Siti Nekat Gantung Diri

Ditulis pada, 24 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (24/07) - Diduga terbakar cemburu mendapat informasi suaminya memiliki Wanita Idaman Lain (WIL), Siti Nurjanah (22) warga Jl. Palabuhan II, Gg Satria Kel. Cikondang Kec. Citamiang Kota Sukabumi nekat gantung diri, Kamis, 23 Juli 2009 kemarin pagi.

Ibu muda yang baru dikarunia seorang anak itu, nekad melakukan perbuatannya setelah mengantar suaminya, Sepi (26) pergi untuk bekerja ke kantor. Korban baru ditemukan adik iparnya, Putri (20) dalam keadaan telah tergantung di rumah kontarakannya.

Polisi sedang menyelidiki motif korban yang nekad Bunuh diri. ” Korban ditemukan tergantung beberapa saat setelah mengantarkan suaminya pergi ke kantor,” Ujar Kepala Kepolisian Sektor Citamiang AKP Dedi Sudrajat S.Sos ( B.12 )

Tabung Oksigen Meledak, Seorang Pasen Terluka

Ditulis pada, 24 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (24/07) – Sebuah tabung oksigen meledak di tempat terapi kesehatan dan kecantikan, Oxy Baric Center (OBC), di Jalan Raya Bhayangkara Kel. Dan Kec. Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Kamis (23/7) pukul 12.05 WIB.

Akibatnya salah seorang pasien yang tengah melakukan terapi Yap Mai Tjaw (59), warga Gg. Adiredja, Kec. Cikole Kota Sukabumi mengalami mengalami luka didagu dan tangan. Diduga korban terkena pecahan kaca ketika ledakan terjadi dan kini dirawat di RSU Kartika Sukabumi. Selain itu perusahaan tersebut diduga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena insiden tersebut meluluhlantakkan kaca kapsul ruang pengobatan.

Informasi yang dihimpun redaksi, ledakan tersebut sempat mengagetkan warga. Dengan perasaan waswas dan takut, beberapa warga sempat memburu sumber ledakan. Mereka mengira suara keras itu berasal dari ledakan bom.

” Ledakan terjadi karena tekanan udara dari tabung sangat kuat. Diduga tidak mampu menahan tekanan oksigen, kaca pelapis tabung kapsul meledak dan pecah berantakan. Untung saja tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Padahal di ruangan tersebut belasan pasien tengah menjalani terapi,” kata operator Hyper Baric Therapi Oksigen OBC Budi.

Kecelakaan kerja

Selain melukai seorang pasien, ledakan juga merusak sebagian bangunan OBC milik Andrian ini. Tampak bagian atap yang terbuat dari bahan asbes berlubang dengan diameter 0,5 meter.

Untuk mengantisipasi ledakan susulan, petugas kepolisian telah memasang garis polisi di depan pintu masuk. “Ledakan ini murni kecelakaan kerja,” kata Kapolres Kota Sukabumi, AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono M.Si saat meninjau langsung di lokasi.

Pascaledakan, pihaknya telah meminta pengelola perusahaan untuk sementara menghentikan aktivitasnya sebagai upaya proses penyelidikan. Untuk itu, petugas telah memeriksa sejumlah karyawan OBC dan akan segera memanggil pemiliknya.

” Disinyalir usaha pengobatan ini tidak mengantongi izin. Tempat ini tidak hanya sebagai tempat pengobatan, namun juga tempat pembuatan kapsul tabung oksigen. Jika terbukti melanggar, perusahaan akan diperkarakan,” tambah Kapolres Kota Sukabumi didampingi Kasat Reskrim AKP IGK Warjana. ( B.12 )

Polisi Gerebek Pengrajin Petasan di Kebonpedes

Ditulis pada, 23 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

petasan
SUKABUMI KOTA (22/07) - Jajaran Kepolisian Resor Kota Sukabumi pada hari Rabu dinihari (22/07) berhasil mengamankan ratusan ribu petasan berbagai jenis antara lain 560 bal yang masing-masing berisi 10.000 butir petasan korek ( 560.000 butir), 540 butir selongsong bahan petasan ukuran besar. 800 butir selongsong bahan petasan ukuran sedang, 0,5 kg bahan kimia (potassium), 0,5 kg bron dan 7 kg campuran potassium aktif.

