Seleksi Penerimaan Calon Bintara Polisi Tanpa Pungutan
Ditulis pada, 20 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum


SUKABUMI KOTA - Kapolwil Bogor Komisaris Besar Polisi Drs. Agung Sabar Santoso SH. MH dan Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono, M.Si bertempat di Graha Rekonfu Polres Kota Sukabumi bersumpah di hadapan 170 orang tua calon brigadir polisi tahun 2009, bahwa proses seleksi dan penerimaan tanpa dipungut biaya apa pun. Bahkan, kalau ditemukan ada oknum polisi yang memungut biaya, akan diproses secara hukum.
Hal itu disampaikan langsung pada acara “Tatap Muka Kapolwil Bogor dengan orang tua calon brigadir polisi tahun 2009” di Mapolres Kota Sukabumi, Rabu (20/5). Menurut Kapolwil, seluruh proses seleksi bebas dari biaya dan tidak ada pungutan apapun. “Saya bersumpah bersama dengan Kapolres, bahwa proses ini transparan dan tidak memungut biaya apa pun,” ujarnya.
Kapolwil menjelaskan, jika nanti dalam seleksi itu ada oknum polisi yang melakukan pungutan liar atau meminta uang, maka yang bersangkutan akan diproses secara hukum. “Tolong sampaikan kalau menemukan ada oknum polisi yang meminta uang. Dan perlu kami sampaikan, jangan percaya dengan oknum yang bisa menjanjikan untuk meloloskan seleksi dan diterima,” jelasnya.
Hal lain yang disampaikan Kapolres Kota Sukabumi, bahwa dalam proses seleksi melibatkan wartawan dan LSM. Langkah ini untuk memberikan keyakinan kepada seluruh peserta seleksi, termasuk orang tua mereka, bahwa seleksi dilakukan dengan transparan. “Wartawan dan LSM dilibatkan, sehingga mereka tahu persis bagaimana seleksi dilakukan dan itu bagian dari transparan,” kata Kapolres Kota Sukabumi. (B.12 – Mrf ).
EP als DOLI, Bos Ganja Diringkus Polisi
Ditulis pada, 20 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA (20/05) - Jajaran Satuan Narkoba Polres Kota Sukabumi kembali berhasil meringkus pelaku penyalah gunaan Narkoba EP alias DOLI, 30 tahun warga Kp. Ciherang Stanplas Rt.03/04 Desa Ciherang Kec. Darmaga Kab. Bogor, Senin (18/5) malam tidak bisa berkutik saat petugas Sat Narkoba Polresta Sukabumi menangkapnya. Dari tangan EP petugas menyita 1 kg daun ganja kering yang dikemas dalam kertas koran.
Diciduknya EP bermula dari laporan warga masyarakat yang merasa resah dengan aktivitasnya. Berbekal informasi, petugas melakukan penyelidikan yang akhirnya, sekitar pukul 21.50 malam, EP diciduk di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ciandam Kecamatan Cibeureum, berikut barang buktinya 1 kg daun ganja kering siap jual.
Tanpa melakukan perlawanan, EP yang belum lama ini baru saja keluar dari tahanan Lapas Paledang Bogor ini yang mempunyai istri di Kp. Cijeruk Mangkalaya, Desa Cibentang, Kec. Gunungguruh, Kab. Sukabumi bertekuk lulut dan langsung digelandang, selanjutnya dibawa menuju Mapolresta Sukabumi di Jln. Perintis Kemerdekaan No. 10 Kota Sukabumi.
Kapolres Kota Sukabumi, AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono M.Si didampingi Kasat Narkoba, AKP Kuslin B. Burhadi mengatakan, EP sudah lama menjadi target operasi (TO) dan disinyalir kerap melakukan peredaran barang haram kepada warga di beberapa tempat di wilayah Sukabumi dan Bogor. ” EP alias DOLI yang oleh para kalangan langganannya disebut bos Cimeng ini, tergolong bandar besar ganja yang merupakan resedivis kambuhan yang sudah berulangkali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama. Kini kami sedang berusaha memburu pelaku lain rekan EP yang ikut terlibat,” ujarnya. ( B.12 – mrf )
Polisi Ringkus Enam Pelaku Curas
Ditulis pada, 20 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA (20/05) – Enam pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) diringkus satuan Buru Sergap (Buser) Kepolisian Resort Kota Sukabumi, Senin (18/5) kemarin . Ke enam pelaku curas yang terkenal sadis setiap melakukan aksinya, tidak berkutik ketika puluhan petugas mengepung rumah tersangka DN (51) di Kp. Kebon Manggu, Kec. Cireunghas Kab. Sukabumi.
