4 Pemain Judi Kartu Remi Diciduk Petugas.
Ditulis pada, 31 Maret 2009. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi

SUKABUMI KOTA (31/03) – Rupanya masih ada saja warga suka main Judi, meski Polisi sudah berkali-kali menangkap para pelaku Judi dan tidak ada toleransi bagi warga yang melakukan praktik judi, apapun alasannya, walaupun dengan uang taruhan terbilang kecil alias iseng, tetap bakalan ditindak petugas sesuai prosedure Hukum yang berlaku. Seperti yang dialami empat orang penjudi amatir di tempat rongsokan di Jalan Pasundan Kel. Nyomplong Kec. Warudoyong Kota Sukabumi Senin (30/03) malam kemarin.
Keempat pelaku diantaranya Jejen (40 tahun) warga Kp.Simpang Bungur Rt. 10/01 Desa Ciparay Kec. Jampang Kulon Kab.Sukabumi, Wahyu, (38 tahun) warga Pojok Utara 2 Rt. 01/05 Kel. Setiamanah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Deni (26 tahun) warga Kp.Panyawungan Rt. 02/03 Desa Selaawi Kec. Sukaraja Kab.Sukabumidan Atang (39 tahun) warga Jl.Saniin Benteng Tengah Rt.10/02 Kel. Benteng Kec. Warudoyong Kota Sukabumi, diciduk petugas Senin ( 30/03) pukul 21.30 wib saat asyik bermain Judi kartu remi dengan taruhan uang di Kios rongsokan pinggir Rel Kereta Api Jalan Pasundan Kel. Nyomplong Kec. Warudoyong Kota Sukabumi.
Selain menangkap ke empat pelaku, dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa satu set kartu remi dan uang puluhan ribu rupiah, yang dijadikan taruhan dalam permainan judi tersebut. Pelakunya dapat dihukum dan dijerat dengan Pasal 303 KUHP. ( B.12 )
Longsor Lagi di Gunungguruh Kab. Sukabumi
Ditulis pada, 31 Maret 2009. dalam kategori: Berita Umum, Seputar Polri
SUKABUMI KOTA (31/03) – Curah hujan yang terus menerus pada Sabtu dan Minggu mengguyur Sukabumi mengakibatkan longsor di kampung Muara Desa Kebonmanggu Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi. Kondisi alam yang kurang bersahabat, berupa keretakan tanah yang rawan longsor setiap kali hujan membuat 35 KK mengungsi ke rumah keluarganya atau daerah yang lebih aman.
Meski tidak ada korban jiwa, longsor yang ke sekian kalinya ini membuat warga masyarakat yang belum sempat mengungsi menjadi gelisah, khususnya 4 kepala keluarga ( KK ) yang masih bermukim di kawasan perkebunan yang kerap longsor itu.
Dari keterangan warga sekitar, longsor pada hari Sabtu lalu diawali dengan getaran yang mirip gempa, setelah itu terjadi longsor di sekitar rumah warga yang penghuninya sudah tidak ada. “ Longsor pertama Sabtu dinihari, lalu keesokan harinya pada pukul 11.00 siang,” kata Ridwan, salah seorang warga.
Saat ini masih ada sisa 4 kepala keluarga yang belum mengungsi disekitar pergeseran tanah itu, masing-masing Ijar, Iwan, Ridwan dan Akrim, menurut warga lainnya, Usep, sejak longsor bulan lalu, warga selalu was-was apalagi setiap kali turun hujan deras, meski pergeseran tanah tidak mengarah ke rumah empat KK tersebut, tapi kondisinya tetap saja rawan.
“ Kalau hujan, warga selalu mengawasi di sekitar pergeseran tanah, mengantisipasi jangan sampai longsor mengarah ke empat rumah mereka,” kata Usep. Meski pihak pemerintahan Desa Kebonmanggu sudah menghimbau warga untuk segera mengosongkan rumahnya, namun masih ada saja empat Kepala keluarga yang enggan meninggalkan rumahnya, dengan dalih pergeseran tanah tidak mengarah ke rumahnya.