Petugas kepolisian juga berhasil mengamankan salah seorang warga. AS (59) warga Kampung. Lembur Huma Rt.02/14, Desa Bojong Sawah, Kec. Kebon Pedes. Kab. Sukabumi. Ketua RW tersebut diamankan petugas setelah terbukti menyimpan ratusan ribu petasan dan bahan racikan petasan di gubug dekat rumahnya. Dia terpaksa digiring petugas ke Markas Kepolisian Sektor Kebon Pedes untuk dimintai keterangan Rabu (22/7) selanjutnya dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Kota Sukabumi.
Sedangkan seorang tersangka lainnya, Yan (33), meloloskan diri. Selanjutnya petugas gabungan Polresta Sukabumi melakukan penyisiran ke sejumlah perajin petasan lainnya yang tersebar di Kp. Lemburhuma. Namun upaya penyisiran petugas tidak membuahkan hasil, karena diduga begitu ada pengrajin petasan yang tertangkap, beritanya cepat menyebar sehingga para pengrajin petasan lainnya kabur meninggalkan kampungnya.

Kapolres Kota Sukabumi saat dihubungi, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan ratusan ribu petasan berikut bahan kimia dan sejumlah peralatan untuk pembuatannya. ” Dalam operasi kali ini, kami mengamankan salah seorang warga. Selain tersangka memproduksi dan menyimpan ratusan ribu petasan. Juga terbukti menyimpan bahan peledak lainya.,” jelas Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP IGK Warjana.

Usai melakukan penyisiran ke sejumlah perajin petasan, petugas kemudian mengangkut barang bukti 560 bal petasan jenis korek dengan mobil patroli Polresta Sukabumi, begitu pun bahan kimia potasium sebagai bahan baku pembuatan petasan, berikut ribuan selongsong kosong dan sejumlah peralatan untuk pembuatan petasan, langsung diangkut mobil patroli. Selanjutnya, semua barang bukti tersebut dibawa menuju Mapolresta Sukabumi.

Tersangka As ketika diperiksa petugas mengaku, 56 bal petasan yang berisi sekitar 560 butir petasan korek api dan petasan bogem itu, dikerjakan selama 20 hari. Rencananya ribuan petasan tersebut akan dijual ke sejumlah daerah di Jabotabek, Cianjur, dan Bandung. “Satu bal petasan akan dijual seharga Rp 60 ribu. Semua itu pesanan sejumlah konsumen di daerah Jabotabek,” ujar As.

“Tersangka As akan dijerat Undang-undang Darurat No. 12/1951 dengan ancaman maksimal kurungan 12 tahun. Apalagi As sudah beberapa kali kedapatan melakukan aktivitas serupa dengan memproduksi petasan dari partai kecil hingga besar,” jelas Warjana. ( B.12 )

Sebuah Granat Aktif ditemukan di Rumah Alm Serma Sayidi.

Ditulis pada, 20 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

g2SUKABUMI KOTA (20/07) - Sebuah granat nanas aktif ditemukan oleh warga di Kampung Bojong Ringkung Rt. 02/01 Desa Sasagaran, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi. Dari informasi yang diperoleh “Antara”, granat aktif tersebut ditemukan Dede (30), putra (alm) Serma Sayidi, purnawirawan TNI, di kamar ayahnya.

Penemuan granat tersebut berawal saat Dede mencari berkas-berkas pensiun Sayidi, yang meninggal lima bulan lalu. Dede sebelumya tidak mengetahui bahwa di kamar ayahnya tersimpan granat aktif. Saat Dede membuka tas yang tersimpan di bawah tempat tidur, ia melihat benda sebesar kepalan tangan dewasa berbentuk nanas dan berwarna hijau.

Ia terkejut setelah mengetahui bahwa benda itu merupakan granat nanas peninggalan ayahnya, yang pernah bekerja sebagai anggota TNI di Yon Zipur Jakarta. Khawatir granat tersebut meledak, ia langsung menghubungi Polsek Kebon Pedes. Anggota Polsek Kebon Pedes langsung melakukan koordinasi dengan pihak Polresta Sukabumi.

