SELURUH CAMAT DAN LURAH AGAR TINGKATKAN KEGIATAN SISKAMLING
Ditulis pada, 25 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
SUKABUMI KOTA - Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., menghimbau seluruh Camat dan Lurah se Kota Sukabumi, agar meningkatkan kegiatan Ronda Malam atau Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), di wilayahnya masing-masing.
Maksud dan tujuannya, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, dalam meng-antisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan di wilayahnya masing-masing, sekaligus meningkatkan suasana kondusif wilayah Kota Sukabumi.
Apabila memungkinkan, para Camat dan Lurah se Kota Sukabumi, mengadakan pertemuan khusus dengan masyarakat dan aparat keamanan, agar masyarakat dapat meningkatkan kegiatan Siskamling di setiap wilayah RW dan RT-nya masing-masing.
Wakil Walikota Sukabumi menjelaskan, untuk meningkatkan Siskamling, para Camat dan Lurah harus mengadakan koordinasi dengan Polres Kota Sukabumi, Kodim 0607 Sukabumi dan masyarakat. Terlebih dengan Polres Kota Sukabumi. Sebab Polres Kota Sukabumi, saat ini sedang merancang konsep Siskamling Berbasis Mesjid. Dalam konsep Siskamling tersebut, selain melibatkan masyarakat, juga melibatkan Remaja Mesjid, dengan mengedepankan pendekatan agama atau religi. Adapun maksud dan tujuannya, supaya masyarakat senantiasa waspada, serta dapat meng-antisipasi berbagai kemungkinan adanya aksi premanisme dan tindak kejahatan lainnya, seperti pencurian dan sebagainya.
Ditandaskannya, seluruh apartur pemerintah wajib memberi jaminan keamanan kepada masyarakat, supaya masyarakat senantiasa merasa tenteram dan damai, serta dapat melaksanakan berbagai aktivitasnya dengan baik dan lancar.
Himbauan Wakil Walikota Sukabumi tersebut, mendapat dukungan positif dari berbagai pihak, termasuk dari Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Doce Sutana. Karena menurut Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi tersebut, dengan ditingkatkannya Siskamling di setiap wilayah RW dan RT, dapat meng-antisipasi kemungkinan terjadi tidak pidana, khususnya pada malam hari.( B.12 - kaurtelm - sumber sits Pemdakot Smi )
Pencurian Kabel Telpon Di Gunungguruh, kerugian Jutaan rupiah
Ditulis pada, 25 Februari 2009. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA - Pencurian kabel telkom terjadi lagi di jalur Desa Cibentang Kec. Gunungguruh Kab. Sukabumi Minggu Malam( 22/02). Akibat ulah pencuri tersebut, Kantor Cabang Telkom Sukabumi menaksir mengalami kerugian sekitar delapan juta rupiah. Tidak hanya kerugian material, masyarakat sebagai pengguna jasa telepon pun mengalami kerugian yang cukup besar, apalagi pencurian kabel yang melintasi kawasan usaha dan bisnis.
Petugas Kancatel Sumedang, Nandang Sunarya melaporkan kejadian pencurian Kabel tepelon tsb ke SPK Polres Kota Sukabumi yang diterima Ka SPK Ipda Yadi Kusyadi SH, pelaku diduga memotong kabel sepanjang 120 meter menggunakan Gunting atau Tang.
Untuk menjaga pasilitas negara, Pt Telkom berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat, agar bersama-sama menyelamatkan aset negara. Agar lebih merasa memilik, Telkom akan memberikan reward kepada masyarakat yang berusaha menggagalkan upaya pencurian kabel telkom. ( B.12 - Kaur Telm )
POLSEK BAROS AMANKAN BELASAN PEMUDA TELER
Ditulis pada, 25 Februari 2009. dalam kategori: Berita Umum

SUKABUMI KOTA - Aparat Kepolisian Sektor Kota Baros Sukabumi Selasa siang (24/02) telah mengamankan belasan pemuda yang sedang Pesta Miras dan dalam keadaan Teler di dua lokasi yang berbeda masing-masing di Kp. Tugu Kel. Jagaraksa dan Kp. Cipeujeuh Kel. dan Kecamatan Baros Kota Sukabumi kemarin.