Sebagian warga membongkar rumah mereka, kayu-kayu dan material lainnya yang masih bias digunakan dibongkar dan dipindahkan untuk membangun kembali rumahnya ditempat yang lebih aman. ( B – 12 )
Polisi Ringkus Pelaku Tipu Ranmor R.2
Ditulis pada, 29 Maret 2009. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi
SUKABUMI KOTA (29/03) - Dede Herman bin Didin ( 20 tahun ), pelaku penipuan kendaraan bermotor ( tipuranmor) roda dua, warga kp. Lembur tengah Rt. 03/03 Desa Cicukang Kec. Purabaya Kab. Sukabumi, kini meringkuk di tahanan Polsek Baros, dari tangan tersangka, petugas mengamankan kendaraan speda motor Honda NF 100 LD, No. Pol : F 4746 WO, yang sempat dijual pelaku di daerah Bangbayang Kecamatan Tegalbuleud Kab. Sukabumi, Kamis(26/03) kemarin.
Kapolres Kota Sukabumi, AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, M.Si. didampingi Kapolsek Baros, AKP Akhmad Wiryo, mengatakan, aksi tersangka yang diduga sebagai pelaku penipuan dan penggelapan itu, bermula dari adanya laporan korban Enang Setiawan 27 tahun warga kp. Kabandungan No. 03 Rt 01/04 Desa Sindang Asih Kec. Karang Tengah Kab. Cianjur yang diterima Polsek Baros.
Korban menjelaskan, sebelum kejadian pada hari Minggu (22/3) sore, pelaku mengajak korban untuk jalan-jalan dari Cianjur ke Sukabumi, setibanya di daerah Baros keduanya berhenti untuk istirahat dan minum kopi, saat itu niat jahat pelaku yang sudah dirancang sebelumnya mulai ada kesempatan dan berhasil memperdayai korbannya yang masih kawannya sendiri, dengan modus (model dusta) berpura-pura ingin menjemput temannya, sipelaku meminjam speda motor korban yang saat itu tanpa curiga memberikannya. Namun setelah ditunggu cukup lama ternyata pelaku tidak kembali lagi, ahirnya korban kebingungan dan diantar warga melapor ke Polsek Baros.
Menindak lanjuti laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Baros langsung cepat tanggap turun ke lapangan dan melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas mendapat titik terang dan informasi tempat persembunyian pelaku, kemudian petugas berhasil menangkap pelaku yang sedang jalan-jalan dengan teman wanitanya di daerah Nyalindung Kab. Sukabumi.
Petugas langsung membawa pelaku ke Polsek Baros, Setelah mengorek keterangan dari Pelaku Dede yang mengakui tertus terang perbuatannya, Kapolsek Baros menambahkan, ternyata pelaku sudah menjual kendaraan sp. Motor hasil kejahatannya ke daerah Bangbayang Kecamatan Tegalbuleud Kab. Sukabumi, petugas pun tanpa menunda kesempatan, langsung memburu barang bukti sp. Motor dan berhasil menyitanya kembali.
Hasil pemeriksaan petugas, tersangka Dede harus mendekam di ruang tahanan Polsek Baros dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tetang penggelapan dengan ancaman penjara lebih dari 5 tahun. (B.12 – ma’ruf)
Polisi Tangkap Pencuri Komputer SD Selaawi II
Ditulis pada, 28 Maret 2009. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi

SUKABUMI KOTA (28/03) - Polisi berhasil menangkap tiga pelaku pencurian Komputer SD Selaawi II kecamatan Sukaraja Kab Sukabumi Kamis (26/03) kemarin.
Fery (19) warga Kp.Kadawung Rt.03/04 Desa Pagelaran Kec. Purabaya Kab. Sukabumi, Yana maulana alias Peri (17) warga Kp.Jeungjing Rt.01/02 Desa Selawangi Kec. Sukaraja Kab. Sukabumi dan Rido (15) warga Kp. Cisuren Rt.03/05 Desa Sindang Raja Kec. Curug Kembar Kab. Sukabumi kini berurusan dengan polisi. Sedangkan Dua pelaku lainnya yang identitasnya sudah dikantongi Polisi, kini masih dalam pengejaran.
Kamis (26/03) Polsek Sukaraja menerima laporan tentang adanya Pencurian Komputer di SD Selaawi II yang terjadi hari Kamis (20/03), meskipun laporannya terlambat namun tidak menyurutkan Polisi untuk mengungkap pelakunya, kemudian ditindak lanjuti dengan penyelidikan sehingga polisi menemukan titik terang dan ditemukan bukti yang cukup, selanjutnya dilakukan tindakan penangkapan terhadap ketiga pelaku yang telah mencuri dua Unit Komputer merk Lenovo Pentium IV, Warna Hitam, Monitor LCD dan merk Dell Warna Silver, Monitor LCD, milik SDN Selaawi II kecamatan Sukaraja sehingga menderita kerugian Rp. 24.000.000.
