ISTERI PRESIDEN RI MENURUT RENCANA AKAN RESMIKAN PENGGUNAAN RUMAH PINTAR

Ditulis pada, 30 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (30/05) - Pembangunan Rumah Pintar yang berlokasi di jalan Cijangkar, tepatnya di Gang Setuju RW 6 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, menurut rencana penggunaannya akan diresmikan oleh Isteri Presiden RI, Hajah Ani Yudhoyono, pada tanggal 11 juni 2009 mendatang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., pada hari Selasa, 26 Mei 2009, mengikuti rapat persiapan dan pertemuan di Jakarta, dengan para Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Adapun maksud dan tujuannya, seperti dijelaskan Wakil Walikota Sukabumi, yakni membahas rencana kunjungan Ibu Negara ke Kota Sukabumi, yang akan meresmikan penggunaan Rumah Pintar dan berbagai kegiatan lainnya. Diantaranya peletakan batu pertama pembangunan MCK Plus, penyerahan Motor Sehat, sarana kesehatan dan sebagainya.

Sedangkan kegiatan lainnya yang akan digelar dalam rangka rangkaian kunjungan isteri Presiden RI ke Kota Sukabumi tersebut, diantaranya seminar pendidikan yang akan diikuti oleh guru PAUD, TK dan SD se Kota Sukabumi. Seminar yang dijadualkan berlangsung pada tanggal 10 Juni 2009 mendatang ini, menurut rencana akan menghadirkan nara sumber, Ratna Megawangi.

Selain itu, juga akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan umum dan gigi gratis, penyuluhan pembuatan biopori dan praktik membuat pupuk kompos, serta penanaman bibit pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan Otista, jalan Cijangkar dan Hutan Kota.

Dikatakannya, pembangunan Rumah Pintar diatas tanah hibah seluas 100 meter persegi dari salah seorang warga masyarakat, Ahmad Jaenudin tersebut, menghabiskan dana sebesar 80 juta rupiah, sumbangan dari para Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Wakil Walikota Sukabumi menghimbau segenap aparat dan masyarakat, agar senantiasa pro aktif mendukung dan membantu, dengan senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, supaya pelaksanaan kunjungan Ibu Negara ke Kota Sukabumi tersebut, berjalan lancar sesuai harapan semua pihak. B b.12 ) Sumber Infokom

Tidak Tegas dan Jangan Segan Tembak di Tempat Terhadap Penjahat yang meresahkan

Ditulis pada, 30 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (30/05) - Kapolresta Sukabumi, AKBP Drs. Moch Hendra Suhartiyono M.Si menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan menembak di tempat para pelaku kejahatan pencurian yang kerap meresahkan masyarakat. Langkah tegas ini dilakukan, karena belakangan ini aksi pelaku semakin berani dan brutal.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh anggota operasional (opsnal) di lapangan agar tidak segan-segan menembak di tempat para pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat), yang kerap meresahkan masyarakat. Jangan segan, tembak saja, apalagi melakukan perlawanan terhadap petugas,” tegasnya kepada ”GM” di Mapolresta Sukabumi, Jumat (29/5).

Langkah tembak di tempat, katanya, karena belakangan ini aksi para pelaku terbilang nekat dan beringas. Bahkan, para pelaku tak segan-segan melukai para korbannya bila berusaha melakukan perlawanan.

“Bahkan, beberapa pekan lalu, telah terjadi aksi curas di sebuah kompleks perumahan di kawasan Sukaraja yang menyebabkan seorang ibu rumah tangga mengalami luka robek terkena sabetan golok. Memang aksi mereka belakangan ini terbilang berani dan sadis,” katanya.

Untuk mengungkap kelompok pelaku curas dan curat tersebut, pihaknya telah membentuk tim khusus (timsus) gabungan Sat Reskrim Polresta Sukabumi dan unit reskrim di tingkat polsek untuk memburu para pelaku.

“Kini sebagian kelompok pelaku curas sudah digulung. Setiap kelompok pelaku curas rata-rata beranggotakan empat sampai lima orang,” katanya.