Polresta Sukabumi kemudian meminta bantuan kepada tim Gegana Polda Jawa Barat untuk mengamankan granat tersebut. Granat berhasil dijinakkan oleh tim Gegana Polda Jabar.

Dede menjelaskan, ia tidak mengetahui tentang keberadaan granat aktif tersebut di kamar orang tuanya. “Ayah saya sudah lima bulan meninggal, dan kamar ayah saya pun tidak pernah dibuka. Saya pun tidak mengetahui bahwa ada granat aktif di kamar ayah saya. Saya hanya mencari berkas pensiun ayah saya,” jelas Dede.

Ia menambahkan, mungkin saja itu merupakan koleksi Sayidi. “Ayah saya tidak pernah bercerita apa-apa kepada kami tentang granat itu, dan di masa hidupnya ayah saya hanya berpesan bahwa kamarnya harus terus dikunci,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartyono M.Si mengungkapkan, granat tersebut masih aktif dan apabila meledak bisa meluluhlantahkan seluruh isi rumah milik warga tersebut. Untuk menjinakan granat tersebut pihaknya berkoordinasi dengan tim Gegana Polda Jabar, karena itu merupakan protap dalam penjinakan granat.

“Untungnya pemilik rumah itu langsung menghubungi kami, sehingga kami bisa langsung mengamankan dan menjinakan granat yang masih aktif itu. Dan kami pun membawa granat itu ke Polda Jabar untuk diuraikan,” ungkapnya. (PRLM).

RAPAT PLENO KPU KOTA SUKABUMI AMAN DAN LANCAR

Ditulis pada, 18 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (17/07) - Rapat Pleno rekapitulasi penghitungan suara hasil pilpres 2009 oleh KPU Kota Sukabumi dilaksanakan di gedung juang 45 kota sukabumi Kamis (16/07) kemarin, Dalam rapat yang di jaga ketat dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Polisi itu dan dikendalikan langsung oleh Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si, pasangan SBY-Boediono unggul telak di tujuhKecamatan dengan meraup 114,688 suara atau lebih 52 persen.

Di urutan kedua, Mega-Pro memperoleh 29.523 suara atau 13,48 persen. Terakhir sebanyak 18.077 suara atau 8,25 persen dimiliki pasangan JK-Wiranto sementara partisipasi pemilih mencapai 171.161 pemilih atau sekitar 78,14 persen.

Meski ada keberatan dari saksi pasangan JK-Win, rapat yang di pimpin Ketua KPU Kota Sukabumi Anton Rachman tersebut berjalan cepat dan lancar. Acara yang di mulai sekitar pukul 09.30 Wib tersebut berakhir pada pukul 12:30. selain unsur KPU, hadir juga jajaran muspida,panwaslu dan perwakilan PPK, PPS dan Saksi-saksi.

“Kami bersyukur proses rekapitulasi ini sudah selesai. Tanpa ada masalah yang berarti semuanya berjalan lancer dan terkendali,”kata anton kepada wartawan, kemarin. Anton menyinggung pemilih yang menggunakan KTP juga sedikit yakni 294 orang. Menurut Anton, itu membuktikan bahwa DPT yang ada sudah benar.dan selain itu, Anton menilai ada kenaikan partisipasi pemilih jika di bandingkan dengan Pileg lalu.

Sekadar diketahui para tamu undangan yang masuk kedalam gedung 45 Kota Sukabumi sebelumnya harus melalui pemeriksaan ketat aparat kepolisian dengan menggunakan alat metal detekor. Sekitar 300 polisi bersiaga guna mengantisipasi hal-hal di luar dugaan sampai acara berakhir. ( B.12 )

Kios Bensin Eceran Terbakar di Jalan RH Didi Sukardi

Ditulis pada, 18 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (17/07) - Sebuah rumah yang digunakan untuk jualan Bensin eceran di Jalan RH Didi Sukardi kampung Pasir Dongke Rt 02/04 Kel Gedong Panjang Kec. Citamiang Kota Sukabumi rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah tadi malam, dalam insiden ini seorang penghuni rumah, Ruslandi (20) ikut terbakar. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan dan hingga tadi malam masih di rawat intensif di Ruang UGD RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi.