Empat dari enam tersangka masing-masing UD, 21 tahun, DI, 24 tahun, DM, 21 tahun, DP, 29 tahun adalah warga Kab. Cianjur, dua pelaku lainnya HP. 23 tahun warga Tegalbuleud Kab. Sukabumi dan DN, 51 tahun warga Sukaraja Kab. Sukabumi. Kelompok ini selain sering melakukan operasi kejahatannya di wilayah Cianjur, para pelaku curas ini pun mengembangkan wilayah operasi di Perumahan Villa Adiprima Blok C3 Rt.03/15 Desa Langensari Kec.Sukaraja Kab. Sukabumi Jum’at tanggal 24 April 2009 sekira jam 02.30 WIB dan melukai korbannya Abah Jaja, 70 tahun
Pelaku curas yang terkenal sebutan kelompok Cianjuran ditangkap ketika tengah beristirahat. Sedangkan tersangka lainya dibekuk petugas ditempat terpisah di Warungkondang Kab. Cianjur. “Kami berhasil menangkap pelaku curas sadis dalam operasi penggerebekan. Mereka ditangkap setelah petugas memperoleh informasi bahwa para tersangka tengah beristirahat di daerah Kecamatan Cireunghas. Tanpa membuang waktu, petugas melucur dan melakukan penangkapan,” kata Kepala Kepolisian Resort Kota Sukabumi, Ajun Komisaris Besar Polisi Drs. Moh Hendra Suhartiyono M.Si didamping Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Ajun Komisaris Polisi, IGK Warjana. Kini ke enam tersangka menjadi penghuni ruang tahanan Polres Kota Sukabumi (B.12 – Mrf )
Polres Kota Sukabumi Amankan Pleno Penetapan Parpol
Ditulis pada, 16 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA (16/05) – Jajaran Polres Kota Sukabumi melaksanakan siaga pengamanan Rapat pleno penetapan perolehan kursi partai politik dan penetapan calon legislatif terpilih pada Pemilu Legislatif 2009, Jumat (15/5), di Aula Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jln. Ir. H. Djuanda Sukabumi
Rapat pleno dihadiri ketua dan anggota KPU Kota Sukabumi, perwakilan partai politik, anggota PPS, PPK, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Moh. Muraz, SH., MM., dan undangan lainnya. Meski sempat diwarnai dengan aksi work out dari perwakilan partai politik yang keberatan dengan penetapan hasil pemilu legislatif 2009 lalu, rapat pleno dapat berjalan lancar dan aman hingga selesai.
Aksi walk out (WO) yang dilakukan 17 partai yang tergabung dalam Forum Koordinasi Lintas Partai Politik (Forklip) sebagai bentuk protes karena menilai terjadi kecurangan pada pelaksanaan pemilu, saat pimpinan sidang pleno, Anton Rachman S.Sos membacakan hasil pleno penetapan perolehan kursi partai politik di ruangan sidang DPRD Kota Sukabumi.
KPU Kota Sukabumi menetapkan Sembilan parpol berhak mendapatkan kursi di DPRD Kota Sukabumi dengan masing-masing perolehan Partai Demokrat sebanyak 7 kursi, Golkar 5 kursi, PKS 4 kursi, PDI Perjuangan 4 kursi, PPP 3 kursi, PAN 3 kursi, PBB 1 kursi, Gerindra 1 kursi, dan Republikan 1 kursi.
Ketua KPU Kota Sukabumi, Anton Rahman, S. Sos., usai rapat pleno mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya rapat pleno ini sehingga berjalan dengan aman dan lancar. Anton juga mengatakan, meski sempat diwarnai aksi work out oleh peserta rapat dan adanya keberatan dari salah satu partai politik, namun hal tersebut tidak akan mempengaruhi hasil penetapan ini karena berdasarkan Peraturan KPU no. 15 tahun 2009 pasal 42 ayat 5 dikatakan ‘Penetapan jumlah suara sah dan perolehan kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dibuat berita acara yang ditandatangani oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten/Kota serta saksi partai politik peserta Pemilu.’ ( B.12 – mrf )’.
SOAL UAS BN SISWA SD DAN MI DIKAWAL SECARA KETAT OLEH APARAT KEPOLISIAN
Ditulis pada, 13 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA (13/05) - Soal Ujian Akhir Semester Berstandar Nasional (UAS BN) siswa SD dan MI, di Kota Sukabumi dikawal secara ketat oleh aparat kepolisian Resor Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak.
