Rumah Ambruk, Pasutri Tewas Seketika
Ditulis pada, 9 Maret 2010. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA – Akibat terkikis longsor sebuah rumah warga kampung Cileles, Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi ambruk, mengakibatkan sepasang suami istri (pasutri) lanjut usia Utom, 75 tahun dan istrinya Ny. Mariam, 65 tahun tewas tertimbun reruntahan rumahnya Senin (08/03) tengah malam.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pasangan suami istri tersebut sewaktu sedang terlelap tidur tanpa disadari rumahnya terkikis longsor diterjang derasnya aliran sungai sehingga ambruk. Hujan yang turun semalam, memang cukup besar dan membuat aliran sungai sangat deras. sehingga rumahnya ambruk, keduanya tidak bisa menyelamatkan diri.
“ Akibat hujan deras, fondasi rumah pa Utom tidak kuat menahan derasnya air aliran sungai sehingga terkikis, Saat kejadian korban yang sedang tidur, tertimpa bongkahan bangunan rumah dan tewas seketika,” ujar Ujang, salah seorang warga Kampung Cileles.
Korban Tanah Longsor Dimakamkan Berdampingan
Ratusan warga masyarakat mengantar jenazah kedua korban bencana tanah longsor ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Babakan Jampang. Jasad pasangan suami istri (pasutri) Ny. Mariam dan suaminya, Utom (69) dimakamkan, Selasa (9/3) secara berdampingan. Turut hadir bapak Wakil Wali Kota Sukabumi, Drs. H. Mulyono MM dan beberapa pejabat Pemerintah Kota Sukabumi lainnya.
Isak tangis keluarga korban mengiringi kepergian pasutri tersebut. “Kami merasa prihatin dengan meninggalnya dua korban bencana kali ini. Kami berharap peristiwa ini dapat meningkatkan kewaspadaan warga lainnya. Terutama warga yang bertempat tinggal di bantaran sungai dan beberapa titik rawan bencana tanah logsor,” kata Mulyono. ( Hmf – B.12)
Acen ditemukan Mengambang di Kolam Ikan
Ditulis pada, 9 Maret 2010. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA – Hampir tiap tahun di wilayah Cisaat Kab. Sukabumi terjadi peristiwa anak tenggelam di kolam ikan, seperti yang terjadi Minggu (7/3) siang kemarin, Zaenal Abidin alias Acen bin Budi ( 6 tahun ), ditemukan dalam keadaan tak bernyawa mengambang dikolam ikan di Kp. Cikiray Rt.04/10 Ds.Sukamanah Kec.Cisaat Kab.Sukabumi
Sehari sebelum ditemukan tewas, korban pada hari Sabtu (06/03) sekitar pukul 10.00 siang keluar rumah untuk bermain, kemudiaan tanpa sepengetahuan orang tuanya diduga korban tertarik melihat jernihnya kolam berukuran 30 X 15 meter persegi langsung buka baju dan mandi, namun ternyata kolam ikan milik Sdr. Ismet cukup dalam dan korbanpun tenggelam tanpa ada yang melihatnya. Orang tua korban mencemaskan anaknya yang hingga sore belum juga pulang, kemudian bersama warga berusaha mencari-cari korban hingga larut malam, namun upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Baru pada hari Minggu korban ditemukan dalam keadaan mengambang di kolam milik Ismet.
Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian dijelaskan bahwa korban Zaenal Abidin alias Acen pertama kali ditemukan seorang warga bernama Supratman yang saat itu sedang mengontrol kolam pada Minggu (7/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat ditemukan jasad korban dalam keadaan mengambang, posisinya telungkup di pinggir kolam ikan. dengan kondisinya sudah tidak bernyawa. Awalnya Supratman tidak yakin bahwa yang mengambang itu jasad Acen yang dicari-cari sejak Sabtu sore oleh keluarga dan warga setempat. Namun, setelah dilihat secara seksama ternyata jasad yang mengambang di kolam itu adalah jasad Acen yang sempat menghilang kurang lebih 20 jam. Supratmanpun bergegas memberitahukan temuan jasad korban kepada warga setempat. Teriakan histeris ibu kandung, sanak saudara dan tetangga korban tak terbendung ketika menyaksikan jenazah korban saat dievakuasi oleh warga ke rumahnya.