Asal api diduga berasal dari dapur rumah/kios milik Dasep alias Rowi (40) itu sekitar pukul 18.30 WIB, saat kejadian Dasep sedang berada di Kalimantan, sewaktu Ruslandi bersama seorang temannya Oji (18) tengah menuangkan bensin dari jerigen ke botol. Literan tiba-tiba ada api menyambarnya, korban Ruslandi langsung panik dan keluar rumah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami sejumlah luka bakar di sekujur tubuhnya. Ia mengalami luka bakar di kedua kaki sampai paha, kedua tangan serta sebagian wajah .” saya tidak tahu api dari mana tiba-tiba saja bensin yang tengah saya tuang ke botol, terbakar,” kata Ruslandi sambil meringis kesakitan.

Petugas Kepolisian bersama warga masyarakat di sekitar kejadian berusaha memadamkan api dengan peralatan sedanya dan mencegah agar api menjalar kerumah lainnya. Kendaraan Pemadam kebakaran yang tiba di lokasi beberapa saat kemudian pun cukup kewalahan memadamkan api, karena banyaknya bahan bakar bensin dalam rumah itu. Api baru berhasil di jinakan sekitar pukul 19.15 WIB. Korban ditaksir mengalami kerugian puluhan juta rupiah, soalnya pemilik rumah juga berjualan barang campuran dan bensin eceran.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kota Sukabumi Ajun Komisaris Polisi IGK Warjana mengatakan penyebab kebakaran ini masih di selidiki. Informasi yang berkembang di lokasi bahwa api berasal dari putung rokok, belum bisa di pastikan. “ kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk dari korban sendiri,” kata warjana. (B12)

Lima Pengedar Ganja diringkus Polisi

Ditulis pada, 14 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

lima-sekawan-narkoba
SUKABUMI KOTA (14/07) – Lima Pengedar dan pemakai Narkotika jenis daun Ganja yang sering meresahkan di Kp. Kabandungan Gg. Karya Bakti Rt 02/09 Desa Parungseah Kec/Kabupaten Sukabumi, berhasil diringkus jajaran Satuan Narkoba Polres Kota Sukabumi Minggu (12/07) kemarin petang.

Kelima orang pelaku Penyalahgunaan Narkotika tersebut ditangkap di tempat yang berbeda-beda masing-masing, UJ, 27 th, warga Kp.Kabandungan Gg.Karya Bakti Rt.02/09 Desa Parungseah Kec. dan Kab.Sukabumi, yang bersangkutan sewaktu dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan oleh petugas yang mengintainya telah kedapatan memiliki satu paket/bungkus ukuran kecil daun ganja kering terbungkus kertas Koran disaku sebelah kanan dan satu paket bungkus ukuran kecil daun ganja kering terbungkus kertas putih disaku celana bagian depan sebelah kiri serta dua paket/bungkus ukuran sedang daun ganja kering masing-masing dalam kertas Koran berikut dua linting kertas pahpir isi daun ganja kering.

Setelah dilakukan pemeriksaan, didapat keterangan bahwa daun ganja tsb didapat dengan cara membeli bersama-sama dengan Sdr. IN dari YI didaerah Kp.Cimahi Cibaraja Ds. Selajambe Kec. Cisaat Kab. Sukabumi sebanyak satu paket/bungkus seharga Rp. 200.000 (dua ratus ribu rupiah). Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap IN (26) dan YI (20), saat digeledah kedapatan memiliki satu paket/bungkus ukuran sedang daun ganja terbungkus kertas Koran, keduanya mengaku mendapatkan daun ganja kering dapat membeli dari EG, (36), selanjutnya yang bersangkutan dilakukan penangkapan dirumahnya di Kp.Cimahi Cibaraja, sewaktu diperiksa digeledah telah kedapatan memiliki,menguasai empat paket/bungkus ukuran sedang daun ganja kering masing-masing terbungkus kertas Koran dalam plastik kresek hitam yang digantung didinding dapur, diakui mendapatkannya membeli dari yang berrnama MK (42) warga Kp. Bantar karet Rt.06/02 Ds.Cijalingan Cantayan Kab. Sukabumi dan Polisipun berhasil menangkapnya, selanjutnnya kelima tersangka digelandang ke Mapolresta Sukabumi untuk proses lebih lanjut.

Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si didampingi Kasat Narkoba AKP Kuslin membenarkan penangkapan terhadap lima pelaku penyalah gunaan Narkoba. “ Kami telah menangkap lima pelaku penyalah gunaan Narkotika dan menyita barang buktinya sekitar 0,5 Kg Daun Ganja kering dan terhadap mereka sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka “. Jelas Kapolres Kota Sukabumi.
AKP Kuslin menambahkan, terhadap kelima pelaku dijerat pasal 82 junto pasal 78 UU nomor 2 tahun 1997, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. ( B.12-mrf )

5,5 MILYAR RUPIAH DANA SANTUNAN PT JASA RAHARJA TELAH SALURKAN

Ditulis pada, 14 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (14/07) - PT Jasa Raharja Kota Sukabumi, hingga akhir Juni 2009, telah menyalurkan dana santunan sebesar 5,5 milyar rupiah. Dana tersebut diberikan kepada akhli waris korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, di wilayah Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur. Selain itu, juga telah disalurkan santunan kepada korban yang mengalami luka-luka di wilayah yang sama sebesar 1 milyar 299 juta 400 ribu rupiah, serta kepada korban yang mengalami cacat tetap sebesar 22 juta 500 ribu rupiah.

Kepala Bidang Pelayanan PT Jasa Raharja Kota Sukabumi, Puryanto menjelaskan, besaran santunan yang diberikan PT Jasa Raharja tersebut, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan, Nomor 36/PMK.010/2008, Tentang Santunan, Sumbangan Wajib Dan Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), yakni bagi korban yang meninggal dunia mendapat santunan sebesar 25 juta rupiah, korban luka-luka maksimal sebesar 10 juta rupiah, cacat tetap sebesar 25 juta rupiah, dan biaya penguburan sebesar 2 juta rupiah. Adapun yang dimaksud dengan biaya penguburan, yakni santunan bagi korban yang meninggal dunia, tapi tidak memiliki akhli waris yang syah.

Menyinggung kendala yang dihadapi PT Jasa Raharja dalam mencairkan santunan, yakni tidak lengkapnya berkas yang diajukan oleh akhli waris korban. Sebagai salah satu contohnya, tidak memiliki rekening tabungan di bank. Sebab PT Jasa Raharja tidak memberi santunan dalam bentuk uang tunai kepada para akhli waris korban, akan tetapi ditransper melalui rekening bank.

Sedangkan sumber dana santunan yang diberikan PT Jasa Raharja kepada akhli waris korban, ber-asal dari SWDKLLJ Pajak Kendaraan Bermotor, yang dibayar oleh para pemilik kendaraan bermotor setiap tahun sekali. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan PT Jasa Raharja Kota Sukabumi, menghimbau seluruh pemilik kendaraan bermotor, agar senantiasa tepat waktu membayar Pajak Kendaraan Bermotor. Sebab hasil dari pajak tersebut, dikembalikan lagi kepada masyarakat, khususnya kepada para korban kecelakaan lalu-lintas, baik korban meninggal dunia maupun korban luka-luka dan cacat tetap.

Demikian pula kepada segenap lapisan masyarakat, apabila terjadi kecelakaan agar segera melaporkan ke Pos Polisi terdekat. Sebab syarat terpenting untuk mengajukan klaim santunan kecelakaan, yakni adanya surat keterangan kecelakaan dari pihak kepolisian. Karena surat laporan dari kepolisian, menjadi bukti yang syah untuk mengajukan klaim santunan kecelakaan. Selain itu, sesuai dengan undang-undang, yakni dalam jangka waktu 6 bulan dari tanggal kejadian kecelakaan, apabila pemohon atau akhli waris tidak langsung mengajukan, maka hak korban untuk mendapatkan santunan dinyatakan hangus.

Ditandaskannya, pihak Jasa Raharja dalam memberikan santunan kepada para korban kecelakaan, tidak pasif di kantor saja, akan tetapi dilakukan dengan sistem jemput bola, yakni setiap hari mengecek korban kecelakaan ke seluruh rumah sakit, atau mendatangi secara langsung ke rumah korban. ( B.12 – sumber infokom )

Tabung Gas Meledak, Sekeluarga Terluka

Ditulis pada, 14 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (14/07) - Satu keluarga terdiri atas suami, istri, dan seorang anak, terpaksa dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kab. Sukabumi karena mengalami luka bakar serius, akibat meledaknya tabung gas 3 kg di rumah mereka, Sabtu (11/7) siang. Hingga Minggu (12/7) sore kondisi ketiganya masih kritis dan perlu penanganan intensif.