Kegiatan Polisi dalam memerangi Penyakit masyarakat ( Pekat ) tidak akan kendor dan akan terus dilaksanakan guna menciptakan Kondisi dan Situasi Keamanan dan Ketertiban masyarakat. Meskipun upaya-upaya untuk menekan gangguan Kamtibmas sudah sering dilaksanakan oleh pihak Kepolisian, namun masih saja ditemukan adanya sejumlah oknum pemuda yang Pesta Miras.
Berawal dari informasi warga masyarakat kepada petugas Patroli Polsekta Baros yang menginformasikan bahwa di Kp, Tugu disebuah rumah kosong dan di Kp. Cipeujeuh ada sejumlah oknum Pemuda yang sedang Teler pesta miras dan meresahkan warga. Polisipun bertindak cepat merespon laporan warga dan benar saja sesampainya di dua lokasi tsb petugas mendapati dua kelompok Remaja yang sedang Teler.
” Semuanya ada empat belas orang yang kami amankan, karena saat kami dapati mereka sedang teler, sepuluh di Kp. Tugu dan empat lainnya di Kp. Cipeujeuh ” jelas Kapolsek Baros AKP Akhmad Wirjo kepada reporter Suara Selabintana News yang menemuinya.
Terhadap belasan oknum pemuda yang teler diinapkan di Mapolsekta Baros sampai kondisinya sadar dari pengaruh Miras untuk diberi pembinaan, kemudian meminta para orang tua atau keluarganya untuk menjemput keesokan harinya. ( B.12 - Kaur Telm )
PENCURI EMBAT MOBIL DALAM GARASI
Ditulis pada, 24 Februari 2009. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI KOTA - Kasus Pencurian Kendaraan R.4 terjadi lagi, kali ini terjadi di Kp. Kedung Rt 27/06 Desa Titisan Kec. Sukalarang Kab. Sukabumi Selasa (24/2) dinihari tadi. Seperti yang dilaporkan oleh Aris Munandar MG ( 23 tahun ) warga Kp. Kedung Rt 27/06 Desa Titisan Kec. Sukalarang Kab. Sukabumi ke Polsek Sukalarang dirinya telah kehilangan kendaraan Suzuki Carry Futura Pick Up No. Pol : F 8515 SE, Tahun 2005, Warna Biru, Noka : MHYESL4155J168660, Nosin : G15AIA168349, yang diparkir didalam Garasi telah dicuri maling dengan cara merusak kunci. Keterangan yang didapat dari Sumber Kepolisian di Polsek Sukalarang membenarkan kejadian tersebut dan korban sudah melapor ke Pihaknya. ” Kami sedang menyelidiki kasus tersebut ” ujar Kapolsek Sukalarang APK Supeno kepada Suara Selabintana News. Guna meminimalir kasus-kasus kejahatan seperti pencurian dan penyakit masyarakat lainnya, Kapolsekdan anggota selalu berpatroli keliling perkampungan dan mengajak warga masyarakat untuk mengaktifkan Siskamling. Bila terdapat gangguan Kamtibmas di lingkungannya untuk secepatnya dapat menghubungi Polsek Sukalarang atau layanan Polisi nomor tlp 112 dan ke layananan SMS 9123 caranya ketik SUKABUMIISI.. KIRIM KE 9123. (B.12)
PENYIDIKAN KASUS LUNDUP 1 TON MINYAK TANAH MASIH TERUS BERJALAN
Ditulis pada, 24 Februari 2009. dalam kategori: Berita Polresta Sukabumi

SUKABUMI KOTA - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sukabumi yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan minyak tanah (mitan) bersubsidi sebanyak 1 ton liter awal bulan Pebruari lalu, sampai saat ini proses penyidikannya masih berjalan terus. Polisi Selain menyita mitan, kendaraan Mitsubishi No. Pol. : F-8268-WK yang digunakan sebagai alat pengakutan
juga mengamankan tersangka Odang (64 tahun) warga Kp. Neglasari Rt. 01/11 Desa Haurwangi Kec. Haurwangi Kab. Cianjur ( sebagai Pembeli ) dan Apud (45 tahun) warga Jl. RH Didi Sukardi No. 34 Rt. 03/03 Kel.Citamiang Kec. Citamiang Kota Sukabumi ( sebagai Penjual )
Keberhasilan petugas setelah mengendus aktivitas warung milik Apud Waha di Jl. RH Didi Sukardi Kec. Citamiang Kota Sukabumi. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka terungkap dan terbukti melakukan penyelundupan mitan bersubsidi. Mitan itu rencananya akan diselundupkan ke Cianjur.