Walaupun sebagian pelaku sudah digulung, lanjut Hendra, kini pihaknya berusaha memburu kelompok lainnya.

Pasalnya, disinyalir masih banyak kelompok curas dan curat berkeliaran untuk melancarkan aksinya.

“Walaupun dari sisi intensitas kasus curas sudah mulai menurun signifikan, namun tetap saja kami berusaha mewaspadai aksi yang kemungkinan semakin marak dengan melibatkan para pemain lama ataupun baru,” ujarnya.

Hendra mengungkapkan, dalam upaya meminimalisasi aksi curas dan curat di sekitar kompleks perumahanan, kini pihaknya secara kontinyu menurunkan petugas guna melakukan patroli di lapangan. “Diharapkan dengan patroli secara kontinyu, sedini mungkin aksi curas dan curat bisa dicegah,” katanya. (B.118)** Sumber Galamedia

Polisi Ciduk Enam Anggota Geng Motor

Ditulis pada, 29 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum 

geng-mtr-1-miang
SUKABUMI KOTA - Aparat Polsek Kota Citamiang berhasil menciduk enam dari 15 berandalan geng motor pelaku perusakan tiga rumah dan dua buah gerobak es yang terjadi di Jln. Pelda Suryatna Kota Sukabumi, Rabu (27/5). Sementara sembilan pelaku lainnya kini masih dalam pengejaran petugas.

Keenam berandalan geng motor yang kini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Citamiang masing-masing As (16), Iw (17), Ar (20), Val (17), Ad (17), dan In (16), semuanya asal warga Kampung Nanggeleng, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi.

Sebelumnya, tiga rumah warga di Jln. Pelda Suryatna, yakni rumah milik Wati (32), Agus (37) dan Yayah (33), Sabtu malam (23/5), tiba-tiba dirusak segerombolan anggota geng motor. Tidak cuma itu, mereka juga telah merusak dua buah gerobok es milik warga lainnya. Mereka merusak bangunan rumah warga dan gerobak es menggunakan balok kayu dan melemparinya dengan batu.

Kapolres Kota Sukabumi, AKBP Drs. Moch. Hendra Suhartiyono M.Si didampingi Kapolsek Kota Citamiang, AKP Dedi Sudrajat S.Sos ketika dikonfirmasi membenarkan, pihaknya telah meringkus enam dari 15 pelaku yang diduga telah melakukan perusakan tiga rumah warga dan dua buah gerobak milik warga setempat. “Mereka (tersangka, red) sampai saat ini masih kita mintai keterangan. Sebagian sudah kami amankan,” ujar Kapolresta, kemarin.

Untuk mengamankan tersangka lainnya, lanjutnya, pihaknya telah membentuk tim khusus (timsus) untuk melakukan perburuan pada para tersangka. “Kami mensinyalir masih ada sejumlah tersangka lainnya, yang diduga kuat terlibat dalam aksi perusakan rumah warga itu. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pengejaran terhadap mereka,” tambahnya

Kapolresta mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas, keenam tersangka yang telah diamankan, mereka mengakui telah melakukan perusakan tiga rumah warga dan dua buah gerobak es dengan menggunakan balok kayu dan melemparinya dengan batu. “Oleh sebab itu, semua tersangka kami amankan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai motif aksi perusakan yang dilakukan para pelaku tersebut, Kapolresta Sukabumi mengungkapkan, hal itu diduga dipicu karena merasa dendam terhadap seorang pemuda berinisial Sul dan Ant. Pasalnya, antara kedua pemuda itu sebelumnya telah terjadi kesalah pahaman, namun sayangnya para pelaku berbuat brutal dan urakan serta merusak harta benda milik orang lain. ( B.12 – mrf )

POS KAMLING RW 6 KELURAHAN GEDONG PANJANG DINILAI TIM LOMBA POLWIL BOGOR

Ditulis pada, 25 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum 

pos-kamling
SUKABUMI KOTA (25/05) – Tim Penilai Lomba Siskamling Polwil Bogor datangi Pos Kamling RW 6 Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Kamis (21/05) malam, setelah berhasil menjadi juara pertama pada lomba yang sama di tingkat Kota Sukabumi.

Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M. mengatakan, Pemerintah Kota Sukabumi memberi apresiasi yang tinggi kepada warga masyarakat RW 6 Kelurahan Gedong Panjang, yang senantiasa melaksanakan Siskamling secara aktif dan optimal. Dengan demikian, keamanan dan ketertiban lingkungan di wilayah RW 6 Kelurahan Gedong Panjang lebih terjamin. Berkaitan dengan hal tersebut, Pos Kamling RW 6 Kelurahan Gedong Panjang, merupakan Pos Kamling terbaik saat ini di Kota Sukabumi, sekaligus menjadi duta Kota Sukabumi, pada lomba Pos Kamling Tingkat Wilayah Bogor.

Diharapkannya, Pos Kamling RW 6 Kelurahan Gedong Panjang dapat membawa harum nama Kota Sukabumi, dengan meraih gelar juara pertama di Tingkat Wilayah Bogor dan di Tingkat Propinsi Jawa Barat.

Sementara itu Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si didampingi Kabag Binamitra Polres Kota Sukabumi, Kompol Sumarta Setiadi SH, MH, menyatakan merasa salut dan bangga, atas pelaksanaan Siskamling di wilayah RW 6 Kelurahan Gedong Panjang, dengan harapan dapat dijadikan contoh di tingkat ke RW an lainnya dalam menjaga Keamanan lingkungannya.

Dikatakannya, kerjasama masyarakat dengan Polisi sangat penting untuk senantiasa dilakukan, khususnya dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungannya masing-masing, melalui pelaksanaan Siskamling secara optimal.

Kabag Binamitra Polres Kota Sukabumi mengharapkan, Pos Kamling RW 6 Kelurahan Gedong Panjang, agar dicontoh dan diteladani oleh Pos Kamling lainnya di Kota Sukabumi, untuk membantu masyarakat dan pemerintah, termasuk aparat kepolisian, khususnya dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan. Ditandaskannya, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Siskamling yang dilakukan masyarakat, aparat Kepolisian dan aparat instansi terkait lainnya, senantiasa aktif melakukan pembinaan dan penyuluhan, termasuk pelatihan Siskamling kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Sukabumi. ( B.12 – mrf ).

Sedan Suzuki Forsa D 1686 YA Terjungkal ke Sungai

Ditulis pada, 23 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum 

sedan-forsa
SUKABUMI KOTA (23/05) - Sebuah Sedan Suzuki Forsa 88 usai dicuci terjungkal ke Sungai Cisuda kampung Tugu kelurahan Jayaraksa kelurahan Baros Kota Sukabumi Jum’at siang (22/05) kemarin. Akibatnya pengemudi mobil, Pardi 43 tahun mengalami luka serius di bagian bahu dan punggung sehingga harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH.

Menurut salah seorang saksi, Ujang yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan insiden yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB ini berawal ketika mobil milik Dede 37 tahun tersebut baru saja selesai dicuci ditempat pencucian mobil yang juga milik Dede. Pardi alias Adung yang sehari – hari bekerja sebagai sopir angkot juga sering jadi sopir mobil dengan nomor polisi D 1686 YA itu, hendak memindahkan mobil itu dari tempatnya dicuci. Namun nahas baginya karena mobil yang dikemudikannya itu justru terjungkal ke sungai, dengan ketinggian tanggul sungai sekitar tiga meter.“Maksudnya hendak mundur, tapi ternyata malah maju dan kecebur ke sungai,” kata Ujang.

Melihat kejadian itu, Ujang bersama sopir lainnya yang biasa mangkal di tempat pencucian mobil tersebut langsung menolong Pardi dan melarikan ke Rumah sakit karena kondisi korban cukup parah. “ Korban langsung dibawa ke rumah sakit dengan kendaraan Polisi yang sedang melaksanakan Patroli, ” ujarnya.

