rumah korban.
HIB, warga Tanah Putih Ds. Sasagaran Kec. Kebonpedes Kab. Sukabumi, ini tidak berkutik saat Senin (267/04) ditanyai oleh aparat Rw/rt setempat yang kemudian diamankan di Polres Kota Sukabumi. Kejadiannya bulan September 2009 saat pelaku menginap dirumah korban untuk menemani istrinya yang baru melahirkan, sang kakek sekitar pkl. 01.00 dinihari melihat korban Bunga (bukan nama sebenarnya) dan hasratnya tidak tahan kemudian memperkosa dan mencabuli Bunga. Namun sebelum hajatnya tuntas, sang istri terbangun sehingga pelaku kabur.
Awalnya orang tua korban curiga karena anaknya sering murung dan terkadang menangis sendiri. setelah didesak, korban mengaku telah diperkosa pelaku Kakek HIB.
Saat dikomfirmasi pelaku HIB mengaku telah menggagahi korban, Tersangka mengungkapkan, nekad melakukan pemerkosaan karena tergiur oleh kemolekan tubuh korban ditambah istrinya baru melahirkan. Tersangka mengaku sempat panik jika aksinya terbongkar, sehingga kabur ke Sukabumi bagian Selatan.
Untuk kepentingan penyidikan,Kakek HIB kemudian digelandang ke Mapolres Kota Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan. Akibat aksi bejadnya tersangka akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman mencapai 15 tahun kurungan penjara.
Dari 16 SMA, Hanya 5 SMA di Kota Sukabumi yang Lulus 100%
Ditulis pada, 26 April 2010. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi, Berita Umum, Seputar Kota Sukabumi
>>Radar Sukabumi, 26 April 2010
Di Kota Sukabumi, persentase kelulusan UN tingkat SLTA mencapai 99 persen. sedang SMK 97 persen. Kadisdik Kota SukabumiSanusi Harjadireja mengatakan dari 35 sekolah penyelenggara UN, hanya 11 sekolah yang pesertanya dinyatakan lulus 100 persen.
“Berdasarkan data hasil kelulusan UN yang kami terima dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). Dari 16 SMA yang menyelenggarakan UN di Kota Sukabumi, hanya 5 Sekolah yang lulus 100 persen. Sedangkan dari 19 SMK yang lulus 100 persen hanya 16 sekolah saja,” terangnya.
Namun, sayangnya sanusi tidak mau menyebutkan berapa jumlah pelajar yang tidak lulus UN. Menurutnya UN SMA/MA dan SMK yang diselenggarakan selama lima hari mulai senin 22 Maret 2010 hingga 26 Maret 2010 lalu tersebut, diikuti 5.749 peserta. terdiri dari peserta SMA 2.543 orang, MA 414 orang dan SMK 2.837 orang.
“saya berharap bagi pelajar yang tidak lulus supaya segera mendaftarkan diri mengikuti ujian ulangan yang akan diselenggarakan 10-14 Mei 2010,” katanya.
Saat ditanya apabila tidak juga lulus di ujian ulangan, bagaimana nasib peserta UN yang tidak lulus ini? Uci (panggilan akrab Sanusi Harjadireja, red) menjelaskan, jika mereka tetap tidak lulus dalam ujian ulangan, maka dalam ujian ulangan, maka disarankan untuk mengikuti ujian paket C kesekolah masing-masing atau mendaftar langsung ke pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
“karena ujian paket C itu hasilnya setara dengan SMA/MA/SMK,” Ulasnya.
Pihaknya menghimbau bagi siswa/siswi yang tidak lulus agar memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti Paket C dan B, dan bagi yang telah lulus sekolah diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saya juga berpesan kepada siswa/siswi yang lulus agar pada saat pengumuman nanti tidak mencoret-coret pakaian sekolahnya. dan tidak melakukan konvoi kendaraan di jalan raya pungkasnya.(veg/sri)
Maling Motor Dihakimi Masa
Ditulis pada, 21 April 2010. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA – Mamat (40), warga Selajambe Cisaat Kab. Sukabumi, salah satu dari tiga pelaku maling motor di Gading kencana Blok B 1 No. 1A Rt.07/15 Kel. Karang tengah Kec. Gunung puyuh Kota. Sukabumi. berhasil ditangkap oleh pemilik motor yakni Iyus Rusmin bersama warga komplek perum Gading kencana Selasa (20/04) pukul. 05.00 pagi. Pelaku Mamat tertangkap tangan saat sedang mencuri kendaraan Sp. Motor SUZUKI SPIN No Pol F 5667 SM, warna hitam putih, tahun 2007 yang sedang diparkir di depan rumah korban.