Informasi penemuan jenazah Acen yang tenggelam di kolam cepat menyebar ke seluruh pelosok perkampungan di Desa Sukamanah Kecamatan Cisaat, bahkan beritanya langsung sampai ke Polsek Cisaat, tidak lama kemudian anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Cisaat dan Satuan Reskrim Polres Kota Sukabumi yang mendapat informasi langsung menuju ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.
Kejadian serupa hampir tiap tahun menimpa anak-anak di Cisaat, seperti yang terjadi pada pertengahan tahun 2009 lalu menimpa dua anak yang ditemukan tewas di kolam ikan di lokasi dan waktu berbeda di wilayah Kabupaten Sukabumi Korbannya, Padlah (6) seorang bocah Warga Kampung Cibatu Tengah RT 25 RW 09 Desa Nagrak Kecamatan Cisaat ditemukan tewas dan mengambang di sebuah kolam di dekat rumahnya dan seorang anak lainnya yang masih di bawah usia lima tahun (balita), Laila Nur Fitri (1,5 tahun) juga ditemukan tewas mengambang di kolam, ( Hmf – B.12)
Akibat Ganja, mantan petinju ditangkap Polisi
Ditulis pada, 6 Maret 2010. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA - Seorang mantan atlet tinju yang pernah menyabet juara nasional pada kejurnas tahun 1983, Ja (50) harus berurusan dengan aparat Satuan Narkoba Polres Kota Sukabumi, Senin (1/3) malam. Pasalnya, bapak empat anak ini diduga terlibat dalam peredaran daun Ganja di wilayah hukum Polres Kota Sukabumi.
Hal ini terbukti setelah polisi menggerebek rumahnya di Kp. Ciseureuh Kel. Karang Tengah Kec. Gunung Puyuh Kota Sukabumi. Di dalam rumah tersangka petugas menemukan 2 paket daun ganja kering siap edar. Polisi yang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kemudian berkembang bahwa barang haram tersebut didapat dari Den alias Kebo (31) warga Kp. Bojong Kuring Desa dan Kec. Cibadak Kab.Sukabumi. tak lama kemudian petugas langsung bergerak ke Cibadak dan berhasil membekuk Den alias Kebo, berikut barang bukti 2 paket daun ganja kering ukuran sedang.
Ja pada tahun 1983 pernah berhasil menjadi juara tinju nasional kelas menengah ringan kemudian pada tahun 1985 hanya meraih sebagai juara III nasional, bahkan pernah menjadi pendonor darah sampai 75 kali dan mendapatkan Pin Emas dari istana Negara, saat ini mengaku tidak mempunyai pekerjaan tetap dan untuk menghidupi keluarganya setiap harinya berprofesi sebagai Calo penumpang angkutan bogoran, namun belakangan ini kecanduan Narkoba.
“ Saya tidak punya pekerjaan tetap, untuk menutupi kebutuhan keluarga terpaksa menjadi calo angkutan bogoran, dulu saya hanya mengkonsumsi miras, tapi sekarang saya jadi tertarik ngisap ganja “ aku Ja saat ditemua di ruang tahanan Polrtes Kota Sukabumi Sabtu (06/03).
Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si melalui Perwira Humas Kompol Sumarta Setiadi, MH didampingi Kasat Narkoba AKP Kuslin saat ditemua membenarkan terhadap penangkapan kedua tersangka ini,. “ Mereka akan kami jerat dengan pasal 111 ayat 1 dan atau pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun,” beber Kuslin. ( Hmf – B.12 )
Polisi ringkus mantan Polisi
Ditulis pada, 5 Maret 2010. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA – Setelah setahun lebih menganggur karena diberhentikan dengan tidak hormat ( PTDH) dari dinas Kepolisian, Has (22), Kamis (4/3) diringkus petugas Reskrim Polsek Citamiang karena diduga menjadi pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor roda 2) dan handphone (HP), di beberapa tempat di Kota Sukabumi.
Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan dua unit sepeda motor serta sebuah HP yang diduga hasil dari kejahatan. Kini tersangka berikut barang bukti diamankan di Mapolsek Citamiang. aksi tersangka berhasil dibongkar petugas Reskrim setelah menerima pengaduan dari sejumlah korban. Selanjutnya petugas melakukan pengembangkan ke lapangan. Petugas berhasil meringkus tersangka Has ketika sedang naik ojek di bilangan Cisarua, Desa Warnasari, Kec./Kab. Sukabumi, Kamis (4/3) siang
Tersangka berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Citamiang guna proses penyidikan lebih lanjut, ketika ditanya petugas, tersangka Has mengakui bahwa dirinya telah mencuri beberapa unit kendaraan bermotor dan melakukan penipuan dua buah telepon genggam
“Motor hasil curian ini dijual ke penadah di Sukabumi. Satu unit motor dijual seharga Rp 900.000-Rp 1,5 juta. Uangnya digunakan untuk berfoya-foya dengan pacar,” kata tersangka.