Insiden ini cukup menyita perhatian dari warga sekitar, bahkan sejumlah pengendara yang melintas di jalan Baros itu sengaja ingin melihat mobil yang terjungkal ke sungai tersbut. Tak ayal, kondisi ini sempat menyebabkan kemacetan apalagi ketika mobil penderek dari Sat Lantas Polres Kota Sukabumi mengangkat bangkai mobil itu.

Kejadian terjungkalnya mobil ke sungai dari tempat pencucian ini merupakan kejadian yang kedua kalinya dalam 3 bulan terakhir. Beberapa waktu lalu, sebuah mobil juga jatuh dari tempat pencucian di Warudoyong. Sebagai gambaran, pembatas beton di tempat pencucian di jalan Baros tersebut memang agak rendah, hanya sekitar 30 Cm. ( B. 12 )

Operasi Simpatik Lodaya 2009, Polisi Bagikan Helm Gratis

Ditulis pada, 23 Mei 2009. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi 

ops-simpatik-1
SUKABUMI KOTA (23/05) – Polisi Satuan Lalu Lintas ( Polantas ) Jajaran Polres Kota Sukabumi melaksanakan Operasi Simpatik Lodaya 2009 dengan membuat gebrakan baru membagi-bagikan Helm Gratis dalam upaya meminimalisir tingginya angka Kecelakanaan Lalu lintas ( Laka Lantas ). Kepedulian Polisi dalam menciptakan upaya Keselamatan dan ketertiban berlalu lintas ini bekerja sama dengan Komunitas Speda Motor yang tergabung dalam Minerva Riders Community (MRC) Sukabumi.

Jum’at (22/05) pagi kemarin mereka membagikan puluhan Helm Pengaman Gratis kepada para pengendara speda motor yang menggunakan Helm Catok di sepanjang Jalan Jenderal Ahmas Yani dan Jalan Perintis Kemerdekaan . Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Satuan Lalu Lintas ( Kasat Lantas ) Polres Kota Sukabumi AKP Iskandar b Honzan tersebut merupakan bagian dari Operasi Simpatik Lodaya 2009 yang sengaja digelar sesuai Program Kerja Polda Jawa Barat di Wilayah Hukum Polres Kota Sukabumi. Pihak Kepolisian menilai kesadaran pengendaraspeda motor untuk selalu mengenakan Helm saat ini mengalami peningkatan.

Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono M.Si melalui Kasat lantas mengatakan, Operasi Simpatik Lodaya 2009 yang digelarnya merupakan langkah awal untuk penyadaran pengendara speda motor untuk senantiasa menjaga keselamatan dan berlaku tertib dalam berlalu lintas di Jalan raya, sehingga pada ahirnya akan mengurangi Kecelakaan Lalu lintas. ” Setidaknya dengan dibagi Helm gratis ada perasaan malu dalam diri mereka, walaupun sebenarnya manfaat menggunakan Helm standar untuk keselamatan mereka juga dan bukan untuk kepentingan Polisi,” tutur Iskandar. ( B.12 )

2 ABG digilir 4 Pemuda di kebun singkong

Ditulis pada, 23 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum 

SUKABUMI KOTA (23/05) - Dua anak baru gede (ABG) yang masih duduk di bangku sebuah SMP di Sukabumi, IS , 15 tahun dan TN 15 tahun, dinodai secara bergiliran oleh empat pemuda berandalan di kebun singkong di Kp. Pasir Badak, Desa Mangkalaya, Kec. Gunungguruh, Kab. Sukabumi, Sabtu (16/05) kemarin malam .

Keterangan yang didapat dari sumber di Mapolesta Sukabumi, Jumat (22/5), nasib nahas yang dialami kedua ABG warga Kp. Batununggal, Desa Batununggal Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi itu sebelum dinodai secara bergiliran terlebih dahulu diancam dengan menunggunakan Golok dan akan dibunuh.