“Dia mencoba mengelabui petugas dengan mengemas mitan ke dalam belasan karung serta 9 jirigen. Dimana setiap karungnya berisi 50 liter,” kata Kapolresta Sukabumi, AKBP Drs. Moh Hendra Suhartiyono M.Si didamping Kapolsek Citamiang AKP Gatot Satrio Utomo, SH. MH.
Kepada petugas Odang mengaku baru 2 kali membeli minyak tanah sebanyak 1.000 liter di tempat Apud. Dia membeli mitan dengan harga Rp 3.500,00/liter. Direncanakan Odang akan menjual mitan ke warung-warung di Cianjur dengan harga Rp 5.500,00/liter. Sehingga mendapatkan keuntungan yang menggiurkan.
“Tersangka diduga sering bolak balik Cianjur-Sukabumi. Keuntungan yang diperoleh tersangka diperkirakan mencapai jutaan rupiah dari minyak tanah per harinya,” kata Gatot . Kpd Reporter Suara Selabintana News. Kasusnya saat ini masih dalam proses dan menunggu Saksi Ahli Bph Migas. “ Kami sedang memanggil Saksi.Ahli dari BPH Migas untuk melengkapi berkas Penyidikannya dan terhadap kedua tersangka dikenakan Sangsi Pasal 55 Jo 53 UU.RI. No. 22 Th. 2001 Ttg. MIgas “ imbuh Kapolsek Citamiang ( B.12 - kaurtelm)
PARKIR DI HALAMAN RUMAH, MOTOR HILANG DICURI.
Ditulis pada, 24 Februari 2009. dalam kategori: Berita Umum
* Perlu adanya Upaya warga untuk selalu pasang Kunci Pengaman yang kuat.
SUKABUMI KOTA - sungguh apes menimpa AGUS MULYANA ( 23 th ) Kendaraan speda motor kesayangannya hilang dibawa kabur pencuri.
Kejadian tersebut Senin tanggal 23 Pebruari 2009 Sekira Pukul 19.00 Wib saat diparkir di halaman rumah korban di Jl. Kabandungan Rt. 06/06 Kel. Selabatu Kec. Cikole Kota Sukabumi kemarin sore. Pelaku membawa kabur sp. motor Yamaha Mio (AL/115s) A/T, Tahun 2008 warna merah marun, No.Pol F-3006-SR Nomor rangka : MH328D0028K031242, Nomor mesin : 28D031713 dipergunakan dengan cara merusak kunci. Dengan adanya kejadian tersebut korban AGUS MULYANA, mengalami kerugian sebesar Rp. 12.000.000 dan melapor ke Polsek Cikole Kota Sukabumi.