Tersangka mengaku terpaksa mencuri setelah dicopot sebagai anggota polisi di lingkungan Polresta Sukabumi, sekitar 1,5 tahun lalu. Menurutnya, ia tidak memiliki pekerjaan tetap alias menganggur. ” Setelah dipecat saya sangat terdesak kebutuhan hidup sehari-hari. Termasuk kebutuhan uang untuk berfoya-foya dengan kekasih,” ungkapnya.
Kapolsek Citamiang, AKP Dedi Sudrajat S.Sos didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Sahidin, membenarkan bahwa tersangka Has diringkus karena diduga telah melakukan serangkaian aksi kejahatan di beberapa tempat di Sukabumi. ( Hmf –B.12)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Di Polres Kota Sukabumi
Ditulis pada, 5 Maret 2010. dalam kategori: Seputar Polri




SUKABUMI KOTA - Bertempat di Graha Rekonfu, Jum’at (5/03) pagi Polres Kota Sukabumi telah melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono, M.Si.
Kabag Binamitra Komisaris Polisi Sumarta Setiadi SH, MH selaku ketua panitia menjelaskan bahwa dalam acara peringatan Maulid ini diikuti oleh Para Kabag, Para Kasatfung, Kapolsek, /Kanit/Kaur/Bensat, dan anggota Polres - Polsek jajaran Polres Kota Sukabumi serta sejumlah anggota Bhayangkari. Bertindak sebagai penceramah Bripka KH Jujun Junaedi, dengan mengambil tema “ Dengan meneladani kepribadian Rasululloh SAW, kita wujudkan kultur Polri yang Profesional, bermoral, modern dan dipercaya masyarakat”. “
Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono, M.Si. dalam sambutannya mengajak kepada seluruh anggota Polres Kota Sukabumi, untuk senantiasa ihlas dalam mengemban tugas sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tentunya dengan mencontoh kepribadian Nabi Muhammad SAW, yaitu benar dan jujur, Tablig, dapat dipercaya dan pandai atau pintar.
“Dalam pribadi Nabi besar Muhammad SAW, memiliki sifat Sidik, Tablig, amanah, dan fatonah, untuk itu sebagai insan Bhayangkara yang beriman mari kita untuk senantiasa dapat mengambil hikmah dari pringatan Maulid Nabi ini sebagai tauladan dalam melaksanakan tugas sehari-sehari dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat secara professional”. Jelas Kapolres Kota Sukabumi.
Dalam ceramahnya KH Jujun Junaedi, menyampaikan bahwa kita sebagai anggota Polri dalam kehidupan sehari-hari dan dalam melaksanakan tugas, untuk selalu dapat meneladani Nabi Muhammad SAW sehingga kita bisa selamat di dunia dan akhirat serta diberi kemudahan dalam melaksanakan tugas” ( Hmf – B.12 )
Puluhan Pelajar Bangor Dirazia Polisi
Ditulis pada, 4 Maret 2010. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA - Sedikitnya 21 orang pelajar dari sekolah kejuruan swasta di Sukabumi terpaksa diamankan pihak kepolisian Resor Kota Sukabumi karena diduga berpotensi tawuran Kamis (04/03) siang, di jalan Bhayangkara Sukabumi tepatnya di dekat gang titiran kecamatan Gunungpuyuh Sukabumi.
Kabag Binamitra Polres Kota Sukabumi Kompol Sumarta Setiadi SH, MH dan beberapa anggotanya sewaktu memantau perkembangan situasi di seputar jalan Bhayangkara melihat sekelompok pelajar di pinggir jalan dan tindak-tanduknya mencurigakan karena belum waktunya bubaran sekolah. Mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas terhadap kelompok anak sekolah tersebut, petugas pun turun dari kendaraan, namun tiba-tiba ada salah satu pelajar yang membuang tasnya, setelah diperiksa ternyata didalamnya kedapatan sebilah Clurit, ahirnya polisi membawa ke 21 pelajar bangor tersebut ke Polres Kota Sukabumi. “ Kami melihat gelagat yang mencurigakan terhadap sekelompok pelajar yang keluyuran pada jam sekolah, benar saja ada yang kedapatan membawa Clurit, terpaksa kami bawa mereka ke kantor untuk didata lebin lanjut “ ujar Sumarta saat ditemui di kantor.