Awal kejadiannya, ketika itu IS berkenalan melalui pesan pendek ( SMS ) dengan salah seorang pelaku berinisial Hen (26). Dari SMS tersebut akhirnya berlanjut bertemu ( copy darat ) dan sepakat untuk bermain serta jalan-jalan ke Alun-alun Cisaat yang saat itu IS mengajak temannya TN.

Rupanya tersangka Hen tidak sendiri, ternyata membawa tiga orang rekannya, DD (24), UD (24), dan US (25). Setelah berkenalan di Alun-alun, keempat pemuda tersebut mengajak kedua ABG itu jalan-jalan ke daerah kawasan Mangkalaya, Desa Cibentang, Kec. Gunungguruh, Kab. Sukabumi. Namun tanpa diduga, keempat pemuda itu membawa kedua korban ke sebuah kebun singkong.

Dicekok miras

Sadisnya, di kebun singkong, kedua korban langsung dikalungi golok terhunus kemudian dicekoki minuman keras (miras) yang telah dipersiapkan hingga tidak sadarkan diri. Dalam keadaan tak sadarkan diri, satu per satu tersangka menodai kedua korban secara bergiliran. Setelah puas, keempat tersangka kabur meninggalkan kedua korban di kebun singkong.

“Salah seorang pemuda yang ikut bersama Hen sempat mengalungkan golok ke bagian leher ketika akan mencabuli. “ Saya tidak bisa melakukan perlawanan karena diancam akan dibunuh. Bahkan ketika mereka melucutui pakaian, saya terpaksa menyerah. Setelah itu tak ingat lagi karena saya sudah tak sadarkan diri dicekok miras,” tutur IS di Ruang kantor PPA Polres Kota Sukabumi.

Kapolres Kota Sukabumi, AKBP Drs. Moh. Hendra Suhartiyono M.Si didampingi Kasat Reskrim, I.G.K. Warjana ketika dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut dan telah memperoleh pengaduan dari keluarga kedua korban yang diduga kuat telah dinodai oleh 4 pemuda berandal yang mengaku warga Kecamatan Cisaat.

“Sayang, saat kedua korban dimintai keterangan sama sekali tidak mengenal satu pun dari keempat pelaku tersebut. Selain meminta keterangan kedua korban yang mengaku telah dicabuli, kedua korban pun akan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan visum dokter,” ujar Kapolres Kota Sukabumi, seraya menyebutkan, untuk memburu keempat pelaku, pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk menelusurinya ke sejumlah tempat di wilayah Sukabumi. (B.12)

Polisi Tangkap Pengedar Ratusan Lembar Materai Palsu

Ditulis pada, 22 Mei 2009. dalam kategori: Berita Umum 

saat-asril2
SUKABUMI KOTA - Aparat Kepolisian Resor Kota Sukabumi meringkus seorang pria ASRIL , 35 tahun warga Kp.Rawa Bacang Rt.005/015 Kel. Jatirahayu Kec. Pondok Melati Kota Bekasi, Minggu (17/05) karena kedapatan mengedarkan materai yang diduga palsu.

Awalnya Polisi menerima telepon dari warga masyarakat yang menginformasikan bahwa ada orang yang berada disekitar Jl. Raya Cisaat - Cibolang sedang menjual atau mengedarkan materai yang diduga palsu, berbekal informasi tersebut Polisi langsung bertindak cepat dan berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti sebanyak 7 lembar materai 6000 yang masing-masing lembar berisi 50 buah materai sehingga jumlahnya mencapai 350 buah yang diduga palsu, akhirnya pelaku hanya bisa pasrah begitu petugas menangkapnya dengan barang bukti sejumlah materai palsu. Tersangka tidak mengetahui kalau orang yang membeli materai darinya kali ini adalah polisi.