Kejadian Curanmor juga menimpa ANWAR RUSWANDI, ( 35 th ) warga Jl. RA Kosasih Ngaweng Rt 04/09 Kel. Cibeureum Hilir Kec. Cibeureum Kota Sukabumi, Pada hari Selasa tanggal 24 Februari 2009 sekira pukul 05.00 pagi. Ia hanya bisa termenung dan lemas karena kehilangan Sepeda Motornya YAMAHA MIO, No. Pol : F 3941 SO, Warna Hitam, Tahun 2008, Nomor rangka : MH35TL0068K940406, Nomor mesin : E7986000H hilang di parkiran Hotel Sukabumi Jl. Sudirman No. 82 Kel. Benteng Kec. Warudoyong Kab. Sukabumi, Pelaku dalam menjalankan aksinya diduga dengan cara merusak kunci kontak. Korban mengalami kerugian sebesar Rp.12.000.000,- dan melaporkannya ke SPK Polresta Sukabumi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kasusnya sedang dalam penanganan Polsek Cikole dan Streskrim Polres Kota Sukabumi ( B.12 - kaurtelm )
BP2KS Unjuk Rasa ke DPRD Kab. Sukabumi
Ditulis pada, 24 Februari 2009. dalam kategori: Berita Umum
Mendesak Pembentukan Jampang Mandiri
SUKABUMI,
Ratusan orang dari Badan Percepatan Pemekaran Kabupaten Sukabumi (BP2KS) berunjuk rasa ke Gedung DPRD Kab. Sukabumi di Kompleks Jajaway, Palabuhanratu, Kab. Sukabumi, Senin (23/2), mendesak pemekaran Jampang Mandiri. Mereka menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi kurang serius memperhatikan nasib masyarakat Pajampang yang masih terpinggirkan.
Kendati turun hujan lebat, aksi massa tidak terhenti. Satu per satu para pengunjuk rasa masuk ke halaman DPRD sambil membawa sejumlah poster dan spanduk serta meneriakkan kritikan pedas kepada wakil rakyat dan Bupati Sukabumi.
BP2KS yang mengklaim telah memperoleh dukungan dari unsur Jaringan Masyarakat Mandiri (Jamman), Komite Penataan Pengembangan Pembangunan Wilayah Selatan (KP3WS), Forum Pembela Keadilan (FPK), Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pajampangan (AMPP), dan Yayasan Palapa Sakti Nusantara, mengecam keras terbentuknya Kab. Sukabumi bagian utara.
“Sejauh ini, BP2KS sama sekali tidak dilibatkan. Oleh karena itu, kami mendesak agar Kabupaten Jampang Mandiri dapat direspons oleh pihak eksekutif dan legislatif. Pasalnya, hingga saat ini pembangunannya masih terpinggirkan,” kata Ketua BP2KS, Dedi Abidin Sastrawijaya kepada “GM”, Senin (23/2).
Aksi unjuk rasa ini tidak hanya dikawal ratusan personel Polresta Palabuhanratu, tapi juga dijaga puluhan anggota Polresta Sukabumi dan Polwil Bogor yang di-BKO-kan sejak pagi. Para petugas berjaga-jaga di pintu masuk Gedung DPRD Kab. Sukabumi. Walaupun tidak terjadi tindakan anarkis, namun pertemuan antara perwakilan Pajampangan dengan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya dan Ketua DPRD Kab. Sukabumi, Sopandi Harjasasmita, sempat berjalan alot.
“Kami sebagai masyarakat Pajampangan merasa sangat dizalimi untuk kesekiankalinya oleh Pemkab Sukabumi. Kami mendesak pemkab melaksanakan pemekaran dengan mengacu prioritas utama yang diamanatkan SK Gubernur 31/1990 dan PP No. 78/2007 dengan memprioritaskan terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Jampang Mandiri,” katanya.
BP2KS menolak terbentuknya DOB Sukabumi Mandiri karena dianggap sebagai konspirasi dan kehendak sepihak Pemkab Sukabumi bersama elite politik serta pengusaha yang hanya akan merugikan kepentingan rakyat Sukabumi. Mereka tetap berkomitmen pemekaran Jampang Mandiri terbentuk sebagai bagian pemekaran Kab. Sukabumi.
Perwakilan pengunjuk rasa diterima Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sopandi Harjasasmita, dihadiri Dandim Sukabumi, Letkol Kav. Yusuf dan Kapolres Sukabumi, AKBP Adityawarman di aula DPRD.