Sementara dua pelaku lainnya, teman Mamat berhasil lolos menggunakan kendaraan Sp. Motor lainnya, tak ayal Mamat yang berhasil tertangkap tangan akhirnya menjadi bulan-bulanan warga setempat. Wajahnya babak belur berlumuran darah dipukuli massa yang jengkel akan aksinya. Beruntung tak lama kemudian datang petugas Patroli Polisi dari Polsek Gunungpuyuh dan mengamankan pelaku.
Kapolsek Gunung Puyuh AKP Anun Suryana saat ditemui mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menangamankan pelaku Curanmor serta sudah mengetahui identitas seorang pelaku lainnya yang berhasil kabur. Menurutnya pihaknya kini menelusuri kemungkinan para pelaku adalah anggota sindikat kawanan pencuri motor yang kerap beraksi di wilayah Gunung Puyuh Sukabumi. “Kita sedang kembangkan ke arah sana. Pokoknya dua pelaku lain sudah kita kantongi identitasnya dan akan kita bekuk,” ujarnya ( H. Ma’ruf )
PRIMKOPPOL POLRES KOTA SUKABUMI LAKSANAKAN RAT TAHUNAN 2010
Ditulis pada, 21 April 2010. dalam kategori: Berita Umum


SUKABUMI KOTA - Koperasi merupakan wadah pengembangan usaha yang patut didukung, karena koperasi merupakan badan usaha dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Hampir di setiap Dinas, Badan, Kantor, Lembaga, selalu mempunyai Koperasi, salah satunya Primer Koperasi Kepolisian Resor Kota Sukabumi.
Koperasi Kepolisian berbeda dengan koperasi yang lain yang ada di masyarakat. Dimana, setiap pinjaman anggota akan dipotong dari gaji setiap bulannya Jumlah pinjaman diatur dalam aturan sesuai dengan kesepakatan dalam Rapat Anggota Tahunan ( RAT), untuk Golongan II/ Bintara batas pinjaman maximal Rp. 6.000.000, bagi Bintara Tinggi batas pinjaman maximal Rp. 7.500.000, sedangkan untuk Perwira batas pinjaman maximal Rp. 10.000.000, dan dari hasil kegiatan usaha simpan pinjam maupun Pertokoan selama tahun 2009, Primer Koperasi Kepolisian Resor Kota Sukabumi berhasil mendapatkan Keuntungan/ SHU bersih mencapai Rp. 139.699.721 dan akan dibagikan kepada anggota menjelang Lebaran Idul Fitri 1431 H yang akan datang.
Sebagai lembaga Koperasi yang patuh dan tunduk pada ketentuan UU Perkoperasian, Primkoppol Resort Kota Sukabumi dalam pelaksanaan RAT, selalu mengundang instansi/lembaga terkait. “Setiap musyawarah, pengurus selalu mengundang semua lembaga yang terkait, baik itu Dekopinda, Dinas Koperasi sehingga laporan pengurus dapat diketahui oleh yang lain. Dan bila ada sesuatu kesalahan dapat di pertanggungjawabkan. ( H. Ma’ruf )
PENDAFTARAN PENDIDIKAN PERWIRA AKADEMI KEPOLISIAN TAHUN ANGGARAN 2010
Ditulis pada, 16 April 2010. dalam kategori: Berita Umum
PENDAFTARAN PENDIDIKAN PERWIRA AKADEMI KEPOLISIAN TAHUN ANGGARAN 2010
Kepolisian negara Republik Indonesia memberikan kesempatan kepada pemuda pemudi warga negara Indonesia untuk menjadi perwira polisi melalui Pendidikan Perwira Akademi Kepolisian (AKPOL) Tahun anggaran 2010. Adapun beberapa persyaratan untuk dapat masuk menjadi Perwira Akademi Kepolisian yang harus dipenuhi. Pada saat pendaftaran calon datang sendiri, dengan menunjukkan Dokumen Asli dan masing-masing membawa 1 (satu) lembar foto copy (dilegalisir) sebagai berikut :
a. Surat permohonan ditulis tangan dengan huruf balok diatas kertas bermaterai.
b. Ijasah / STTB SD, SMP, SMA / SMU / MA (foto copy telah dilegalisir oleh Diknas Kab / Kodya atau sekolah setempat).
c. Ijasah S1 / S2 yang telah terakreditasi BAN PT (foto copy dilegalisir dari Universitas masing-masing).
d. Transkip Akademik ( foto copy dilegalisir dari Universitas masing-masing).
e. Foto copy Surat Keputusan atau Sertifikat Akreditasi BAN PT yang telah dilegalisir dari Universitas masing-masing.
f. Buku Rapor SD, SMP, SMA / SMU / MA (foto copy dilegalisir dari Kepala Sekolah masing-masing).
g. Daftar Nilai HUAN (foto copy telah dilegalisir oleh Diknas Kab / Kodya atau sekolah setempat).
h. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres Setempat (lampirkan foto copy yang telah dilegalisir dari Polres yang menerbitkan).