Ketiga pelaku yang sehari-harinya sebagai penjual asongan kantong plastik di pasar pelita Kota Sukabumi saat ditemui reporter, tidak mengelak dan mengakui perbutannya, dalam aksinya yang dilakukan dini hari sekitar pukul 02.00 Wib. Pada malam hari berpura pura mencari barang rongsokan, lima komplotan ini menelusuri pemukiman penduduk kemudian masuk ke sekolah setelah terlebih dahulu mencongkel pintu kantor. Hilangnya barang inventaris sekolah itu baru diketahui oleh penjaganya pada keesokan pagi harinya. Sepekan kemudian pihak sekolahan baru melaporkan kejadian itu ke Polsek Sukaraja.
Awalnya Polisi memerika Fery sebagai pelaku pencurian Speda BMX anak-anak, setelah dilakukan investigasi ternyata pelaku pencurian Komputer di Sekolah SD Selaawi II mengarah kepadanya, sehingga dua pelaku lainnya dapat ditangkap di Pasar pelita Sukabumi saat sedang berjualan kantong plastik. ” Akhirnya mereka mengakui perbuatannya telah mencuri komputer itu, barang buktinya sedang diambil di daerah Sagaranten, dua pelaku lainnya sedang kami kejar”, ujar Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, Msi melalui Kapolsek Sukaraja, AKP Suhendar. ( B.12 – Ma’ruf )
Tindak Penyegel SDN Sasagaran
Ditulis pada, 28 Maret 2009. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI,(GM)-
Wakil Bupati Sukabumi, Drs. H. Marwan Hamami Setiwan, M.M. menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sukabumi untuk segera membentuk tim khusus guna menggugat oknum warga yang menyegel SDN Sasagaran di Desa Sasagaran, Kec. Kebonpedes, pekan lalu.
“Kami telah memerintahkan Kadisdik untuk segera melaporkan kasus penyegelan sekolah itu kepada pihak yang berwajib. Karena, penyegelan sekolah merupakan bentuk tindakan pidana yang juga mengganggu ketertiban umum,” ujar Marwan ketika ditemui “GM” di sela-sela membuka Sekolah Sukabumi Modeling di Karangtengah, Kec. Cibadak, Kab. Sukabumi, Jumat (27/3).
Aksi penyegelan sekolah yang dilakukan sekelompok warga yang mengaku ahli waris almarhum H. Syamsudin merupakan yang keempat kalinya. Aksi penyegelan itu sempat mengundang reaksi keras dari ratusan orangtua siswa. Warga setempat pun sempat membongkar kembali kayu penyangga yang dipakai untuk menghalangi pintu masuk halaman sekolah.
“Ulah oknum warga yang menyegel lahan dan bangunan sekolah itu sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Mereka juga telah berupaya mengambil aset pemerintah. Padahal aset itu telah memiliki legalitas resmi berupa sertifikat. Kalaupun sekarang tetap diklaim milik mereka, maka kami akan mengambil langkah tegas dengan cara mempidanakan mereka,” katanya.
Seperti diberitakan “GM” beberapa waktu lalu, aksi penyegelan sekolah bermula ketika para ahli waris mempertanyakan status lahan yang kini berdiri SD Sasagaran. Mereka menganggap tanah tersebut sah milik para ahli waris. Secara sepihak mereka pun berusaha melakukan penyegelan persis di pintu masuk sekolah. (B.118)** sumber Galamedia.
Hujan Lebat disertai Angin kencang, tumbangkan Pohon
Ditulis pada, 28 Maret 2009. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUM KOTA (28/03) Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, menumbangkan sebatang pohon bungur berketinggian 12 meter di depan Gereja Baptis Indonesia Baitani (BIP) menutup akses Jalan RE Martadinata Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Jum’at (27/03) kemarin.
Seorang saksi mata Dedi 40 tahun yang mengetahui persis kejadian tersebut mengatakan, hujan deras yang kemudian disertai angin kencang dan suara petir terjadi sekitar pukul 15.10 wib tiba-tiba menumbangkan sebuah pohon yang cukup besar dan mengakibatkan arus kendaraan yang melintas di Jalan RE Martadinata mengalami kemacetan sekitar empat puluh menit.