Pertemuan membuahkan kesepakatan pemekaran akan kembali dibicarakan setelah pemilihan presiden (pilpres). Dalam pertemuan itu juga disepakati, BP2KS akan dilibatkan dalam pembahasan pemekaran mendatang.
“Sesuai kesepakatan, akan diusukan bahwa tiga kabupaten pemekaran yang terdiri dari Sukabumi bagian utara, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Jampang Mandiri ke tingkat Provinsi Jabar,” ujar Dedi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Sukabumi, Sopandi Harjasasmita membantah tuduhan bahwa pihaknya tidak merespons aspirasi warga di daerah Pajampangan. Bahkan, menurutnya, DPRD telah merekomendasikan arah pembangunan agar diprioritaskan di Pajampangan.
“Pokoknya, arah kebijakan akan lebih memprioritaskan pembangunan di daerah Sukabumi bagian slatan,” katanya.
Usai bertemu dengan perawakilan BP2KS, petugas mengevakuasi Ketua DPRD, Supandi Harjasasmita dan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. (B.118 - sumber Galamedia)**
FPU Datangi Polres Kota Sukabumi
Ditulis pada, 24 Februari 2009. dalam kategori: Berita Umum
SUKABUMI,(GM)-
Sekitar sepuluh ulama yang tergabung dalam Forum Peduli Ulama (FPU), Senin (23/2), mendatangi Mapolresta Sukabumi. Kedatangan mereka sebagai buntut perlakuan tidak wajar salah seorang anggota Polresta Sukabumi kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Sukabumi, K.H. Zezen Zaenal Abidin, beberapa waktu lalu. Para ulama mendesak agar oknum anggota kepolisian tersebut segera diberi tindakan sesuai dengan ketentuan hukum.
“Kami hanya melakukan silaturahmi,” kata Kapolresta Sukabumi, AKBP Drs. Hendra Suhartiyono MSi usai menerima para ulama FPU, kemarin.
Ketika didesak mengenai pelecehan yang dilakukan salah seorang anggotanya kepada Ketua MUI Kab. Sukabumi, Hendra menegaskan, pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggotanya berupa pemeriksaan yang dilakukan unit P3D Polresta Sukabumi.
Dari selebaran yang dibagikan rombongan ulama itu disebutkan, insiden itu terjadi pada Kamis (19/2). Saat itu tiga anggota Satuan Narkoba Polresta Sukabumi mendatangi Pontren Az Zainiyah yang dipimpin K.H. Zezen untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya Narkoba.
Namun sesampainya di pontren tersebut, terjadi kesalah pahaman antara salah seorang anggota, Bripka AS dengan pihak pengelola pontren. (B.118 - sumber Galamedia )**
DISHUB BERUPAYA OPTIMAL TINGKATKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT
Ditulis pada, 24 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, senantiasa ber-upaya optimal meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut, diantaranya ditempuh dengan senantisa memantau kondisi jalan dan fasilitas umum lalu lintas, seperti traffic light, marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan sebagainya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Drs. Andri Setiawan, M.M. menjelaskan, dilaksanakannya pemantauan tersebut, untuk mengetahui kondisi jalan dan fasilitas umum lalu lintas, yakni yang rusak akan segera dilakukan perbaikan, dan yang kurang akan dilakukan penambahan.
Selain itu, juga pihaknya senantiasa melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak instansi terkait, diantaranya dengan pihak Polres Kota Sukabumi dan Sat Pol PP Kota Sukabumi, khususnya dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Sukabumi, dengan melakukan penertiban arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi. Upaya tersebut, mendapat dukungan positif dari berbagai pihak dan masyarakat.