Menurut pengakuan pelaku, materai palsu ini didapat dari seorang pemasok di daerah Bekasi dengan harga yang cukup miring. Untuk materai senilai 6000 rupiah, tersangka Asril hanya membelinya seharga 3.500 rupiah.. Selama beberapa bulan, tersangka telah memperoleh keuntungan yang cukup lumayan. Sistem penjualannya pun dilakukan secara sederhana dengan mendatangi warung-warung di pinggiran kota.
Kini pelaku harus mempertanggung jawabkan berbuatannya dan menjadi penghuni ruang tahanan Polsek Cisaat. Polisi mencurigai tersangka memiliki jaringan yang cukup rapi sehingga tidak heran, tidak mau buka mulut dari mana materai tersebut didapatnya. ( B.12 – mrf )

UPACARA PERINGATAN KE-101 HARKITNAS TINGKAT KOTA SUKABUMI

Ditulis pada, 21 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (21/05) - Upacara peringatan ke-101 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tingkat Kota Sukabumi, berlangsung hari Rabu pagi, 20 Mei 2009, di lapangan Merdeka.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., Perwira Upacara, Kompol H. Agus Subandi, S.H., Komandan Upacara, AKP Nanang Rahmat Subarna, Korsik, Pemda Kota Sukabumi, Pengibar Bendera Merah Putih, Pokibra Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Paduan Suara, Merah Putih Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Pembaca Teks Pancasila, Inspektur Upacara, dan Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Rio Meriztus, dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Sukabumi. Sedangkan peserta upacara, terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Korpri, OKP, Pelajar SMA, SMK, SMP dan Pramuka.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, diantaranya menjelaskan, peringatan Harkitnas tahun 2009, telah ber-usia 1 abad lebih, tepatnya 101 tahun. Berkaitan dengan hal tersebut, sudah selayaknya bangsa Indonesia bersyukur, atas nikmat dan karunia yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Esa.

Dikatakannya, sebagai sebuah tonggak perjalanan bangsa, peringatan Harkitnas harus terus menerus dikumandangkan dan dilakukan rekontekstualisasi, sesuai dengan masanya. Untuk itu, tidaklah berlebihan apabila momentum Harkitnas ini, harus memberikan makna lebih, yakni tidak hanya sebatas pada memperingati secara seremonial saja.

Dikatakan pula, di tengah kondisi krisis perekonomian saat ini akibat krisis perekonomian global, sangat tepat untuk menyuarakan kembali dan meng-aktualisasikan peringatan Harkitnas ini, menjadi sebuah pemicu dan modal untuk memajukan bangsa, agar dengan kondisi tersebut tidak menjadikan bangsa Indonesia terpuruk, melainkan harus dijadikan sebagai sebuah peluang dalam membangun dan membesarkan bangsa. Itulah makna lain dari peringatan Harkitnas tahun ini, yakni seluruh bangsa Indonesia harus terus menerus membangkitkan rasa optimisme, dan percaya diri sambil terus ber-usaha, sebagai cikal bakal bangsa Indonesia dibangun. Karena sebuah bangsa tidak pernah lahir dan jadi begitu saja, akan tetapi membutuhkan proses, baik proses sosial dan politik, maupun proses dan dukungan ekonomi yang memadai. Kesadaran itulah yang harus senantiasa ditanamkan oleh seluruh bangsa Indonesia, khususnya dalam setiap memperingati Harkitnas.

Menteri Komunikasi dan Informatika menandaskan, setelah 100 tahun lebih Kebangkitan Nasional disuarakan, persatuan dan kesatuan sudah terwujud dalam sebuah kemerdekaan. Oleh karenanya, seluruh bangsa Indonesia harus memberikan makna dan strategi yang lebih luas lagi, terkait dengan peringatan Harkitnas, yakni kebangkitan untuk membangun bangsa yang maju, demokratis, adil dan sejahtera.

Pada bagian lain sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informatika mengucapkan terima kasih kepada segenap lapisan masyarakat termasuk kepada seluruh partai politik, yang telah mengantarkan dan menyukseskan pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009, dengan kondisi yang amat kondusif.

Keberhasilan tersebut agar senantiasa dijaga dan ditingkatkan, khususnya dalam pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), yang dijadualkan berlangsung tanggal 8 Juli 2009 mendatang, dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang telah dibangun dan disemaikan oleh para pendiri bangsa, dan oleh para penggagas nilai-nilai Kebangkitan Nasional.