Sedangkan untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan UAS BN siswa SD dan MI tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, pada hari Sabtu, 9 Mei 2009, telah mendistribusikan soal-soal UAS BN kepada Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi, yang selanjutnya didistribusikan ke setiap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TK-SD Kecamatan, disaksikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., PLH Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, serta aparat dari kepolisian dan Satpol PP Kota Sukabumi.
Soal-soal UAS BN yang didistribusikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut, menggunakan Truk warna kuning muda, dengan Nomor Polisi D 8579 BP, serta diterima oleh Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi, di Aula Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.
Adapun soal-soal UAS BN yang diterima oleh Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tersebut, sebanyak 273 soal dan lembar jawabannya, yang terbungkus dalam 273 amplop besar dan 66 amplop kecil.
Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. mengharapkan, pelaksanaan UAS BN siswa SD dan MI di Kota Sukabumi, dapat berjalan lancar. Selain itu, seluruh siswa SD dan MI Kota Sukabumi yang mengikuti UAS BN, bisa lulus 100 persen, sesuai harapan semua pihak.
Sementara Ketua Panitia UAS BN SD dan MI Tingkat Kota Sukabumi, Dra. Ika Sartika, M.Si. menjelaskan, siswa SD yang mengikuti UAS BN tahun ini, seluruhnya berjumlah 4 ribu 958 siswa, dari 119 SD. Sedangkan siswa MI yang mengikuti UAS BN tahun ini, seluruhnya berjumlah 566 siswa, dari 18 MI se Kota Sukabumi. Seluruh siswa SD dan MI tersebut, ditempatkan di 339 ruangan, serta diawasi oleh 678 orang pengawas.
Polisi ringkus Pelaku Tipu Gelap 10 Unit Mobil Rental
Ditulis pada, 12 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum


SUKABUMI KOTA (11/05) – Polsek Sukalarang Resta Sukabumi berhasil mengungkap sindikat kasus penipuan sepuluh kendaraan Roda 4 sekaligus meringkus pelakunya masing-masing AA als Baron 46, warga Kp.Pasir Hayam Rt.02/05 Desa Nagrak Kec. Cianjur Kab. Cianjur AC 41, warga Perum Griya Sukamaju Asri Blok A Rt. 01/02 Desa Sukamaju Kec. Sukalarang Kabupaten Sukabumi, Senin 11/05 siang kemarin, sedangkan satu pelaku lainnya AN masih dalam pengejaran Polisi (DPO).
Kesepuluh kendaraan itu adalah milik korban Sopian Sauri, 40 tahun warga Kp. Cikadu Rt. 02/09 Ds. Sukalarang Kec. Sukalarang Kab. Sukabumi yang juga sebagai pemilik rental Sifex. Kendaraan miliknya yang terdiri dari Merk Daihatsu Xenia, APV dan Suzuki Carry secara berturut-turut dirental oleh kedua pelaku mulai Desember 2008, namun empat bulan kemudian diketahui, ternyata kendaraan miliknya telah digadaikan kepada orang lain. Merasa tertipu ahirnya korban melaporkan kedua pelaku ke Polsek Sukalarang.
Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP IGK Warjana dan Kapolsek Sukalarang AKP Supeno saat ditemui menjelaskan, Polisi sudah menindak lanjuti laporan pengaduan korban dan kedua pelaku sudah berhasil ditangkap, kini keduanya sedang dalam proses penyidikan, sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparatnya. “ Modus Operandi yang dilakukan para tersangka dengan cara berpura-pura menyewa mobil milik korban sebesar Rp. 300.000,00/hari. Setelah korban terpedaya, para tersangka menggadaikan kendaraan rental itu antara Rp. 15 juta hingga Rp. 20 juta kepada orang lain.” Jelas Kapolres Kota Sukabumi.
Kedua pelaku kini menjadi penghuni Sel Tahanan Polsek Sukalarang dan dapat dijerat pasal 372 KUHP yo pasal 378 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara, sedangkan kesepuluh kendaraan tersebut saat ini sudah berhasil diamankan di Markas Kepolisian Sektor Sukalarang. ( B.12 – Mrf ).
Operasi Harum, Polisi kerja bakti bersihkan Alun-alun kota Sukabumi
Ditulis pada, 11 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA – Sekitar 92 Anggota Babinkamtibmas jajaran Polres Kota Sukabumi Sabtu siang (09/05) melaksanakan kegiatan Operasi Harum Lodaya 2009 dalam bentuk kerja bakti membersihkan Taman Alun-alun Mesjid Agung Kota Sukabumi.
Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si, didampingi Kepala Bagian Binamitra Kompol Sumarta Setiadi SH, MH turun langsung dan ikut bersih-bersih di kompleks Taman Alun-alun Masjid Agung Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Polisi untuk masyarakat (polmas).
Kapolres Kota Sukabumi juga mengajak kepada warga masyarakat Sukabumi untuk berperanserta dalam menjaga lingkungannya, dimana kebersihan sangat berkorelasi dengan kesehatan manusia yang tinggal di sekitarnya. Khususnya pada saat musim hujan seperti saat ini, apa bila lingkungan ini dibiarkan kotor maka sangat berpotensinya terjadinya perkembangbiakan bakteri dan virus penyebab penyakit menular seperti di antaranya demam berdarah, chikungunya dan sebagainya.
” Setiap Polisi dan warga masyarakat harus peduli terhadap kebersihan, mari kita selalu menjaga kebersihan mulai dari jasmani dan rohani kita kemudian lingkungan terdekat kita, kita ingat bahwa Kebersihan itu bagian dari iman, ” kata kapolresta Sukabumi, ( B.12).
MASYARAKAT YANG BERUSIA 17 TAHUN PER 8 JULI 2009 BERHAK IKUT PEMILIHAN PRESIDEN
Ditulis pada, 7 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA (07/05) - Warga masyarakat yang ber-usia 17 tahun per 8 Juli 2009, berhak mengikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI. Demikian disampaikan Lurah Lembursitu, Drs. Dodi Supriadi, M.M., saat bersilaturahmi dengan warga masyarakat RW 20 Tegallega, hari Senin baru-baru ini.
Untuk itu, Lurah Lembursitu menghimbau segenap warga masyarakat yang ber-usia 17 tahun per 8 Juli 2009, agar segera mendaftar kepada Ketua RT dan RW masing-masing atau langsung ke kelurahan, untuk dicatat sebagai pemilih. Adapun waktu pendaftaran bagi warga masyarakat tersebut, paling lambat pada tanggal 10 Mei 2009, sebelum Daftar Pemilih Sementara (DPS) diumumkan.
Menyinggung kegiatan lainnya yang dilaksanakan belum lama ini, menurut Lurah Lembursitu, diantaranya Pelatihan Penangkal Penyakit Menular, bertempat di Aula Kelurahan Lembursitu, tepatnya pada hari Selasa dan Rabu. Adapun yang bertindak sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Dokter Rita Fitrianingsih, M.Kes. Hadir dalam pelatihan tersebut, Kepala Puskesmas Lembursitu dan unsur instansi terkait lainnya.
Lurah Lembursitu, Drs. Dodi Supriadi, M.M., mengharapkan kepada segenap masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut, agar seluruh materi yang didapat dalam pelatihan tersebut, disampaikan kembali kepada masyarakat lainnya. Dengan demikian, segenap lapisan masyarakat Kelurahan Lembursitu, mengetahui dan memahami cara menangkal suatu penyakit menular.
Sedangkan kegiatan lainnya yang dilaksanakan di Kelurahan Lembursitu, yakni sosialisasi Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah (Larasita) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Sukabumi, tepatnya pada hari Kamis, di Aula Kelurahan Lembursitu.
Salah seorang nara sumber dari BPN Kota Sukabumi, Burhannudin menjelaskan, program Larasita yang dilaksanakan BPN Kota Sukabumi ini, untuk memberi pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat, khususnya dalam membuat Sertifikat Tanah dengan cara jemput bola, yakni mendatangi masyarakat melalui koordinasi dengan pihak kelurahan.
Sementara Lurah Lembursitu, menghimbau segenap lapisan masyarakat, agar memanfaatkan program Larasita secara optimal, khususnya dalam membuat Sertifikat Tanah. Karena melalui program Larasita, selain prosesnya lebih mudah, juga biayanya terjangkau oleh segenap lapisan masyarakat. ( B.12 - Sumber Infokom Kota Sukabumi)
FMPP Datangi Disdik Kab. Sukabumi
Ditulis pada, 7 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI,(GM)-
Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam wadah Forum Mahasiswa Peduli Pendidikan (FMPP) berunjuk rasa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sukabumi, Rabu (6/5). Mereka mendesak agar segera menindak oknum petugas yang diduga berkonspirasi dalam pengadaan sarana prasarana sekolah.
Para pengunjuk rasa mulai start di bunderan kompleks perkantoran Cisaat melakukan orasi sambil jalan mundur menuju Kantor Disdik. Mereka kemudian melanjutkan aksinya sambil membentangkan poster bertuliskan kritikan pedas atas kinerja aparatur Disdik dan sistem pendidikan di Kab. Sukabumi.