i. Akte Kelahiran / Surat Kenal Lahir (lampirkan foto copy yang telah dilegalisir dari Dinas Kependudukan setempat).
j. Surat Keterangan Sehat dari Institusi Kesehatan diluar Polri (Puskesmas / RS Umum) lampirkan foto copy yang telah dilegalisir).
k. KTP Calon (Domisili di wilayah Hukum Polda Jabar min 1 (satu) tahun) foto copy dilegalisir Kecamatan setempat.
l. KTP Orang Tua / Wali dan Kartu Keluarga (foto copy dilegalisir Kecamatan setempat).
m. Pas Photo Ukuran 4 x 6 sebanyak 20 lembar (hitam putih).
n. Pas Photo Close Up setengah badan menghadap kedepan ukuran Post Card / 3 R latar belakang warna merah sebanyak 2 lembar.
o. Seluruh berkas dimasukan kedalam 2 (dua) Map terpisah: 1 map berisi dokumen asli.
1 map berisi dokumen foto copy.
Persyaratan lainnya yang harus dipenuhi :
1. Sumber SMA / SMU / MA Jurusan IPA / IPS dengan Nilai Rata-rata HUAN Min 6,5 untuk IPA dan 7 untuk IPS.
2. Calon yang mempunyai Visus Mata maks -1 (minus 1) dapat dikoreksi menjadi normal menggunakan HUAN rata-rata 6,75 untuk IPA dan 7,25 untuk IPS.
3. Calon lulusan tahun 2010 ( kelas III ) menggunakan nilai rata-rata Rapor kelas III Semester 1 min 7 untuk IPA dan 7,25 untuk IPS yang disahkan oleh Kepala Sekolah dan selanjutnya menggunakan Surat Tanda Kelulusan dengan kriteria lulus.
4. Umur / usia pada saat Pembukaan Dik Taruna Akpol TA 2010 Min 16 (enam belas) tahun dan usia maksimal :
- SMA/SMU/MA : 21 (dua puluh satu) tahun
- Sarjana : 22 (dua puluh dua) tahun
5. Tinggi badan :
- Pria : 163 cm
- Wanita : 160 cm
Pendaftaran dibuka tanggal 03 Mei s.d 07 Juni 2010 pukul 08.00 s.d 15.00 WIB bertempat di Subbag Dalpers Biro Personel Polda Jabar Jl. Soekarno-Hatta No. 748 Bandung, Telp 022-7800011 – 12 psw 296 / 022-7811386.
VISI WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SUKABUMI DITETAPKAN MELALUI PERDA KOTA SUKABUMI NOMOR 7 TAHUN 2008
Ditulis pada, 16 April 2010. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA - Visi Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi periode tahun 2008-2013, ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2008, Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008-2013, yakni Dengan Iman dan Taqwa Mewujudkan Pemerintahan yang Amanah Berparadigma Surgawi, Menuju Kota Sukabumi yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera, baik lahir maupun batin, dilandasi nilai-nilai fhilosofis, Sidiq, Tabligh, Amanah, Fathonah.
Seperti ditandaskan Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., dan Wakil Walikota Sukabumi, Doktor H. Mulyono, M.M., pemerintahan yang amanah dan berparadigma surgawi mengandung konsekuensi, bahwa segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, serta memiliki pola pikir dan pola tindak, yang didasarkan pada norma-norma agama, hukum, dan sosial. Ditandaskan pula, melalui visi tersebut, diharapkan pada akhir Tahun 2013 dapat tercapai kondisi masyarakat yang Cerdas, Sehat dan Sejahtera.
Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, yang dimaksud dengan Cerdas, yakni semakin meningkatnya taraf pendidikan masyarakat Kota Sukabumi pada akhir tahun 2013, sehingga dapat menuntaskan Wajib Belajar Pendidikan atau Wajardik 12 tahun, dengan biaya sekolah yang terjangkau, serta didukung oleh kualitas manajemen pendidikan dan kualitas tenaga kependidikan, tumbuh dan berkembangnya minat baca, di berbagai lapisan masyarakat.
Sedangkan yang dimaksud dengan Sehat, yakni meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kota Sukabumi, sehingga semakin memiliki kemampuan untuk meningkatkan produktifitasnya, serta dapat berpartisipasi penuh dalam proses mencari penghasilan dan kehidupan yang layak.
Sementara yang dimaksud dengan Sejahtera, yakni semakin meningkatnya kualitas kehidupan ber-agama, serta semakin dijunjungnya nilai-nilai religius dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, termasuk meningkatnya toleransi kehidupan ber-agama dalam masyarakat, dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat, serta perluasan lapangan kerja dan daya beli masyarakat. Dengan demikian, masyarakat Kota Sukabumi mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan, termasuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
( sumber Infokom Pemda Kota Sukabumi))
Kapolda Pantau Persiapan Pilkada
Ditulis pada, 16 April 2010. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA - Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Drs. Timur Pradopo, Kamis (15/4) meninjau langsung persiapan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sukabumi 2010. Orang nomor satu ditubuh kepolisian di Jawa barat ini, mengunjungi mako Polres Sukabumi di Palabuhanratu untuk mengecek persiapan personil dalam pengamanan Pilkada 27 Mei mendatang.