Menteri Komunikasi dan Informatika juga mengajak kepada segenap lapisan masyarakat, untuk menyiapkan diri dalam pelaksanaan Pilpres yang lebih berkualitas, serta memenuhi beberapa indikator. Antara lain berlangsung secara jujur dan adil, adanya persaingan yang fair diantara aktor-aktor calon yang terlibat dalam Pilpres, adanya partisipasi masyarakat dalam Pilpres, dan adanya jaminan hak-hak politik warga, khususnya hak untuk memilih dan untuk dipilih. Indikator-indikator tersebut, terkait dengan kegiatan sebelum dan setelah pelaksanaan Pilpres, yakni situasi politik berlangsung normal kembali, terbentuknya sistem pemerintahan presidensial yang efektif atau adanya pemerintahan yang relatif otonom, khususnya dalam merumuskan dan memutuskan kebijakan Negara, serta adanya pemerintahan yang responsif dan akuntabel. Diharapkannya, kekurang sempurnaan masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu Legislatif beberapa waktu yang lalu, hendaknya dijadikan pelajaran ber-arti, bukan saja bagi KPU, akan tetapi juga bagi masyarakat dan partai politik peserta Pemilu.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi menerima Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) ke-6 kali dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yang selanjutnya diserahkan kembali kepada Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, sebagai lambang supremasi tertinggi dalam bidang tertib lalu-lintas. Sedangkan Walikota Sukabumi, menyerahkan Trophy dan Piagam Penghargaan kepada siswa SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, sebagai Juara Harapan Lomba Pemuda Pinilih Bidang Koperasi Tingkat Provinsi Jawa Barat, dalam rangka Pemberdayaan Koperasi Siswa. ( B.12 - mrf sumber infokom kota )

PULUHAN GEPENG DAN BELASAN PENGAMEN BERHASIL DIRAZIA

Ditulis pada, 21 Mei 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi 

SUKABUMI KOTA (21/05) - Puluhan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng), serta belasan Pengamen atau Anak Jalanan (Anjal) yang biasa mangkal di sejumlah persimpangan jalan di Kota Sukabumi, baru-baru ini berhasil dirazia oleh aparat Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penaggulangan Bencana Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi.

Kepala Seksi Pemulihan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penaggulangan Bencana Kota Sukabumi, Jamhur menjelaskan, sebagian besar Gepeng dan Pengamen tersebut, merupakan muka lama yang biasa ber-operasi di sejumlah persimpangan jalan di pusat keramaian Kota Sukabumi.

Para Gepeng dan Pengamen tersebut, sebagian besar sudah ber-usia lanjut, serta sering menjadi langganan razia. Selain itu, sebagian Gepeng dan Pengamen tersebut, bukan warga Kota Sukabumi, akan tetapi dari luar Kota Sukabumi.

Ditandaskannya, para Gepeng dan Pengamen yang terjaring dalam razia tersebut, langsung diberi pengarahan dan pembinaan, di Aula Kantor Satpol PP Kota Sukabumi. Adapun para Gepeng dan Pengamen yang terjaring dalam razia tersebut, seluruhnya berjumlah 43 orang. Antara lain, 25 orang Gepeng dan 18 Pengamen atau Anjal.

Ditandaskan pula, pelaksanaan razia tersebut merupakan agenda rutin Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Penaggulangan Bencana Kota Sukabumi. Maksud dan tujuannya, untuk membersihkan pusat keramaian kota dari Gepeng dan Pengamen. Sebab keberadaan mereka, sangat mengganggu terhadap ketertiban dan kelancaran arus lalu-lintas. Disamping itu, juga untuk menekan populasi Gepeng dan Pengamen, khususnya di Kota Sukabumi.

Diharapkannya, dengan dilaksanakan razia serta pengarahan dan pembinaan tersebut, bisa menekan sekaligus mengurangi jumlah Gepeng dan Pengamen di Kota Sukabumi. ( B.12 - mrf Sumber Infokom Kota )

Halaman Berikutnya »