Tidak hanya itu, aliran listrik ke Gereja BIB serta jaringan telepon ke beberapa rumah warga terputus, akibat kabel-kabelnya yang berada tepat didekat pohon tertimba batangan pohon yang rubuh, beruntung pada saat kejadian tidak ada kendaraan maupun orang yang lewat sehingga tidak menimbulkan korban. Namun beberapa warga dan para pengemudi menghawatirkan kejadian serupa dan mengharapkan pemerintah memperhatikan keberadaan pohon di sepanjang jalan di Kota Sukabumi yang dianggap rawan tumbang.
Selang beberapa menit , petugas Satuan Lalu lintas Polres Kota Sukabumi datang ke lokasi kejadian dan mengurai kemacetan serta mengatur arus lintas hingga lancar kembali, beberapa petugas terkait dari PLN, Telkom dan Dishub juga datang ke lokasi memperbaiki jaringan Listrik dan kabel teleon serta memotong-motong batang dan dahan pohon hingga situasi normal kembali. (B.12 – Ma’ruf )
Istri kerja jadi TKW di Timteng, Suami Perkosa Kakak Ipar
Ditulis pada, 26 Maret 2009. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA – Nikmat membawa sengsara, mungkin karena kesepian atau barangkali karena hasratnya tidak tersalurkan berbulan-bulan, sehingga tidak tahan dan ubun-ubunnya sering demam, J. Kojek (36 tahun) warga Kp.Cibadak Rt.04/09 Desa dan Kec. Sukalarang Kab. Sukabumi tega memperkosa kakak iparnya sendiri yang menderita keterbelakangan mental (Idiot) awal bulan maret 2009.
Saat pelaku ditemui di ruang tahanan Mapolsek Sukalarang, ia tak mengelak tuduhan polisi. Perbuatan bejat itu dilakukan di dapur rumahnya sendiri di. Kp. Cibadak Kec. Sukalarang. Alasannya, ia sudah enam bulan tak berhubungan badan dengan istrinya.” Istri saya sudah lima bulan bekerja jadi TKW di Saudi,” akunya.
Dia bercerita, hari senin siang di awal bulan Maret 2009, saat sedang bekerja sebagai buruh meratakan pasir, menyempatkan diri pulang ke rumahnya untuk makan, pada waktu makan ia melihat kakak iparnya Elis( nama samaran) sedang duduk sendirian diteras rumah korban yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumahnya. Melihat korban sendirian, Pikiran kotor Kojek makin meledak-ledak. Ia segera memanggilnya sembari memberikan uang kertas seribu rupiah, korbanpun menghampiri dan mau saja diajak masuk ke dalam rumah, kemudian oleh pelaku dibawa ke dapur dan diperkosa, wanita itu tak bisa melawan dan hanya menjerit-jerit saat tubuhnya dinodai adik iparnya.
Setelah puas memperkosa, kojek meninggalkan korban dan kembali ke tempat bekerja, sehari, dua hari sampai tiga hari suasananya di kampung masih aman-aman saja, ia mengira korban tidak mengadu kemana-mana, sehingga Kojek merasa tenang Namun empat hari kemudian Elis menceritakan kebejatan Kojek kepada orangtuanya. Seketika itu juga dengan diantar Orangtuanya Elis datang ke Polsek Sukalarang. Dan pelakupun diamankan Polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kapolsek Sukalarang AKP Supeno saat ditemui reporter di kantornya membenarkan kejadian tersebut. ” Betul Polisi telah menerima pengaduan kasus perkosaan dan saat ini proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka serta keterangan saksi ahli sudah selesai, penyidik tinggal tunggu surat pemberitahuan hasil penyidikan sudah lengkap ( P.21) dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU) ” ujarnya. (B.12 - Ma’ruf)
Polisi berhasil tangkap Penculik Balita berumur tiga tahun
Ditulis pada, 24 Maret 2009. dalam kategori: Berita Umum

Korban diselamatkan di Karawang.