Anehnya setelah ditanya satu persatu ternyata para pelajar tersebut mengaku sedang libur, tetapi kenapa memakai pakaian seragam sekolah, alasannya untuk mengirit-irit ongkos naik kendaraan dan bila perlu dapat naik truck yang lewat secara gratis. “ Saya pakai baju seragam biar dapat naik angkutan murah atau gratis dan mau ketemuan dengan cewe kenalan barunya di Cisaat” aku Gunawan, 18 th pelajar kelas I SMK warga Cisolok Kab. Sukabumi, aya-aya wae, dasar anak-anak bangor. ( Hmf-B.12)
Anggota Babinkamtibmas Laksanakan Pelatihan Binamitra
Ditulis pada, 3 Maret 2010. dalam kategori: Seputar Polri




SUKABUMI KOTA : Dalam rangka meningkatkan kinerja anggota Polres Kota Sukabumi, Rabu ( 03/03 ) Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si melalui Kepala Bagian Binamitra Komisaris Polisi Sumarta Setiadi SH, MH, mengadakan pelatihan Binamitra terhadap seluruh Babinkamtibmas jajaran Polres Kota Sukabumi, bertempat di Graha Rekonfu Polres Kota Sukabumi
Pelatihan yang berlangsung selama sehari tersebut menyangkut tentang peningkatan kinerja para Babinkamtibmas untuk senantiasa berada ditengah-tengah masyarakat dan menempatkan dirinya sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat sesuai dengan Komitmen Polri untuk senantiasa terus membangun kepercayaan (Trust Building), kemitraan dan kerjasama (Partnership Building dan Networking Building) serta pencapaian pelayanan prima (strive for excelent) kepada masyarakat.
Selain itu Pelatihan binamitra yang diberikan kepada 91 Babin diantaranya meliputi tugas-tugas di fungsi binamitra yang meliputi perkap no 7 tahun 2008 tentang pedoman dasar strategi dan implementasi pemolisian masyarakat (Polmas) dalam penyelenggaraan tugas polri serta materi tentang standar pelaksanaan polmas. ( Hmf – B.12)
Alap-alap Motor, Usai Nikah Ditangkap Polisi
Ditulis pada, 3 Maret 2010. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA - Maksud hati untuk bisa berbulan madu dengan gadis pujaannya, namun niatnya tak kesampaian yang didapat malah harus mimpi indah dan terpaksa harus menghabiskan malam pertamanya di Tahanan Polsek Gunungpuyuh. Apes betul nasib SN, warga Kp. Ciseureuh Tengah Desa Sukaresmi Kec. Cisaat Kab.Sukabumi, ia ditangkap oleh polisi beberapa menit usai melangsungkan akad nikah di kantor KUA Kecamatan Gunungpuyuh karena terlibat aksi pencurian belasan unit kendaraan Speda Motor ( Curanmor R.2) berbagai merk yang sering terjadi di wilayah Sukabumi.
Alap-alap motor berusia 19 tahun ini saat ditangkap masih lengkap memakai baju penganten dan akan menjadi raja sehari, tanpa disadari olehnya di seputar kantor KUA sudah stanby beberapa petugas Polisi yang sedang mengincarnya dengan dipimpin langsung oleh Kapolsek Gunung puyuh AKP Anun Suryana, tak lama kemudian begitu proses ijab kabul pernikahan selesai dilaksanakan, para petugaspun tak mau ambil resiko dan langsung menangkapnya.
Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si melalui Perwira Humas Kompol Sumarta Setiadi, MH dengan didampingi Kapolsek Gunung puyuh AKP Anun Suryana, saat dikonfirmasi disela-sela pemantauan pengamanan pendaftaran Calon Bupati Sukabumi Rabu (3/3) menjelaskan bahwa terbongkarnya jaringan curanmor spesialis roda dua ini bermula dari laporan sejumlah korban yang mengaku kehilangan sepeda motor miliknya. Berbekal laporan itu, selanjutnya petugas melakukan pengembangan ke lapangan dan didapat informasi bahwa pelakunya akan melangsungkan pernikahan.