Para pengunjuk rasa terlihat kecewa karena tidak berhasil bertemu Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Drs. H Zenal. Mereka hanya diterima Sekretaris Disdik, Maman Abudrachman.
Di depan sejumlah pejabat di lingkungan Disdik Kab. Sukabumi, koordianator FMPP, Angga Prawira, menyampaikan lima butir pernyataan sikap, di antaranya mendesak agar merealisasikan anggaran pendidikan sesuai amanat UUD 1945, Pemkab Sukabumi dituntut responsif terhadap berbagai persoalan yang muncul di dunia pendidikan.
Mereka mendesak menindak tegas oknum pemerintah yang disinyalir melakukan konspirasi dalam pengadaan sarana dan prasarana serta realisasikan pendidikan gratis yang berkualitas bagi masyarakat. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah lebih akomodatif terhadap kegiatan mahasiswa.
“Kami minta Disdik lebih intens dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kab. Sukabumi,” ujar Angga.
Usai melakukan orasi dan menyampaikan pernyataan sikap, sejumlah perwakilan FMPP dipersilakan masuk oleh Sekretaris Disdik untuk melakukan dialog langsung diruangan aula Disdik.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Disdik Kab. Sukabumi, Maman Abdurachman menyikapi masalah pendidikan mengakui proses pelaksanaan pendidikan, khususnya yang berlangsung di Kab. Sukabumi belum berjalan secara maksimal. Artinya, masih perlu adanya penyempurnaan dari berbagai sisi.
“Namun perlu dipahami, peningkatan kualitas pendidikan di Kab. Sukabumi tidak hanya tanggung jawab Disdik saja. Akan tetapi, mestinya merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Yang di dalamnya adalah mahasiswa sebagai kalangan intelektual muda, ” kata Maman.
Maman mengatakan, semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa sangat responsif. Bahkan semua itu sudah dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Walaupun dalam pelaksanaannya belum bisa berjalan sesuai harapan.
“Namun kami sebagai penyelenggara kegiatan pendidikan memiliki rasa tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kab. Sukabumi, ” tukasnya. (B.118)** sumber Galamedia.
Berkeliaran saat jam belajar, pelajar dirazia
Ditulis pada, 7 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA (07/05) – Raut Wajah Indra (16), siswa sebuah SMK swasta di Kota Sukabumi tampak kuyu dan sedikit malu ketika para wartawan berusaha mengambil gambarnya di Graha Rekonfu Polres Kota Suikabumi, Kamis siang kemarin (07/05).Indra tidak sendirian, ia bersama puluhan pelajar lainnya juga tengah ketar-ketir akan sanksi yang diberikan kepadanya.
Siang itu Dinas Pendidikan bersama Polres Kota Sukabumi menggelar Operasi Edukasi dan penertiban terhadap para pelajar di seputar jalan Jenderal Ahmad Yani dan tempat permainan play station saat jam sibuk sekolah. Mereka yang kedapatan berkeliaran diangkut dengan mobil polisi lalu dibawa ke Polres Kota Sukabumi dan diberi pengarahan langsung oleh Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si. “Para siswa yang terjaring Operasi Edukasi tidak kita beri sanksi, tetapi kita beri pembinaan agar pada saat jam belajar tidak berkeliaran ”. Ujar Kapolres Kota Sukabumi.
Kabag Binamitra Kompol Sumarta Setiadi SH, MH maupun Kasi Binmudora Dinas Pendidikan Kota Sukabumi menambahkan bahwa operasi edukasi ini digelar dengan tujuan untuk menjaga ketertiban dan meningkatkan mutu pendidikan di Kota Sukabumi. Dari hasil operasi edukasi tersebut, 97 pelajar SMA, SMK, dan SMP baik negeri maupun swasta terjaring di wilayah Kecamatan Cikole. Dari 97 siswa tersebut, 14 di antaranya pelajar putri.
Para siswa tersebut tidak diberi sanksi, namun diberi pembinaan dan disuruh membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya dan tidak lagi berkeliaran pada saat jam jam sekolah. Selesai pembinaan, mereka dikembalikan kepada pihak sekolah masing-masing untuk diberi pembinaan lanjutan. ” Harapannya, agar pihak sekolah dapat memanggil orang tua siswa masing-masing, sehingga para orang tua atau wali muridnya bisa turut serta mengawasi putra putrinya ”. (B.12)