SUKABUMI KOTA (24/03) – Kerja keras Kepolisian Resort Kota Sukabumi bekerjasama dengan Polres Kota Cimahi ahinya membuahkan hasil, Egi Budiman als Abod als Inang als Egi Alias Didin alias Budi Januar bin Udin ( 31 tahun ) pelaku penculikan Balita warga Pasir perelek Rt.04/01 Desa Bencoy Kec. Cireunghas Kab. Sukabumi tidak bisa berkutit saat Polisi menangkapnya di daerah Cimahi Bandung. Senin (23/03) kemarin malam.
Perburuan Polisi tanpa mengenal lelah disebar kemana-mana, bahkan Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono, MSi begitu menerima laporan adanya kasus penculikan, langsung membentuk Tim guna membekuk pelaku dan menyelamatkan korbannya.
Tim yang dipimpin Kapolsek Cireunghas Iptu E. Kuswaha yang mendapat informasi keberadaan pelaku Egi Budiman als Abod (31 tahun) yang masih tetangga dengan orag tua korban di Cireunghas, selalu berpindah-pindah untuk menghilangkan jejak, terahir terlacak di daerah Cimahi, polisi bergerak mengadakan berkoordinasi dengan Polres Cimahi dan berhasil mencium keberadaan pelaku di tempat pencucian mobil jl. Sriwijaya Cimahi – Padalarang, tanpa membuang waktu, pelakupun tidak bisa berkutik saat Polisi membekuknya. Polisipun berhasil menyelamatkan korban Wildan (3 tahun) yang ditemukan di karawang, kemudian diboyong ke Polres Kota Sukabumi. Tersangka dijerat pasal 83 UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(B 12 - mrf )
Belasan Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Ditulis pada, 23 Maret 2009. dalam kategori: Berita Umum
Belasan Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
SUKABUMI KOTA - Belasan rumah warga Benteng Kidul RT 02/RW 06 Kel. Benteng, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi, rusak setelah diguyur hujan deras disertai angin kencang, Sabtu (21/3). Tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Menurut keterangan, musibah angin kencang dan banjir yang menimpa warga di Benteng Kidul berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB. Angin kencang mengempas genting rumah warga sekitar, sementara luapan air drainase menggenangi puluhan rumah. Sejumlah warga ketika ditemui di lokasi kejadian, menyebutkan, hujan deras disertai angin kencang dengan cepat meluluhlantakkan permukiman.
“Saking kencang dan derasnya hujan, genting belasan rumah warga beterbangan,” ujar Asep (40), warga Benteng Kidul, ketika ditemui “GM” di rumahnya. Ia mengatakan, luapan air drainase mulai berangsur surut setelah warga secara gotong royong melakukan normalisasi saluran drainase yang tersumbat. (B.118)** sumber Galamedia
Konvoi, Harus Kenakan Helm Standar
Ditulis pada, 22 Maret 2009. dalam kategori: Pemilu 2009
SUKABUMI KOTA (22/03) - Kapolres Kota Sukabumi AKBP Drs Moh Hendra Suhartiyono, MSi menghimbau kepada para peserta kampanye yang melakukan konvoi di jalan raya harus mengikuti aturan tertib berlalu lintas dan bagi pengendara sp. motor maupun yang dibonceng agar tetap mengenakan helm pengaman standar dan jangan bonceng tiga, apalagi betindak ugal-ugalan.
Penegasan itu disampaikan Kapolresta Moh Hendra usai melakukan pemantauan langsung terhadap jalannya kampanye terbuka yang dipusatkan di lapangan Cisaat Kab Sukabumi. Menurut Kapolresta, polisi akan terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk selalu tertib dan mengenakan helm standar saat berkendaraan.
“ Mereka yang berkampanye harus mengenakan helm standar saat konvoi. Para sopir kendaraan bak terbuka maupun truk yang memuat massa kampanye agar tidak melebihi aturan yang ada,” jelasnya Moh Hendra.
Setiap hari, kata Moh Hendra, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi pelaksanaan kampanye serta jalur-jalur jalan yang akan dilalui peserta kampanye. “ Peserta pemilu diharap tidak melanggar undang-undang lalu lintas, demi keselamatan mereka-mereka sendiri dan terpeliharanya ketertiban berlalu lintas di jalan raya, saya berharap hal tersebut akan dipatuhi, karena sebelumnya masing-masing perwakilan parpol telah mengikuti pengarahan peraturan kampaye di mapolres kota Sukabumi,” tukasnya. ( B.12 )