Polisi yang mengintai alap-alap motor ini sejak pagi dengan sabar stanby di kantor KUA dan membiarkan sambil menyaksikan prosesi pernikahan berlangsung dengan lancar, setelah itu baru menangkapnya. “ Tersangka SN ditangkap petugas kami seusai melaksungkan pernikahan, saat ini masih dalam proses penyidikan dan pengembangan “ jelas Kapolsek Gunungpuyuh.
Selain SN, petugaspun berhasil menangkap pelaku curanmor lainnya HG alias Dadan, 18 th warga Kel. Karangtengah Kec. Gunungpuyuh Kota Sukabumi, ybs ditangkap setelah SN mengakui kejahatannya dilakukan bersama-sama dengan GH, sedangkan tiga pelaku lainnya yang nama-nama sudah dikantongi oleh Polisi masih dalam pengejaran.
Menurut pengakuan tersangka SN, belasan unit motor hasil curian tersebut dijual ke sejumlah penadah di daerah Kab. Sukabumi. “ Satu unit motor rata-rata dijual seharga Rp 800.000 hingga Rp 1 juta. Uang hasil penjualan itu kemudian dibagi dua dan habis untuk foya-foya. (Hmf – B.12)
Polisi Ringkus Tiga Perampas Motor ABG
Ditulis pada, 2 Maret 2010. dalam kategori: Berita Umum


SUKABUMI KOTA- Unit Buru Sergap Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Sukabumi belum lama ini kembali berhasil meringkus tiga pelaku spesialis perampasan kendaraan bermotor roda dua dengan sasaran korbannya mayoritas para pelajar atau anak baru gede ( ABG ) yang sering terjadi di wilayah Kota Sukabumi,
Ketiga anggota jaringan pelaku perampasan dengan modus meminjam motor dalam aksinya pelaku mengincar korban yang lagi jalan-jalan dengan naik speda motor, kemudian pelaku membuntuti dan menghentikannya serta memperdaya korbannya dengan berpura-pura dan seolah-olah sudah mengenal orangtua atau salah satu keluarga korban. Pelaku yang lihai so akrab ini meminjam Sp. Motor korban dengan alasan sebentar saja untuk keperluan yang sangat penting, namun ternyata si pelaku tidak mengembalikannya dan langsung membawa kabur speda motor hasil kejahatannya.
Ketiga pelaku anggota jaringan itu tercatat sebagai warga Kabupaten Sukabumi, masing-masing JM , 31 th warga Kp. Cikadu Rt.07 / 04 Desa Bojong Tipar Kec. Jampangtengah dan FI Alias Bolo, 24 th warga Kampung Cikareo Rt.04 / 05 Desa Bojong Kembar Kec. Cikembar Kab.Sukabumi, keduanya bertindak sebagai eksekutor langsung di lapangan.
Satu pelaku lainnya lainnya, DWK (37) warga Kampung Cikujang Rt. 01/14 Desa.Dayeuh Luhur Kec. Warudoyong Kota Sukabumi bertindak sebagai penadah motor hasil kejahatan kedua pelaku diatas. Sedangkan satu pelaku lainnya DM yang masih buron juga bertindak sebagai penadah dan saat ini menjadi target (TO) Buser Polres Kota Sukabumi.
Selain meringkus ketiga pelaku, Polisi telah menyita barang bukti berupa 6 unit sepeda motor berbagai merk. Sedangkan belasan unit motor curian lainnya masih dalam penyelidikan. Kepala Polresta Sukabumi, AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono didampingi Kabag Binamitra Kompol Sumarta Setiadi MH dan Kasat Reskrim, AKP IGK Warjana menjelaskan, penangkapan terhadap ketiga pelaku berkat adanya laporan dari sejumlah korban yang rata-rata masih remaja ABG..
”Hasil dari pemeriksaan terhadap para korban dan sejumlah saksi oleh kami langsung dikembangkan serta melakukan penyelidikan. Dengan bermodalkan keterangan dari para korban kami bergerak dalam beberapa hari dan ketiga pelaku dapat kami tangkap,” jelas AKP Warjana di kantornya Senin (1/3) kemarin. ( Hmf – B.12)