Ditandaskannya, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Sukabumi, pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi dan Polres Kota Sukabumi, memiliki strategi khusus, yakni dengan membuat rekayasa jalan, seperti memberlakukan jalur satu arah pada batas waktu tertentu di sejumlah ruas jalan. Hal tersebut telah diberlakukan pada ruas jalan Perpustakaan dan jalan Dewi Sartika Kecamatan Cikole. Hasilnya cukup baik dan memuaskan semua pihak.
Sedangkan upaya lainnya yang akan dilakukan pihak Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, yakni akan menambah dan memperbaiki fasilitas umum lalu lintas, seperti marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas di beberapa ruas jalan, termasuk memasang Kaca Cekungan di 16 titik persimpangan jalan di Kota Sukabumi.
Disamping itu, juga pihak Polres Kota Sukabumi, dalam melakukan penertiban arus lalu lintas tersebut, akan menggiatkan dan meningkatkan fungsi Badan Koordinasi Lalu Lintas (Bakorlantas), di setiap kecamatan yang ada di wilayah hukum Polres Kota Sukabumi.
Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si. mengharapkan, berbagai upaya yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan dan pihak Polres Kota Sukabumi tersebut, agar dicontoh dan diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Kota Sukabumi. Karena upaya tersebut sangat baik dan positif, khususnya dalam mewujudkan kinerja aparatur pemerintah ke arah yang lebih baik, aspiratif, responsif, transparan dan akuntabel, guna memberikan sekaligus meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. (B.12 - kaur telm - sumber reporter Endang S )
DALAM TAHUN 2009 DI KOTA SUKABUMI ADA 3 SEKOLAH YANG BERUBAH STATUS MENJADI RSBI
Ditulis pada, 24 Februari 2009. dalam kategori: Seputar Kota Sukabumi
Dalam tahun 2009, di Kota Sukabumi ada 3 sekolah yang berubah status menjadi Rintisan Sekolah Berstandar Indonesia atau RSBI. Antara lain, SMA Negeri 1 Kecamatan Citamiang, SMK Negeri 1 Kecamatan Cikole, dan SD Negeri Pakujajar CBM Kecamatan Citamiang.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Sanusi Hardjadiredja, S.Pd., ke-3 sekolah tersebut sudah layak ditingkatkan statusnya menjadi RSBI. Karena guru-guru di ke-3 sekolah tersebut telah berpendidikan minimal S-1, serta minimal antara 20 sampai dengan 30 persen telah berpendidikan S-2. Selain itu, juga ke-3 sekolah tersebut, telah memenuhi syarat tentang keluasan lahan sekolah. Antara lain, yakni untuk SD, 3 ribu meter persegi, untuk SMP, 4 ribu meter persegi, serta untuk SMA dan SMK, 6 ribu meter persegi. Persyaratan lainnya yang tidak kalah penting, yakni tingginya pertisipasi orang tua siswa.
Menyinggung jumlah sekolah yang statusnya belum berubah menjadi RSBI, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi masih banyak. Yakni 119 SD, 33 SMP, 14 SMA, dan 17 SMK.
Ditandaskannya, perubahan fungsi dan status sekolah menjadi RSBI tersebut, sangat besar dan banyak manfaatnya. Yakni mutu pendidikan akan meningkat, fasilitas sekolah semakin lengkap, serta pengetahuan dan wawasan para guru semakin berkualitas.
Untuk itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Sukabumi akan senantiasa ber-upaya optimal, supaya seluruh sekolah di Kota Sukabumi menjadi RSBI. Sedangkan sekolah-sekolah yang telah menjadi RSBI, statusnya akan ditingkatkan menjadi Sekolah Standar Nasional atau SSN.
Agar upaya tersebut dapat segera terwujud, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi menghimbau semua pihak, supaya senantiasa pro-aktif membantu, baik berupa tenaga maupun pikiran. Sebab upaya dalam meningkatkan dunia pendidikan tersebut, merupakan tanggungjawab semua pihak, yakni pemerintah, swasta dan masyarakat, yang didalamnya termasuk para siswa dan orang tua murid. (B.12 - kaurtelm - sumber reporter Endang S )