Ketiga korban yang dirawat tersebut, yaitu Babad (45), Ny. Aisah (40) serta anak laki-lakinya, Risman (23). Mereka warga Kp. Cijulang, Desa Sukamulya, Kec. Cikembar, Kab. Sukabumi.

Peristiwa tersebut bermula ketika Babad hendak memasak air di dapur. Ketika kompor dinyalakan, ia tidak menyadari kalau apinya tidak menyala dan ditinggalkan begitu saja dengan posisi pemantik dalam keadaan hidup.

Tak lama kemudian, Risman datang dan melihat pemantik kompor dalam keadaan hidup, tapi apinya tidak tampak menyala. Risman menduga kompor gas dari pemeritah itu rusak dan segera membuka regulatornya. Tanpa diduga saat itu terjadi percikan api cukup besar dan dengan cepat menyambar gas yang ada di ruangan itu hingga menimbulkan ledakan cukup keras.

Tanpa bisa mengelak, tangan kanan Risman dan sekujur tubuhnya mengalami luka bakar hingga kondisinya sangat keritis. Nasib nahas juga dialami sang ayah yang kebetulan masih berada di dapur. Ia mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Begitu pun istrinya yang berada di ruangan lain, mengalami luka bakar pada bagian kaki.

Warga yang mengetahui korban terkena ledakan gas, langsung mendatangi sumber ledakan. Ketika masuk ke dapur korban mereka melihat korban mengalami luka bakar dan kritis.

Warga pun membawa para korban ke RSUD Sekarwangi, Cibadak. Karena luka yang dideritanya cukup parah, mereka harus menjalani rawat inap.

Sementara itu, petugas jaga Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sekarwangi, Cibadak, membenarkan, ketiga korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya akibat ledakan kompor gas. Hampir sekujur tubuh korban menderita luka bakar.

“Para korban kini masih menjalani penanganan intensif petugas. Hampir sekujur tubuhnya mengalami luka bakar akibat terkena ledakan kompor gas,” katanya. ( Sumber GM )

Jum’at Malam, seluruh Kotak Suara Pilpres Masuk ke KPU Kota

Ditulis pada, 10 Juli 2009. dalam kategori: Berita Umum 

6kpu-10-7-2009
9kpu-10-7-2009
tps13-lmsnunggal-cibeureum
7kpu-10-7-2009
SUKABUMI KOTA (10/07) - Memasuki hari ke 2 Pasca Pilpres 2009, para Panitia Penyelenggara Pilpres sibuk luar biasa tanpa mengenal lelah, termasuk jajaran aparat Kepolisian yang setiap saat selalu melekat pelakukan penjagaan dan Pengawalan Kotak suara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah Proses penyontrengan dan penghitungan suara di tingkat KPPS selesai, sore hari itu juga Rabu (08/07) masing-masing Kotak Suara hasil Penyontrengan berikut Berita Acaranya dikirimkan ke Kantor PPS ( Kelurahan) kemudian dikirim ke kantor PPK ( Kecamatan) dan dilakukan Rekap suara sampai Jum’at (10/07) siang.

Hari Jum’at (10/07) siang mulai pkl. 13.00 Wib sampai dengan pkl. 19.30 Wib, dimulai dari PPK Warudoyong, Baros, Cikole, Cibeureum, Lembursitu, Gunungpuyuh dan Citamiang, seluruh Kotak Suara berikut Berita acara hasil Pilpres masuk kembali ke Kantor KPU Kota Sukabumi dengan pengawalan dan Penjagaan yang cukup ketat dari jajaran aparat Kepolisian Resor Kota Sukabumi dibawah kendali Kepala Bagian Operasi ( Kabag Ops) Kompol Agus Subandi, SH. ” Alhamdulillah seluruh proses pengiriman Kotak Suara Pilpres dari tujuh PPK ke kantor KPU Kota Sukabumi berjalan dengan aman, lancar dan terkendali “. Ujar Kompol Agus Subandi. ( B.12 - Mrf ).

Halaman Berikutnya »