Turut mendampingi dalam kunjungan kerja Kapolda, antara lain jajaran Polwil Bogor, Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono M.Si, Kapolres Sukabumi AKBP Herukoco, Ketua KPUD dan Sekretaris KPUD Kabupaten Sukabumi.
“Polisi akan mengamankan pilkada secara utuh. Tapi tugas pengamanan tidak hanya tertumpu pada polisi saja, masyarakat juga punya tanggungjawab dalam pelaksanaan kampanye nanti agar damai, aman, serta bisa berjalan lancar,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Timur Pradopo, usai melakukan kunjungan kerja melihat persiapan pelaksanaan Pilkada, Kamis (15/4) di mako Polres Sukabumi.
Menurutnya, tim sukses pasangan calon yang ikut Pilkada, harus mampu meredam situasi ketika kampanye berlangsung. Hindari hal yang bisa membuat suasana tidak aman di tengah-tengah masyarakat. Karena tim sukses merupakan bagian dari masyarakat yang tidak dipisahkan.
Dalam hal pengamanan nanti lanjutnya, akan ada penambahan personil dari Polda, tapi disesuaikan dengan kebutuhan. “Kalau diminta penambahan personil dalam mengamankan Pilkada, kita siap bantu berapapun kebutuhan Polres,” tandasnya.
Empat Imigran Afhganistan Kabur
Ditulis pada, 16 April 2010. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA - Empat Warga Negara Asing (WNA) yang ditengarai sebagai imigran berkebangsaan Afghanistan kabur setelah menjebol teralis besi di ruang karantina Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi di Jalan Lingkar Selatan (Lingsel) Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Kamis (15/4) pukul 10.00 WIB.
Namun tiga jam kemudian dua dari empat WNA yang kabur itu kembali diamankan petugas Imigrasi yang bekerjasama dengan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sukabumi di Jalan Pasundan Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi.
Keempat imigran Afghanistan itu diserahkan dari jajaran Polres Sukabumi pada Rabu (14/4) malam. Keempanya merupakan bagian puluhan WNA yang diamankan dari perairan laut Desa Mandra Jaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas gabungan dari Kantor Imigrasi Sukabumi dengan Polresta Sukabumi dan Polres Sukabumi masih melakukan pengejaran terhadap dua WNA yang kabur. Diduga kedua WNA melarikan diri ke wilayah Selatan Sukabumi.
Keterangan yang dihimpun Jurnal Bogor dijelaskan keempat WNA itu rencananya akan diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kalideres Jakarta pada Kamis siang. Namun saat para petugas kantor Imigrasi sedang melakukan rapat koordinasi, keempatnya kabur setelah menjebol teralis besi.
Keempatnya akan menyusul 27 WNA yang telah dikirim ke Rudenim Kalideres, Rabu (14/4) sore. Puluhan WNA tersebut diamankan Polres Sukabumi saat akan menyeberang ke Australia di perairan pantai Desa Mandra Jaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/4) malam dan Rabu (14/4) dini hari. ( sumber jurnal Bogor )
Rosid Meninggal di Podium Lapang Merdeka
Ditulis pada, 9 April 2010. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI, KOTA - Rosid (60) pedagang balon warga Kampung Paturaman Desa Pasir Hayam Kecamatan Cianjur Kota Kabupaten Cianjur, Kamis (8/4) diotemukan dalam kedaan tewas mengenaskan. Laki-laki separuh baya itu, meninggal dunia diduga karena sakit yang selama ini dideritanya.
Jasad korban ditemukan warga persis di podium kehormatan Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi. Podium yang kerap dipergunakan kegiatan Upacara seremonial para pejabat di lingkungan Pemkot menjadi saksi bisu kematian pedagangan mainan itu.
Korban sebelum meninggal, berjualan balon di seputar lapang Merdeka saat sedang berlangsung kegiatan keramaian pentas lumba-lumba. “Saya baru mengetahui bapak meninggal ketika saya tengah berjualan. Warga di sana langsung memberitahukan, saya menyangka saat itu bapak tengah tertidur pulas,” kata anak korban Saepullah (15). Tak berlangsung lama petugas Kepolisian Resor Kota Sukabumi datang ke Tempat Kejadian Perkara dan melakukan olah TKP kemudian mengirimkan jenazah korban ke RSU R. Syamsudin SH Sukabumi guna penyelidikan lebih lanjut.









